Archive for January, 2007

Being 31; Much Sirik!

daengrusle January 25th, 2007

secara sadar, setiap kali saya membaca sebuah tulisan, puisi prosa, cerpen, buku, novel, artikel di koran, majalah, atau halaman blog, saya berusaha mengenali si penulis dengan menebak umurnya. apakah dia seusia dengan saya, lebih tua dari saya, atau celakanya, lebih muda. mengapa saya memper’masalah’kan hal ini, karena saya memiliki masalah dengan pencapaian prestasi dengan tingkat kepuasan pribadi yang kurang memadai. sifat ini tentu saja jelek, menurut sebagian orang-orang bijak, dan saya membenarkan sepenuh hati. namun kadang, sifat jelek muncul secara spontan dari diri ini, walau sesaat kemudiaN suara hati yang lain bakal memberikan banyak kenyataan kontradiksi yang menyadarkan bahwa prestasi dan kompetensi diri itu berbanding lurus. ada pepatah bugis yang mengajarkan kearifan “pada laleng teppada upe’, sama jalannya, tak sama peruntungannya. sadar? tidak!

di usia saya yang menjelang 31, saya baru sadar, ketika Consumer Loan Officer sebuah Bank, menanyakan umur saya, yang kemudian saya jawab dengan “30″. Dia mengkoreksi “31 pak ya” secara melihat ke form data pribadi yang telah saya isi sebelumnya. 31? berarti setahun melampaui 30, atau 9 tahun menjelang 40, atau 19 tahun menuju setengah abad.

pertanyaan mendasar, dibanding rekan2 seusia atau malah yang lebih muda, apa yang telah saya capai? perbandingan yang paling menyakitkan adalah membandingkan dengan rekan2 yang punya segudang prestasi; menulis novel yang kemudian jadi filem laris dan dibuatin sekual sinetronnya di stasiun televisi ternama, manager atau posisi vital di perusahaan asing, mengoperasikan perusahaan sendiri dengan omzet miliaran, menjadi expat di luar negeri, kuliah di negeri entah berentah dll. dan hati ini pun penuh disesaki aroma kecemburuan yang dalam kosa kata bugis yang saya senangi berbunyi “mangempuru”. Sirik tanda tak mampu? Yes! Continue Reading »

Popularity: 6% [?]

Muharram, Asyura, dan pembantaian itu…

daengrusle January 19th, 2007

asyura

Selamat tahun baru Hijriah, 1 Muharram 1428H! Semoga dunia Islam dan dunia keseluruhan umumnya, dan Indonesia khususnya menjadi lebih baik di tahun ini. Amin!

Gambar diatas adalah ilustrasi kuda tunggangan Imam Huseyn bin Ali bin Abi Thalib yang kembali ke kemah beliau karena tuannya telah tewas dibantai oleh tentara Yazid bin Muawiyah.

Muharram (?????) adalah bulan pertama tahun penanggalan Islam, Hijriyah. Ditetapkan pertama kali oleh Khalifah Umar ibnu al-Khattab atas saran dari menantu suci Rasulullah SAWW, yakni Imam Ali bin Abi Thalib karamalLahu wajhahu. Rasulullah SAWW sendiri, dengan perkenan Allah SWT dalam firmanNya, menetapkan bahwa bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (Rajab, Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram), dan didalamnya dilarang melakukan peperangan dan tindak kekerasan lainnya, walaupun kemudian di-mansukh kan oleh sebagian ulama disebabkan banyaknya pembantaian dan peperangan yang terjadi dibulan ini, seperti misalnya pembantaian atas diri Imam Huseyn bin Ali di padang Karbala, 10 Muharram 61H. Rasulullah SAWW juga menetapkan bahwa Muharram adalah bulan nya Allah (shahrulLah) dan merupakan bulan yang mulia sesudah Ramadhan.

Sebagaimana umumnya menyambut tahun baru, umat Islam dibeberapa negara juga merayakannya sebagai hari permulaan tahun, berdoa semoga tahun ke depan menjadi tahun yang lebih baik dari sebelumnya. Tahun baru bisa berarti juga kelahiran kembali, reposisi semangat dan motivasi, menjadi momentum untuk meneguhkan tekad menghadapi hidup. Namun dibeberapa negara, dan dibeberapa komunitas Muslim Syiah, bulan Muharram menjadi bulan yang penuh duka, secara mengingat tragedi Karbala yang terjadi di dalamnya. Continue Reading »

Popularity: 12% [?]

Benalu dari itb

daengrusle January 15th, 2007

Dari sejak tamat dari ITB tahun 1999, gw sudah berusaha berdamai dengan dunia kapitalisme, dengan mencoba peruntungan mencari kerja di perusahaan2 padat modal. Bahkan impian pertama gw adalah bekerja di perusahaan2 blue chip, baik asing ataupun lokal. Namun krisis ekonomi yang menghempaskan Indonesia sejak 1998 hanya mampu menyediakan lapangan kerja yang sedikit, dan itupun hanya memberi peluang buat experience and specialist worker, bukan buat gw yang cuman ‘fresh graduate dan hanya bangga mencantumkan Kerja Praktek dan ngajar privat sebagai item professional experience di CV gw. Mungkin terhitung 200an surat lamaran kerja gw kirimkan via pos dan email ke perusahaan-perusahaan, mulai dari alamatnya PO Box doang, sampai yang email company dengan domain gratis an. Informasi apapun yang gw dapat, entah kabar burung, kabar kabari, sampai kabar kabur gw manfaatkan untuk mencari lowongan kerja berharap bisa mendapat penghasilan sendiri, lepas dari tanggungan dan beban keluarga. Menjadi benalu sungguh sangat tidak manusiawi, apalagi menyandang status jebolan reputable university. Continue Reading »

Popularity: 6% [?]