Archive for March, 2007

Masih ada Pabbalu lipa’ yang akan lewat

daengrusle March 9th, 2007

Juga Dimuat Di Panyingkul: Masih ada pabbalu’ lipa yang akan lewat.

Masih ada Pabbalu lipa’ di jaman ini…..

Sewaktu masih kanak-kanak di Pannampu, rumah saya sering menjadi tempat persinggahan (transit) para pabbalu lipa’ ini, karena kebetulan Makassar merupakan juga pelabuhan penyebeerangan ke pulau-pulau lainnya di seluruh Indonesia. Tujuan utama mereka Kalimantan, Papua, atau Sumatera. Setiap mereka datang, aroma khas lipa’ sabbe (sarung sutera) dan lipa’ cello (sarung berbenang non sutra) selalu menjadi kenangan tersendiri, selain tentu saja kelakar para pabbalu lipa’ yang terkenal pandai bercerita sambil berguyon. Lipa’-lipa’ tak ber merk (no brand) ini dibungkus dalam kain sarung besar, pernah sewaktu kanak-kanak itu saya mencoba mengangkat gulungan yang mungkin mencapai 400 sarung, namun tak pernah berhasil.

pabbalu lipa’Beberapa malam yang lalu saya kedatangan tamu, La Nuhong, paman saya yang tinggal di Ujung Baru, Sempangnge, Wajo, bersama 3 orang rekan nya dari Sempangng. Mereka adalah pabbalu lipa’ yang sedang berjualan di sekitar Balikpapan. Awalnya saya kaget mereka datang, dengan mengendarai 2 sepeda motor ber-plat DD (plat nomor Sulawesi Selatan), mengunjungi rumah saya di Balikpapan. Kekagetan saya dikarenakan kenyataan bahwa masih ada pabablu lipa’ di zaman serba praktis ini. Sepengetahuan saya, Sarung sutra asal Sengkang sudah banyak dijual di mall-mall di seluruh Indonesia, bahkan saya pernah menemukan seorang Batak berjualan Sarung Sutra asal Sengkang di atas jembatan penyeberangan UKI, Jakarta Timur. Jadi kita hanya perlu ke pasar/mall untuk mencari sarung sengkang, tak perlu menunggu kiriman saudara di kampung, apalagi menunggu pabbalu lipa’ datang berkunjung ke rumah. Continue Reading »

Popularity: 9% [?]