Archive for September, 2007

Mahdi 2tahun vs Rusle 2tahun

daengrusle September 27th, 2007

sok-keren.JPGrusle78.jpg

Mahdi (foto kiri) akan berusia dua tahun akhir bulan ini. Tanggal 30 September 2007 nanti, Mahdi akan menggenapi dua tahun keberadaannya di dunia ini. Betapa bahagianya saya bisa mengiringi dan me’nikmat’i masa tumbuh kembangnya yang fantastis. Saat ini Mahdi tumbuh sehat dan cerdas, tentu saja ini subyektif. He2. Kemaren, dia berhasil menyusun lima kotak2 susu nya membentuk menara yang rapi. Amazing melihatnya.

Bandingkan dengan bapaknya (foto kanan), ketika juga berusia sama, dua tahun di bulan Oktober 1978. Lokasi di pelataran/taman RS Bakti, Makassar.

Ada kemajuan yang sangat signifikan kan? Edisi Revisi selalu lebih mantap daripada Edisi Perdana nya…he2

Popularity: 11% [?]

Does My Blog Inspire You?

daengrusle September 24th, 2007

does my blog inspire you?

Pertanyaan diatas mungkin adalah pertanyaan narsis, he2. Tapi tak apalah, narsis terus pantang mundur, narsis tak gentar yang penting PD.

Sesungguhnya tulisan2 yang dimuat di blog adalah buah inspirasi bagi penulisnya, ketika ada sesuatu yang menggelisahkan dan kemudian merasa perlu untuk direkam dalam blog pribadi, dan [mungkin] akan berguna untuk dishare kepada pembaca nya. Jadi semuanya adalah buah dari inspirasi, minimal buat pribadi penulisnya.

Beberapa tulisan dalam blog ini, lebih tepatnya dalam blog lama saya yang saya pindahkan kesini, tempo hari saya daftarkan ke ajang Inspiring Blog Competition (IBC) 2007. Inspiring Blog Competition 2007 adalah suatu program penjaringan potensi menulis dikalangan blogger Indonesia yang tulisannya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat. Artikel-artikel pilihan dari berbagai blog yang diharapkan dapat mencerahkan banyak orang tersebut nantinya akan dibukukan. Program ini sekaligus merangsang tumbuhnya blogger-blogger baru yang menghasilkan tulisan berkualitas. Selain itu IBC 2007 memiliki misi sosial, dimana 50% keuntungan penjualan buku akan disumbangkan dalam program pengadaan buku bacaan bagi siswa sekolah.

Alhamdulillah, dari 19 tulisan yang saya ajukan untuk ajang ini (lihat: inspiring-ibc2007-daeng-rusle.doc), oleh tim juri IBC2007 akhirnya terpilih sebanyak 11 tulisan yang akan dikutkan dalam proses seleksi. Proses seleksi tahap selanjutnya adalah tahap voting dan komentar. Yah, keliatannya lolos atau nggaknya tulisan2 yang terseleksi sangat bergantung dari keaktifan kita mengundang rekan-rekan untuk mengkomentari tulisan2 itu. Capek juga ya…he2.

Berikut tulisan2 saya yang terpilih utk seleksi lanjutan:
Cuci Foto Kilat, yang tergerus Digitalisasi
Daeng Hamzah: Melawan Arus, Memilih Hidup Malempu’
Masih ada Pabbalu lipa’ yang akan lewat
Kisah Passompe dari Sempangnge
Awas Manusia Benalu!
Menulislah, dan Anda Abadi!
Henry Dunant dan Sensitifitas Kita!

Pendidikan Kita, Mau Kemana?
Belajar Kearifan Politik dari Sri Sultan

Salah Apa Aa Gym?
Apa Sisi Buruk Anda?

Mau dukung saya? Silahkan kirim vote ke Forum nya. Kuru Sumange. Thanks a lot.

banner_ibc_dgrusle.gif

Popularity: 13% [?]

Karaeng Gantarang!

daengrusle September 21st, 2007

sultan-dg-raja.jpg

Resensi Buku :

Judul : Biografi Pahlawan Haji Andi Sultan Daerng Raja

Penulis : M Basri Padulungi

Penerbit : Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan

Tahun Terbit : April 1981, Makassar

Halaman : 87 halaman

Karaeng Kacamata dari Gantarang yang tak pernah Gentar!

Ada cerita mirip kisah Nabi Musa dalam kitab suci, kali ini kejadiannya di suatu siang di bulan Agustus 1916 di Afdeling Sinjai. Seorang Hulppest Commis pribumi tergerak bangkit dari meja kerjanya. Dia mendengar sayup2 jeritan tertahan dalam bahasa bugis diiringi suara kibasan tongkat yang miris. Keningnya sedikit terlipat, kacamata hitam tebal yang membingkai kedua matanya kemudian diletakkan diatas buku dinasnya. Bergegas ia keluar dari kantor contorleur itu. Di halaman depan, disaksikannya satu kejadian yang meledakkan amarahnya. Seorang ambtenar Belanda memukuli seorang bumiputera dengan tongkat. Berkali-kali, hingga darah mengucur dari badan kurus itu. Darahnya seketika mendidih, Hulppest Commis pribumi itu bergerak. Tubuh ringkihnya sebenarnya tidaklah sekekar si ambtenar Belanda, namun dia tak gentar. Tak ada rasa takut dalam dadanya. Si ambtenar Belanda dihujaninya dengan pukulan sampai babak belur dan lari.

Namun tidak seperti kisah nabi Musa di kitab suci, sang Hulppest Commis pribumi tidak lantas kabur dari tanah airnya. Dia memilih tetap tinggal dan siap menerima konsekuensi dari tindakannya yang melanggar etika saat itu. Melawan, apalagi memukuli warga Belanda yang dianggap warga kelas satu adalah kesalahan besar di zaman kolonial itu, apapun alasannya. Kejadian selanjutnya bisa ditebak, sang Hulppest Commis pribumi kemudian didera hukuman administratif; pangkat diturunkan menjadi Agent Welsetboedel Kamer (pegawai rendahan), gaji dipotong hingga tinggal 30%. Dia menerima dengan tenang, dan terbersit rasa puas dalam hatinya. Harga dirinya membela kaumnya sudah ditegakkan, dan itu jauh lebih penting daripada pangkat dan gaji. Nama si Hulppest Commis pribumi berusia 22 tahun itu, Andi Sultan Daeng Raja, putra dari Passari Petta Tanra - Karaeng Gantarang Bulukumba saat itu.

Gantarang, tempat lahir Andi Sultan Daeng Raja, sejak zaman dulu terkenal sebgai penghasil beras utama di Sulawesi Selatan. Kerajaan Gowa Tallo ketika masa jayanya sangat menggantungkan pasokan pangannya pada daerah ini. Setelah kemenangan VOC yang didukung oleh Bone dalam Perang Makassar di pertengahan abad 17, daerah ini sempat diperebutkan antara VOC dan Bone sebagai basis logistik. Tanahnya sangat subur, terhampar seluas 215 km2 dari kaki pegunungan Bangkeng bukit yang dikitari oleh sungai Tangka di utara hingga ke selatan yang bermuara di laut flores. Sungai Tangka yang tak pernah kering itu kemudian dijadikan sumber utama pengairan yang menghidupi persawahan di daerah itu. Secara geopolitik, distrik gantarang adalah wilayah Gowa-Tallo sejak lampau berdasarkan perjanjian Caleppa tahun 1625, penguasanya pun bergelar karaeng, sebuah gelar yang diadaptasi dari kerajaan Gowa-Tallo. Namun sebahagian besar penduduk Gantarang justru menggunakan bahasa bugis sebagai bahasa pengantarnya. Bagi lidah bugis, Gantarang biasanya dituturkan sebagai Gattareng.

Ketika tumbuh sebagai remaja di daerah itu, Andi Sultan Daeng Raja yang lahir di Saoraja Gantarang pada 20 Mei 1894, mendapati kenyataan yang kontras dengan cerita leluhurnya tentang Gantarang yang subur, daerah ini dimatanya justru teramat terbelakang, pertanian tidak terurus dan masyarakat petani disana miskin dan tak mampu mengelola sawah dengan baik. Penguasa yang memerintah kala itu pun terkesan abai mengurusi warganya. Continue Reading »

Popularity: 27% [?]

Yang Muda dan Pergi Dibawa Maut

daengrusle September 17th, 2007

pemakaman.JPG
Keterangan Photo: Prosesi Pemakaman Ayahanda Tercinta
Almarhum Haji Bandu, di Palopo, 4 Juni 2005

Kita tak bisa memilih waktu mati, tentu saja. Yang kita bisa lakukan hanyalah mempersiapkan diri menghadapinya, kapan pun itu. Karena maut tidak pernah mengenal seberapa bugar badan kita, seberapa muda usia kita, dan seberapa bodoh kita berada di antara hingar bingar tempat maksiat, ataupun seberapa beruntung kita yang sedang bersujud di tempat muliaNya. Waktu, tempat dan suasananya adalah prerogatif Tuhan Yang Maha Menentukan semata.

Kematian itu dekat, teramat dekat. Seperti kata penyair, saya lupa namanya, ’sementara kita bercengkerama dengan kegembiraan di bilik yang hangat dan segar, sang maut sedang menunggu di teras depan’.

Tahun ini, baik sebagai individu subyektif maupun sebagai bagian dari bangsa yang besar, terasa runut dengan peristiwa2 luar biasa yang berujung memisahkan silaturahmi fisik dengan karib yang dekat, entah saudara atau teman terkasih. Diantara mereka, ada beberapa yang usia dan perjalanan hidupnya masih teramat pendek. Memilukan untuk dikenang, betapa sungguh raupan duniawi mungkin masih sekaki bukit, walau harapan menjulang setinggi langit. Namun sabda Ilahi yang dititipkan pada sang Malaikat Maut tentu tidak akan pernah mentolerir alasan dan harapan itu.

Diawal tahun 2007, ketika bangsa Indonesia dihinggapi rasa shock akan hilangnya pesawat Adam Air beserta 200-an penumpangnya di daerah Majene, keluarga saya pun terserap ke dalam kedukaan mendalam. Adik sepupu saya, sekaligus ipar saya, Heryanto yang kami lebih akrab memanggilnya Anto, meninggal dunia karena sakit yang parah. Continue Reading »

Popularity: 18% [?]

Ziarah Nyekar Jelang Ramadhan

daengrusle September 13th, 2007

berjubel1.JPG
Gambar: Tradisi ziarah nyekar di Balikpapan

Di Indonesia, ziarah nyekar menjelang Ramadhan ini sudah dianggap kebiasaan yang turun temurun. Biasanya, sehari menjelang hari raya Idul Fitri juga dilakukan ritual nyekar atau berziarah ke makam keluarga. Ritual ziarah kubur ini tidak diketahui sejak kapan dimulainya. Bahkan dalam banyak sumber sejarah Islam, tidak ditemukan adanya ritual Nabi Muhammad SAW melakukan ziarah menjelang bulan puasa.

Makna Ziarah Kubur, Kata ‘ziarah’ berasal dari bahasa Arab ‘zara, yazuru, ziaratun, yang artinya berkunjung atau pergi menengok. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Penerbit Balai Pustaka), kata ziarah diartikan dengan berkunjung ke tempat-tempat yang dianggap keramat atau mulia, makam dan sebagainya. Sedangkan kata kubur ialah tempat pemakaman jenazah. Dari penjelasan di atas secara kongkret dapat dipahami bahwa ziarah kubur ialah berkunjung ke tempat pemakaman jenazah (orang yang sudah meninggal dunia). [kutip dari Drs. H. As’ad Marlan, M.Ag]

Acara ziarah kubur juga kerap dilakukan secara resmi oleh pemerintah yaitu dalam acara peringatan hari-hari besar nasional seperti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, peringatan hari pahlawan dan lain-lain. Continue Reading »

Popularity: 33% [?]

Marhaban!

daengrusle September 11th, 2007

selamat.jpg

Kembali kita memasuki bulan penuh berkah, kata orang. Bulan yang dengannya kita kemudian berasyik masyuk dengan kesadaran diri akan ke-hamba-an yang sempat terlupakan belakangan ini.

Bukan menahan lapar dan hausnya yang membuat kita menjadi taqwa, tapi kepasrahan kita untuk mengikut dan menyerahkan hasrat kepada yang Maha Memiliki.

Marhaban ya ramadhan. Selamat berpuasa. Mohon maaf lahir dan bathin.

Terlampir puisi dahsyat yang saya copy dari milis panyingkul, disajikan dengan mantap oleh Kak Luna Vidya Dg Sugi, dari tulisan seorang bernama Mazmurnya Nabi Daud Alihassalam.

Mazmur - Daud
Doa di hadapan Allah yang Maha Tahu

Tuhan engkau menyelidiki dan mengenal aku
Engkau mengetahui kalau aku duduk atau berdiri
Engkau mengerti pikiranku dari jauh
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring
Segala jalanku kau maklumi..
Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan
sesungguhnya semuanya telah kau ketahui ya Tuhan
Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku
Dan menaruh tangan-Mu ke atasku
Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu
terlalu tinggi
tidak sanggup aku mencapainya

Continue Reading »

Popularity: 13% [?]

[Buku] Burung2 di Bundaran HI

daengrusle September 5th, 2007

burung-bundaran-hi.jpgJudul: Burung-burung di Bundaran HI
Manusia dan Keseharian
Sindhunata
Cet 1, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2006
Xiv + 158 hlm; 14 cm x 21 cm

Membaca buku ini ibarat memotret pernik mozaik Jakarta di akhir tahun 70-an dari mata seorang Sindhunata, teolog muda (kala itu) yang berprofesi sebagai wartawan-penulis. Kepandaiannya mengakrabkan diri dengan seloroh warga di Jakarta menghasilkan tulisan-tulisan berbentuk feature yang tak hanya renyah untuk dibaca, tapi juga menyentuh bilik perenungan.

Buku ini selayaknya patut menjadi rujukan pengambil kebijakan publik sebelum berakrobat di istana dan parlemen, walau mungkin hal-hal yang dibahas sepenuhnya adalah hal remeh temeh yang tak bisa mendatangkan devisa bagi negara. Kalaupun tersentuh pada pembicaraan politis, tak lebih sekedar legitimasi untuk menempatkan kepentingan pemodal di titik tertentu untuk menggusur peran dan posisi mereka, yang sering dialihbahasakan sebagai kaum marginal, kaum pinggiran. Continue Reading »

Popularity: 14% [?]

Merekam Jejak Longsor di Balikpapan!

daengrusle September 2nd, 2007

Dimuat juga di Panyingkul: Merekam Jejak Longsor di Balikpapan.

“Kalau mau mencari rumah bebas banjir di balikpapan, sebaiknya perhatikan ruas jalan didepannya sehabis hujan. Kalau sekiranya ada sisa/endapan pasir berarti jalan itu habis kena banjir. Hindarilah beli rumah disitu.” Begitu nasehat teman saya tahun lalu ketika saya menemaninya mencari rumah untuk disewa. Nasehat itu saya ingat terus sampai hari ini.

Kemarin siang, 1 September 2007, saya melewati jalan Ahmad Yani, Gunung Sari Balikpapan, salah satu jalan utama kota, yang sepanjang mata memandang penuh dengan lumpur hitam beserta endapan pasir putih sampai menutupi seluruh aspal jalan. Saya agak takjub dengan endapan pasir yang banyak sekali, kalo mungkin dikumpulkan bisa sampai beberapa truk. Selintas saya berpikir kalo endapan pasir sudah sampai ke jalan protokol di balikpapan, berarti secara umum balikpapan pasti kena banjir dan dimana kita mencari rumah yg bebas banjir kecuali naik ke atas ke arah samarinda, padahal setahu saya elevasi kota masih lumayan tinggi. Heran!

Kemacetan terjadi di tiga ruas jalan utama sekitar Gunung Sari; Jalan P Tendean, Jalan Martadinata, dan jalan Ahmad Yani sendiri. Jalan P Tendean yang menuju kantor saya di Gunung Pasir ditutup. Beberapa aparat berjaga-jaga di pertigaan jalan. Portal dan police line dipasang membentang menutupi jalan. Didepannya terpasang plang besar semi permanen dari kardus: Jalan Rusak!.

 longsor-bpn3.JPG

Dari desas desus yang saya dengar dan headline berita koran lokal hari ini, terjadi longsor di Gunung Pasir, empat tewas. Hari ini saya menyempatkan diri untuk melihat lokasi longsor yang dimaksud. Dari arah jalan Martadinata saya coba masuk ke lokasi longsor, tapi beberapa aparat polisi menghadang saya, “Maaf, jalan ditutup”. Saya minta izin untuk memotret. “Anda wartawan?” Saya menggeleng, tapi menyebutkan nama kantor saya bekerja sebagai alasan. “Maaf, hanya wartawan yang dizinkan memotret!” Saya berlalu dengan kecewa.

Seorang tukang ojek menghampiri saya kemudian, “Mas, kalau mau motret mending turun ke bawah sana, ke lapangan. Disitu bagus view nya, gak dilarang polisi kok!” Saya ragu, “Nanti dimarahin Polisi, pak!” Tapi dia memberi alasan bagus” Kan yang dilarang masuk di jalan sana yang ada police line nya, kalo di bawah sana tidak ada police line nya”. Saya tersenyum dan berterima kasih. Segera saya meluncur ke lapangan yang becek dan berada di lebak/bawah sana dan alhamdulillah bisa memotret lokasi longsor dari arah yang sangat bagus, walau dengan resiko sepatu dan celana saya berlumpur. Hanya saja saya kurang puas, karena patahan jalan yang terjadi karena longsor tidak bisa kelihatan jelas. Continue Reading »

Popularity: 30% [?]