Archive for October, 2007

Nabi Palsu, Aliran Sesat dan Hak Kita atas Pe-label-an itu!

daengrusle October 29th, 2007

normal_misleading-identity.jpgDari perbincangan semalam di Mushalla al Mushawwir dan juga lagi santer diberitakan di koran Tribun Kaltim dalam dua hari ini, ada issue hangat tentang sekelompok jemaah muslim yang pemimpinnya mengaku Nabi. Pengakuan keNabian beserta syariat dan ritualnya yang dianggap nyeleneh dari pakem umum, seperti biasa di Indonesia ini, akan diberi hadiah: Label Nabi Palsu, Aliran Sesat, Gila, Dalalah!. Alasan nya jelas, tidak ada lagi pengaugerahan gelar Nabi sejak ditutup registrasinya selepas Rasulullah SAWW mangkat, empat belas abad silam. Jadi, semua oknum yang mengaku nabi setelah sang Rasul Mulia ini pastilah palsu. Tentu saja ini dalam terms Islam, bukan agama lain. Jadi kalo ada yang mengaku menjalankan syariat Islam dan mengakui bagian dari Islam lantas juga mengaku sebagai Nabi, maka palsu lah ia. Kalau ia mengaku sebagai Nabi tapi dengan menenteng syariat agama selain Islam, maka ia mungkin tidak dianggap sebagai Palsu, apalagi sesat. Paling banter akan disematkan sebagai aliran kepercayaan, dan kalo beruntung, bisa dimasukkan dalam katalog budaya luhur asli bangsa Indonesia. he2.

Nama jamaah yg lagi dibincangkan itu, Al Qiyadah Al Islamiyah. Pendiri dan pemimpinnya Ahmad Moshaddeq atau Haji Salam, yang menurut info di internet mengaku mendapat wangsit dan wahyu dari Pemilik Alam ini, sejak 23 Juli 2006 setelah bertapa selama 40 hari 40 malam, dan karenanya mengaku sebagai Rasul untuk menyempurnakan ajaran dan kenabian Muhammad SAW. Pengajiannya digelar di Hotel-hotel mewah, pengikutnya sampai tercatan hingga 41,000 yang tersebar di beberapa propinsi hingga di NTB dan Sulawesi Selatan.

Bahasa Manusia tentang Kebaikan adalah Universal 
Saya sendiri percaya kepada kearifan yang melekat pada setiap manusia. Berbicara mengenai keyakinan dan kepercayaan akan hidup dan hubungannya dengan Tuhan atau semesta raya ini, semua ide dan gagasan dalam kepala seseorang pastilah akan mengakui bahwa yang dimaksud kearifan luhur itu adalah berbuat baik. Saya yakin tidak ada satupun keyakinan dan kepercayaan dalam diri manusia untuk menentang atau keluar dari bahasa universal tentang kebaikan yang berarti melawan nurani nya. Kalaupun ada aktifitas yang dianggap aneh dan nyeleneh, keluar dari pakem yang ada,  dan tentu saja merupakan perspektif parsial, itu mungkin hanyalah bentuk laku individu yang mencoba mencari cara yang paling nyaman dalam merefleksikan keyakinannya. Dalam mencari cara dan laku ternyaman dalam melaksanakan aktifitas spiritualnya, tentu saja interaksi atau pengaruh terhadapa sekitarnya, terutama masyarakat menjadi salah satu dasar pertimbangan. Dengan melakukan paksaan dan intimidasi ke masyarakat yang lain tentu saja tidak membuat nyaman, sebagai salah satu contohnya.

Jadi, keyakinan akan kearifan dan kebaikan itu dimiliki oleh semua orang, dan diejawantahkan menjadi laku spiritual yang sangat individualistik. Semua pasti menginginkan hal yang sama: ketenangan, kebahagiaan. Tidak mungkin ada satu ajaran yang tujuannya adalah kehancuran diri sendiri. Kalau ada, itu mungkin bisa dianggap kelainan jiwa. Sinting!.

Apakah kita berhak mencampuri apalagi menghukum sang pemilik keyakinan? Apakah ada yang berhak mengklaim keyakinan akan kebenaran sejati itu adalah keyakinan tertentu saja? Bukankah keyakinan itu sifatnya sangat individualistis? Bahkan ketika seorang Imam atau Ulama Besar mengeluarkan fatwa berkaitan dengan agama yang dianutnya, para jamaah tidak dipaksa untuk mengikutinya. Taqlid? Taqlid hanya berhubungan dengan ritual yang menjadi pendukung keyakinan, bukan substansi keyakuinan itu sendiri.

Label Sesat Yang Memprihatinkan 
Berangkat dari kasus Ahmadiah, Salamullah, Syiah, Jamaah Tabligh, Islam Jamaah, Darul Arqam, NII, dan terakhir Al Qiyadah Al Islamiyah ini, oleh masyarakat umum yang semua ajaran ini dianggap aneh dan nyeleneh, dan kemudian, sebagaimana biasa perilaku kita, dengan gampangnya memberi label Sesat dan Menyesatkan. Kadang hanya berbekal rekomendasi dari suatu lembaga - yang saya sendiri bingung, apakah fatwanya itu memang diperuntukkan dan merepresentasikan seluruh umat Islam Indonesia?? - jamaah yang emosional sambil memekikkan nama Tuhan melakukan pengrusakan dan penistaan kepada jamaahnya. Heran ya. Bukankah Rasulullah SAWW membawa syariat Islam ini dengan misi khusus: menyempurnakan akhlak? Ada apa dengan akhlak ini, apakah lantas ditinggalkan hanya karena pengen mengikuti fatwa ini?

Saya bukannya tidak setuju dengan fatwa dan pelabelan sesat kepada keyakinan/kepercayaan ini, hanya saja sedikit menghimbau untuk berhati-hati memberi label ke seseorang, apalagi sekelompok orang yang punya keyakinan tertentu. Toh yang mereka hendak capai adalah sesuatu yang luhur adanya; adalah ketenangan dan kepuasan spiritual, yang secara kebetulan diberikan oleh organisasi/kelompoknya. Mereka, walaupun eksklusif dalam gerak sosial dan ritual, saya yakin tidak memiliki misi khusus untuk menyaingi, mempreteli, apalagi melakukan permusuhan terhadap keyakinan lain, bahkan keyakinan yang mayorias dianut oleh muslim Indonesia. Saya yakin mereka itu murni hanya sikap individual yang mencoba menerjemahkan ajaran luhur yang ditelusuri dengan nurani/akalnya masing-masing tanpa bermaksud melibatkan orang lain di luar circle mereka. Dan satu hal penting, selama mereka tidak memberikan gangguan fisik dan psikis ke masyarakat lainnya, tidak perlu lah mereka kemudian di cap sesat dan meresahkan, dan kemudian dirusak tempat ibadahnya, pengikutnya di bui seperti maling, pemimpinnya digelandang dengan perlakuan lebih buruk dari koruptor negara yang bebas melenggang di luar sana karena dijamin oleh pejabat.

Memang agak aneh di alam jagad yang sudah modern dan mengakui kelaziman suatu ‘perbedaan’, selain ada organisasi yang mengklaim memiliki mandat resmi dari Tuhan untuk memberi label Sesat, ada juga orang-orang tertentu/jamaah individual atau berkelompok yang merasa paling benar dalam menginterpretasi kan hukum syariat agamanya dan punya kedekatan spiritual dengan Tuhan sehingga serta merta merasa punya hak untuk menentukan dan memberi label sesat dan palsu itu. Apa mereka yang punya sertifikat kavling di surga sampai merasa punya hak untuk menentukan orang lain itu adalah ahli syurga atau ahli neraka? 

Dan sebagaimana diduga, orang-orang ini lah yang merasa paling tergangu dengan aktifitas jamaah yang dianggap sesat itu, padahal bisa jadi justru tidak ada pengaruh apa-apa ke mereka, hanya karena ketidaksenangan dan kekurangsukaan aja. Dan itu jelas2 merupakan persepsi individualis yang tidak punya kemutlakan dalam term benar salah. Kalau mereka merasa terganggu dan takut tercemari keimanannya, lha ada apa dengan keimanan mereka. Apa masih ada keraguan sampai khawatir dan takut akan pengaruh keyakinan orang lain? Atau pengen mempertahankan status quo keimanan mereka, apapun kesalahannya?

Kalau dalam urusan ganggu mengganggu, nyaman gak nyaman, kembalikanlah ke ranah hukum yang memiliki kekuatan positif. Sekiranya betul bahwa mereka melakukan kesalahan di mata hukum, yah hukumlah dengan kitab yang ada. Kalau misalnya yang dipersoalkan adalah ajaran dan keyakinan, ajaklah mereka ber-mubahalah seperti yg dulu dipraktekkan Rasulullah SAW. Kalaupun setelah mubahalah mereka tetap bersikukuh pada keyakinannya, serahkan semuanya kepada Yang Maha Tahu. Biarkan alam dan masyarakat yang menyeleksinya. Ajaran yang tidak membuat nyaman jamaahnya tentu akan cepat hilang tersapu angin.

Kalau memang merasa sangat tidak nyaman dengan keanehan dan perbedaan, kenapa tidak melabrak saja kaum yang betul-betul sudah menyerang Islam secara terang-terangan, misalnya menghancurkan Masjid, menduduki tanah Muslim, menghina al-Quran, membunuh jiwa Muslim. Atau para pengedar narkoba, koruptor bejat, penguasa lalim! Itulah pihak-pihak yang perlu diberi label SESAT, NERAKA, dan Manusia Palsu! Bukan saudara-saudara kita seiman yang persamaannya dengan kita jauh lebih banyak daripada menghitung-hitung perbedaannya.

Saya pernah dan masih bergaul dengan beberapa rekan dari Syiah Ahlul Bayt, Jamaah Tabligh, Islam Jamaah, Ahmadiyah. Mereka umumnya bersikap santun kepada saudara Muslim yang lain. Akhlak yang bagus. Akan halnya pendirian teologis dan ritual ibadah yang berbeda, itu sama kita maklumi termasuk dalam ranah khilafiah yang memang sudah lazim diperdebatkan. Bukan persoalan yang substansial, misalnya syahadat, kiblat, Ketuhanan.

Jadi, teman. Saya berpendapat dan sedikit mengajak, mari kita membangun Islam ini dengan sungguh-sungguh, dengan mengedepankan akhlak dan mengesampingkan sikap curiga berlebihan, apalagi terhadap sesama muslim yang bersyahadat. Bukankah kecurigaan akan saudara sendiri ini yang menggiring Islam ke jurang perpecahan yang tidak perlu?

Pengakuan kenabian, keimaman dan ke-masih-an adalah pengakuan yang sifatnya sangat spiritual dan tentu saja memerlukan penelusuran yang lebih mendalam tentang definisi dari ke-aku-annya itu. Kalau seseorang mengaku Nabi, Imam, al-Masih, apakah lantas dia memaksa kita untuk meyakininya? Sama ketika Rasulullah SAWW yang mulia memproklamirkan kenabiannya dan memperkenalkan Islam. Apakah Beliau SAWW pernah terdengar melakukan pemaksaan dalam dakwahnya? Tidak. Ia berdakwah dengan santun, mengajak kepada kebenaran yang diyakininya, tanpa ada paksaan. Jangankan orang lain, bahkan kerabat terdekatnya pun tidak dipaksa untuk memeluk Islam. Laa ikraha fiddiin. Tidak ada paksaan dalam agama.

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (QS. AL Ahzab 40).

Link yang terkait dengan al-Qiyadah al-Islamiyah:
Cinta Rasulullah - MUI: Aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah Sesat
Prayudi - http://prayudi.wordpress.com/2007/10/26/al-qiyadah-al-islamiyah/
Era Muslim - http://www.eramuslim.com/berita/nas/7a04160133-mui-fatwakan-aliran-al-qiyadah-al-islamiyah-sesat.htm

Gambar diatas diunduh dari sini.

Popularity: 23% [?]

sanjak untuk adam marina

daengrusle October 26th, 2007

Untuk my Daeng Nuntung

adam-marina.JPG 

Surat untuk adam marina pada masa disaat mata telah tertutup

usapkan rinduku pada pesisir di Galesong, anakku
seperti desir dedaun kelapa yang mengirim lambai
pada ombak yang mencium pasir dan menyanyikan gemuruh
sangkutkan pula cintaku pada laju perahu, anakku
yang membawaku pada lautan jiwaku yang kutanam
saat merapalkan lagu patorani

pada geliat sunyi di dua tepi malam
kirimkan rindu berkendara doa untukku
sekuat janji tak melarung kenangan tentangku ke samudera lupa
bahkan kepada tanah tempat jejak pernah diderap
di kota tempat Tuhan membangun serambiNya

ketika huruf mulai terhapus dari pusara yg kautanam
oleh rinai hujan dan angin yang membekap
cukuplah genapkan celengan yang tak penuh kuwariskan
menggenapi maafku, anakku.

Pasir Ridge, 2007

Popularity: 8% [?]

Support untuk PestaBlogger!

daengrusle October 25th, 2007

PestaBlogger! - 27 Oktober 2007 di Blitz Megaplex, Grand Indonesia mulai pukul 10.30 sampai 15.00.
Sebagai blogger, sangat ingin rasanya ikut hadir dalam pesta meriah ini, tapi sayang sekali waktu dan kondisi yang kurang tepat. Walau demikian saya sepenuhnya mensupport kegiatan ini.

Acara yang diberi label Suara Baru Indonesia ini mudah2an bukan cuman sekedar ajang kongkow-kongkow yang kemudian membuat petisi yang akan di peti-es kan sebagaimana kebiasaan para tukang jual program atawa politikus. Basi!

Tapi lebih dari itu. Saya berharap ada AKSI setelah wacana digulirkan, setelah pesta digelar. Salah satu programnya yang membuat saya berdecak kagum adalah Bloggers for Bangsari. Program bertajuk ‘Bloggers for Bangsari’ itu rencananya akan muncul dalam salah satu sesi di Pesta Blogger 2007 (PB2007). Melalui program ini, blogger bisa menyumbangkan dana untuk bersama-sama menghadirkan modal pada anak-anak sekolah di kawasan Bangsari, Cilacap, Jawa Tengah.

Modal tersebut berupa kambing betina yang nantinya akan dipelihara oleh anak-anak kurang mampu. Hasil keuntungan memelihara kambing itu akan digunakan untuk biaya sekolah dan kebutuhan lainnya. Jika anakan kambing sudah bisa menghasilkan lagi maka indukan yang masih produktif akan diberikan pada anak lain.

Luar biasa. Ini betul-betul Suara Baru Indonesia!!
Salut, semoga pesta ini sukses! Amin.

Popularity: 15% [?]

Sajak Beranak

daengrusle October 24th, 2007

Sajak Beranak, by kak Luna Vidya

rintik menyanyi,
ngulang basah sisa semalam
menamparkan cemas,
menikamkan hujam
pada seratus depa menuju sampai

sepagi ini
aku ditipu langit.

====

kak-lune.JPGSajak ini dinamakan sajak beranak, oleh penulisnya - Luna Vidya,. Sajak ini dianggap sebagai hasil peranakan dari Sajak Sepagi ini Aku Ditipu Langit. Sajak Beranak ini tentu saja jauh lebih menanjak dibanding sajak induknya itu, permainan katanya lebih terasa dan menghilangkan kata-lain yg terasa hambar dan basi. Ada adagium bahwa edisi revisi akan lebih menyempurnakan dari edisi perdananya, nah itu terasa benar di sanjak ini. Bahkan ada kajian dari seorang kawan yang nun jauh di Aceh sana, bahwa sajak induk dan sajak peranakannya ini berbeda level. Daeng Nuntung bersabda “Beda Stage, ki!” Kalo Ruslee diinspirasi kekonyolan Ayu Utami yg sarat “kalalean” hahahahah…(Nyak !), Kalo I Lu (Lune massupna) dicekoki rindu yg teramat dalam pada kebebasan mendulang cinta di palung samudera nan dalam lapang…kerinduan meluapkan cinta pada alam tanpa mesti mandi wajib !
* stage Ruslee pada ego fisik
**stage Lune pada fisik yg melebur pada panggilan alam

Popularity: 8% [?]

Lebaran Pertama di Balikpapan

daengrusle October 23rd, 2007

Ini ada beberapa hasil menjepret saat berlebaran di Balikpapan. Lokasi di pelataran Jl Inpres IV, Gn Samarinda Balikpapan.

rs094496.JPGmahdi-senyum.JPG
Mahdi dengan baju lebarannya. Senang ya?

rs114508.JPG
Matahari ikut ber-lebaran 

rs114509.JPG
Jalan Tuhan dipenuhi hambaNya

rs114510.JPG
Khusyu’ Menyimak

rs114516.JPG
Nengokin apa Mahdi?

rs114520.JPG
Akhirnya kelar juga. Maaf lahir bathin ya?

rs114521.JPG
Berenang di hamparan koran

rs114522.JPG
The most important thing: Makan-makan!

Popularity: 29% [?]

sepagi ini aku ditipu langit

daengrusle October 23rd, 2007

hujan-dan-mesjid.JPG

sepagi ini aku ditipu langit
hujan sebentar dan
sebuah janji untuk terbangun
mengantarku menggauli timba dan tempayan
rintiknya menyanyi
mengibaskan embus pada dedaun
mencocokkan tubuh pada baju ternyaman
untuk hari yang bakal dingin
dan aih, tundulu!
selepas rambut dikentali selesai pula dia bercanda
menutup hujan yang sebentar dengan terik yang sejuk
matahari, pagi dan tepi hari

diatas dua roda besar yang basah mencari aspal sisa semalam
dan kepala yg dinaungi plastik tebal mengikat leher
derungku mencari jalan menuju janji

tak sampai dua bilangan
aku dibogem dingin dari pekat hitam diatas langit
ditumpahnya ribuan galon air serasa hendak menggenangi telaga
menitipkan basah pada kain dan kulit yang diselimutinya
menamparkan cemas ke punggungku
tak cukup menitip basah, juga mengikat macet
bersama derung yang lain,
ditemani bebal dan ketaksabaran
merayap jalan sempit dan kelok
dan setengah jam janji sudah terbilang

seratus depa menuju sampai
lagu hujan ditutup lagi, sial.
manggayutkan basah
menggerayangi tulang
meninggalkan umpat
ah, tak ada baju ganti pulak!

[oktober 23, 2007]

Popularity: 11% [?]

TelkomselFLASH atawa FALS :(

daengrusle October 22nd, 2007

Bagi penggemar internet, terutama blogger semacam saya yang tak punya fasilitas penunjang di rumah; fixed line phone, tentu terasa menyiksa acapkali mesti ke warnet untuk mengentaskan kegemaran. Selain makan waktu dan tenaga, apalagi kalo warnet nya jauh dan mesti ditempuh dgn mendaki gunung, he2, dan celakanya, hidup di kota yang sering byar pet listriknya, maka ke warnet bukanlah solusi yang nyaman.

picture-2.pngSupaya irit, saya coba pake layanan terbaru TelkomselFLASH!
Telkomsel Flash adalah layanan wireless internet yang disediakan oleh Telkomsel untuk seluruh customer Kartu Halo, Simpati, dan Kartu As dengan sistem time basis sekitar Rp 350/menit utk pake Pays As You Go, atau dengan paket lainnya yang lebih murah. Layanan ini didukung dengan teknologi HSDPA/3G/EDGE/GPRS Telkomsel yang dapat menghasilkan kecepatan sampai dengan 3.2 Mb/s. Layanan ini diakses melalui komputer, menggunakan modem, ponsel atau router. Kecepatan tinggi ini dimungkinkan karena didukung teknologi High Speed Downlink Packet Access (HSDPA). HSDPA adalah evolusi teknologi 3G (kadang disebut dengan 3.5G) yang dapat menghasilkan transfer data yang lebih cepat daripada 3G. Kecepatan download data HSDPA secara teori dapat mencapai 3.6 Mbps sedangkan 3G maksimum hanya dapat mencapai 384 Kbps. Bla-bla ini saya unduh dari websitenya.

Namun sayangnya, setelah saya berlangganan dgn mengirim sms ke 3636 dgn lama konfirmasi dari telkomsel selama 3 hari, itupun setelah saya menelepon ke customer care nya. Namun yang saya rasakan diawal, adalah betapa sulitnya. Saya acapkali kecewa setiap mencoba aksesnya, selalu interrupted atau failed connection pada saat access time nya 10 DETIK!. Beberapa kali saya menelpon customer care nya (Caroline), namun tidak ada solusi yang memuaskan, tidak ada perubahan. Maksimal time duration yang saya pakai untuk mengakses internet hanya 14menit! Tidak lebih, dan malah cuman 1-2 kali saja, selain itu hanya 10 detik!

Jengkel! Saya kebetulan mencoba paket Rp 50,000 yang hanya berlaku selama 1 minggu untuk pemakaian 24 jam. Namun, saat ini saya hanya bisa melakukan akses selama 2 jam total dengan beberapa kali putus nyambung. 22 jam yang tersisa mungkin tidak akan saya pakai lagi, soale udah capek mesti re-connect lagi. Handphone Nokia Komunikator 9300i yang saya pakai sebagai modem dgn kecepatan akses 450kbps, dan kemampuan download 250kbps kemudian hanya jadi modem bodong saja. Untuk menelpon ke Caroline lagi, sudah capai rasanya. Selain karena tidak ada solusi, juga perlu beberapa kali dial untuk bisa berbicara dengan officernya, itupun nanti akan ditransfer lagi ke officer khusus Flash.

Pada kali lain saya mengkonfimasikan kejengkelan ini, mereka menyebutkan bahwa akses nya sering time out karena jalur yg saya pakai adalah GPRS yang dianggap lebih lambat daripada 3G (Handphone N9300i saya tidak support utk 3G menurut mereka). Padahal saya sering akses internet via GPRS ini sebelum menggunakan Flash dan tidak ada masalah. Masalah saya dgn GPRS ini hanya satu, MAHAL!

Akses via GPRS Telkomsel, selain mahal Rp 12/kb , juga mesti di support oleh handphone atau PDA canggih berbandrol diatas 3juta an dengan fitur mendukung. Kebetulan HP Nokia 9300i dan layanan kartu halo ku cukup menunjang, dgn screen terbatas. Untuk menghemat, saya mesti men-setting No Image untuk setiap tampilan supaya tidak boros waktu download. Hanya sayangnya, entah kenapa, blogku kayaknya terset image semua, jadi gak bisa dilihat, apalagi editing. Alhasil, layanan GPRS ini hanya aku pakai utk ngechek email sahaja.

Eventhough, jalur GPRS ini yang kemudian sering saya pakai dan merasa lebih nyaman ketimbang TelkomFLASH yang kecepatan aksesnya tdk seperti yg dipromosikan, dan seneng pula time out!

Pulsa yang udah ditransaksikan tidak bisa dibatalkan lagi…So saya merasa membayar Rp 50,000 untuk akses 15 menit saja sangatlah MAHAL!. TelkomselFALS!

Popularity: 23% [?]

Sajak Tentang Sajak

daengrusle October 22nd, 2007

ada-tiga.JPG 

sajak adalah kata mencari makna?

kusangka, sajak adalah seni merangkai kata
kemudian membiarkannya terbang mencari makna
menyampir ke setiap benak pembacanya
dan menghidangkan piring kosong utk diterjemahkan sebisanya

ataukah, sajak adalah makna memilih kata?

adakah ia untaian seribu makna
yang diungkap dalam kriya bebaris huruf yg merangkai kata
kemudian berjalan jauh
menemui satu satu hati yang menunggu
untuk disirami dengan seribu makna

Popularity: 8% [?]

Subhanallah: Meluruskan yang Bengkok

daengrusle October 18th, 2007

Ketika tiba di akhir rakaat ketiga Ashar tadi, selepas sujud imam langgar kami pak Haji Mulyono yang pensiunan pegawai Dephankam itu kemudian terduduk untuk tahiyat akhir. Sejurus beberapa ma’mun yang mungkin pikirannya jauh di negeri lain ikut bertahiyat, namun beberapa yang lain yang masih awas di sore yang terik itu, sigap mengucap, “Subhanallah”. Maha Suci Allah, yang tiada lupa dalam kamusNya. Lantas, sang Imam sadar atas kesalahannya, bangkit berdiri dan meneruskan rakaat terakhir. Lugas. Ashar yang sempurna hari ini,  menurutku.

Ketika sholat Ied di kampung sebelah, di pelataran jalan Inpres IV depan Masjid al-Hijrah yang artinya kira-kira berpindah ke sesuatu yang lebih baik, saya mengalami hal yang hampir sama. Selepas rakaat pertama dari sholat Ied itu, sang Imam yang menurut kabar adalah seorang pengacara, terlupa untuk melakukan lima takbir setelah takbiratul ihtikam. Lima takbir yang tentu saja merupakan salah satu rukun sholat dari pandangan fiqh. Saat itu tak ada ma’mun/jamaah yang mengingatkan kekeliruan ini, termasuk saya. Walau sebenarnya cukup menyebut Subhanallah saja saat itu, mungkin si Imam yang tersedu sedan terisak keras saat itu bakal sadar seketika. Tapi tak ada pelurusan. Si Imam meneruskan bacaan sholat dan rakaatnya hingga tuntas di tahiyat akhir. Hanya obrolan bisikan sana-sini dari ma’mun yang ‘menyadari’ kekeliruan itu selepas salam. Tapi sudah terlambat, omongnya belakangan saja, he2. Termasuk saya.

Subhanallah, itulah kearifan sederhana yang diterapkan oleh Islam saat menemukan kesalahan dalam sholat. Dilakukan dengan lugas dan santun, karena hanya menyebutkan nama Allah yang suci. Yang diingatkan dan yang mengingatkan sudah sama  mengetahui keadaan yang keliru. Tidak ada pelaknatan, tidak ada yang merasa direndahkan. Tidak ada malu, apalagi tinggi hati. Dan paling penting, sederhana. Kemudian, selanjutnya bisa kembali ‘damai’.

Diproyeksikan ke tingkat yang lebih luas di masyarakat, cara ini bisa saja sangat membantu apalagi dalam kenyataan banyak sekali kekeliruan yang terjadi dalam masyarakat. Bukan hanya jamaah, tapi juga imam/ulil amri kita yang sudah tidak jelas mendudukkan kebaikan diatas kejahatan, atau sebaliknya. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sistematika penyampaian kritik dengan subhanallah;

1. Kesalahan yang terlihat adalah kesalahan standard, umum, dan disepakati oleh semua jamaah. Artinya kesalahan yang terjadi pada umumnya dimaklumi dan diketahui oleh semua pihak, sehingga Imam dan Ma’mun bisa memperbaiki bersama-sama tanpa ada perdebatan. Kata lainnya adalah konsensus!

2. Kesalahan nyata terlihat, tidak sembunyi-sembunyi. Kesalahan dirasakan secara menyeluruh oleh sebagian atau semua jamaah, dan bukan kesalahan yang diam-diam. Sang Imam yang memimpin sholat ashar tentu saja tak akan diketahui apakah bacaan sholat saar berdiri, ruku, sujud atau tahiyat itu dilakukan dengan benar atau salah. Karena selain dibaca dengan syiirr atau pelan, juga dalam beberapa mazhab Islam bacaannya banyak ragamnya, tidak standard.

Wallahu ‘alam bisshowab.

Popularity: 18% [?]

awal-akhir dan sajak pesisir utk Intan Marina

daengrusle October 17th, 2007

 mahdi-dan-tirai.JPG

awal akhir

terhampar di garis waktu, anakku
dan garis berubah titik tanpamu

engkau menari dalam lembar sejarah
menoreh lambai tanganmu mengibas tawa
menjadi tomanurung, juga messiah

dalam abjad anakku
kau dieja pada dengus lahir
jua diucap pada hembus akhir

kau hadir di dua tepi siang
dan dua tepi malam, anakku
menemani munajat yang tanpa akhir

engkau desersi pada waktu
beranjak ketika detak belum selesai
menjadi pemula untuk sebuah paripurna

Sajak Pesisir - Untuk Intan Marina binti Dg Nuntung

anakku, anakku..
di pesisir, di pantai itu kulihat desir ombak mengikuti langkah kecilmu
jejak jejak tapak kakimu menandai satu-satu cinta yg kau sebar
bagai jutaan butir pasir yang bernyanyi lagu pantai…

anakku
kulabuhkan rindu yg membuncah
menarik layar dan cadik ke cadas karang
dan senandung ombak menghangatkan mentari
dan menggayungi pasir

di pesisir, anakku
disana rindu dan asa kutambatkan untukmu
juga setangkup bangga
atas setiap simpul senyumu, setiap dengus nafasmu dan HIDUPmu!

balikpapan, 17 oktober2007

Popularity: 9% [?]

Next »