Archive for November, 2007

[sajak] masih menunggu

daengrusle November 9th, 2007

maipa.JPG 
kutunggu, kutunggu kau putriku
membilas heningku
pada sebuncah tangis bermakna rindu

datanglah, datanglah putriku
telah kusiapkan telaga
untuk menggenang semua tumpah

tsummassabyila yassarahu*
kemudian Dia memudahkan jalannya…Amin!

* QS:80:20

Popularity: 6% [?]

Suara Tuhan?

daengrusle November 6th, 2007

Sejarah adalah kronik para pemenang, sudah terbukti dimana-mana.
Tapi pemenang ini didefinisikan sebagai pemenang yang menguasai dimensi waktu, dia bisa berganti kapan saja, dan dengan demikian bebas membukukan sejarah “baru lagi, bahkan mampu mengganti sejarah yang sudah mengendap di kepala rakyat sejak bertahun-tahun.

Siapa nyana bahwa Tirto Adi Suryo selama lebih dari 50 tahun sejak awal abad 20 adalah pahlawan pers nasional, tapi kemudian 32 tahun selepas G30S/PKI namanya menjadi gelap dalam lembar sejarah dan ditukar oleh Pram dengan nama aneh untuk ‘melindungi’ kesejarahannya, Minke. Kemudian sejak mahasiswa menduduki atap gedung MPR thn 1998, nama Tirto kembali muncul dan dibicarakan di majalah-majalah. Sama seperti Tan Malaka, Haji Misbach, Aidit, dll. Mereka adalah objek sejarah yang ‘predikat’;nya dipermainkan oleh para subyek, rezim itu.

Suara tuhan adalah suara Rakyat?
Rakyat yang mana, pada kasus Tirto, Tan Malaka, Misbach? apakah itu suara tuhan adalah suara yang diam dan tergagu dibalik istana2, dan bukankah pemerintah itu juga berasal dari kampung-kampung rakyat? ataukah yg lebih tragis adalah suara yang diserukan oleh para sesepuh organisasi massa untuk membantai rakyat yang dilabeli PKI kah? atau suara tuhan yang mana yang telah mengejawantah menjadi suara rakyat?
Dulu di jaman Romawi - Caligula, suara Tuhan sempat punah, diganti oleh hedonisme dan kemarukan pemujaan birahi. Juga zaman Sodom dan Gomorah, tidak ada suara Tuhan disitu, bahkan saya yakin orang-orang saat itu menganggap justru tuhanlah yang mewajibkan mereka bergumul dengan birahi.Makanya “Tuhan” yang lain kemudian membuat buminya diluluh lantakkan dan digantikan dengan manusia2 baru yang sudah tercerahkan. Betapa egoisnya Tuhan itu (kalau dipikir-pikir ya…he2)

Vox populi vox dei, kadang2 tepat juga. Isitlah ini menurut saya tidak ada sangkut pautnya dengan Tuhan dalam pengertian religius. Dei disini mewakili suara orang kebanyakan yang punya hak tapi tak tertunaikan oleh penguasa zalim, suara yang agung dan menjadi milik rakyat, bahkan dianggap suara yang suci dan sebagai ‘pelarian’ para utopis kala dihantam oleh kuasa rezim yg memerintah saat itu. Suaar yang menyerukan kenaikan UMR, suara yang menyerukan pengembalian tanah yang dirampas, suara yang menyerukan penurunan biaya kesehatan dan pendidikan. Dalam zaman yang rakyatnya tertindas seperti ini, dibutuhkan pula nabi atau pemimpin revolusioner yg didaulat utk menyuarakan suara itu. he2.

Buat saya, pengertian suara ini menjadi bias kadang-kadang ya.

Suara Tuhan dalam pengertian tertentu, adalah suara yang pasif. tidak aktif. Sejak selesainya masa kerasulan, tidak pernah ada lagi korespondensi tertulis yg diakui secara formal antara manusia dan Tuhan. Tuhan meninggalkan suara-suara nya dalam kitab-kitab suci. Yang kemudian ditafsirkan oleh manusia dalam berbagai pemikiran. Apakah, penafsiran ini bisa dianggap sebagai suara Tuhan? hanya nurani kita yang tahu.
Yang jelas, seperti yang saya angkat sebelumnya, fatwa sesat yang kemudian menggiring umat untuk melakukan kekerasan, pembakaran dan penganiayaan terhadap sesama nya manusia adalah fatwa yang mencemaskan, dan perlu dipertanyakan apakah betul merupakan suara Tuhan yang kita kenal?
Seperti yang dituliskan oleh Tempo di edisi minggu ini, apa pantas kita mengadili keyakinan?

Inilah salah satu yang perlu kita perhatikan. Minimal kita mengajarkan ke anak-anak kita, untuk selalu menghormati seaneh apapun keyakinan orang lain di mata kita. Kita insya Allah dibekali suara Tuhan dalam bentuk nurani yang bisa membisikkan nasihat -nasihat sejuk bahkan untuk menyirami emosi yang meluap-luap hanya karena ‘berbeda’.

Dalam banyak kesempatan, kita sering membaca hadist; Rasul diturunkan untuk menyempurnakan akhlak. akhlak seperti apa? ada pada setiap simpul kearifan sederhana dalam berkomunikasi dengan sesama, ketika kita tidak menyinggung perasaan tetangga, tidak menceritaka kebobrokannya, tidak menyakiti hatinya, dll…agama itu adalah agama yang aktual, membumi. jangan keyakinan dan ideologi nya yang dihantam, tapi lihatlah perilaku nya. Kalau ada jamaah yang mengingkari orang tuanya yang welas kasih, maka akhlak dan penafsiran atas keyakinannya itu jelas-jelas salah. Kalau ada ustad yang menyerukan membakar hak milik orang lain yg bukan haknya, maka itu adalah perbuatan melawan hukum, bahkan hukum agama nya sendiri.
Hari ini, mungkin puluhan, bahkan ratusan sesama manusia kita dikejar2 oleh sekelompok massa yang memgang beleid keputusan MUI ttg fatwa sesat atas sekelompok jamaah. Mereka merasa berhak melakukan pembasmian atas nama ajaran agama yang dibawa untuk menyempurnakan akhlak. Dan sempurnakah akhlaknya dengan merusak, menganiaya sesama manusia? [jadi teringat kaum khawarij yg sangat santun dan menghormati umat agama lain, tapi begitu kejam menyembelih sesama muslim yang berbeda keyakinan]

Popularity: 16% [?]

berapa sisa umurmu pagi ini, jimpe?

daengrusle November 5th, 2007

jimpe-dan-temang2.JPG 

untuk the “J” yang sedang ultah

sedari subuh aku sudah berdiri depan kotakmu temang
coba mencari jendela berkusen semangat
yang pernah kau kapuri dengan renyah tawamu
dulu di Puntondo

aih rupanya aku agak sial pagi ini
hanya kudapat dengkuran pagi yang berat
dan remah putu cangkir pada keyboard yang berhiaskan sendutan rokok
dan sebuah puisi tentang cara membunuh lupa
yang mungkin telah diakhiri oleh kantuk

pada pejam matamu yang berbau bantal itu
kulemparkan dua tanya untuk kau jawab di mimpi pagi mu ini.

umur berapa kau pagi ini, jimpe?
adakah seperti pagi yang lain
memamah janji memilin waktu dan mengakrabkannya dengan kertas dan pena
ataukah umur hanya seperti dentum suara balok
pada mesin tenun dikolong rumah seperti yang kujumpai di Sempangnge
datar, dan hanya berarti bahwa pagi sudah datang
dan tangan-tangan perempuan ber-cello itu ramai mengisi umur
dengan nyanyi sanjak pattirosompe menunggu para lelaki bersarung pulang

berapa sisa umurmu pagi ini, jimpe?
sudahkah kau hitung berapa bait puisi yang kau bagi untuk teman2 kecilmu
yg sedang mengayuh rindu pada sepetnya bau kertas beraroma tengik
bertuliskan nomor hape penjual ikan di Karuwisi
atau bisa jadi seorang remaja puber yang mencari cinta di Pasar Terong
sudah puaskah kau menyeruput kopi di cangkir setiap siang kala terbangun
dan memandangi selokan yang bersampah,
sampah yang didandani bau busuk
seperti yang kupelihara bersama lalat di Pannampu itu.

maafkan aku tak menghadiahkan kecupan pagi, teman
untuk hari dimana kau mungkin sedang berbahagia
dilumuri ucapan dan kecupan (punna upa’) selamat
ini hanya pusaran kata yang mungkin nirmakna bagimu
atau mungkin cuman ocehan yang berlalu seperti angin
hilang, selepas nafas memburu segar
atau hujan mencari dedaun untuk dimandikan
atau seperti telaga yang tumpah mencari selokan
atau seperti pesisir yang kehilangan nyiur dan sampan para nelayan
atau seperti bapak yang sedang menunggu putri yang dijanjikan

semua hanya mungkin, seperti ucapmu dulu.

selamat ulang tahun teman.

Popularity: 4% [?]

Mahdi dan Blognya

daengrusle November 1st, 2007

 mahdi-dan-blognya.JPG

Mahdi lagi senang menulis (tepatnya menggambar). Dia pengen jadi blogger juga kayaknya. Dan untuk itu, dia membutuhkan ruang yang luas untuk memenuhi hasrat ke-penulis-annya.

Alhasil, dengan kecerdasan anak seusianya, dia menemukan ruang itu. Itulah dinding kamar kami. Saya dengan bangga memandangi tulisannya itu sampai terharu, terbayang mesti mem’beres’kan tulisan itu di masa akhir kontrak rumah kami…he2.

Menulis lah nak, ungkapkan semua isi hatimu sebebas-bebasnya. Kami - orang tua - mu mungkin tak sanggup menampung semuanya dalam kasih sayang kami, karenanya bebaskan dirimu mencari bentuk terbaik dari hati mu itu.

mahdi-dan-blognya-2.JPG

By the way, Mahdi rupanya merasa bagian dari Komunitas Blogger Makassar - Anging Mammiri lho…

young-blogger.JPG

Popularity: 5% [?]

« Prev