Archive for January, 2008

Saya memulai pagi ini ….

daengrusle January 31st, 2008

Saya mengawali pagi ini dengan sembab. Duduk paling belakang di atas angkot yang lamat, saya diayun oleh lelagu Nidji yang romantis mendayu-dayu.

Ditanganku, ada Laskar Pelangi.

Saya belum lagi membaca nya sampai tiga lembar, tapi cuplikan tayangan Kick Andy - episode yg menghadirkan Andrea Hirata penulis novel ini, seperti tergambar jelas di kepalaku. Cuplikan singkat itu adalah adegan beberapa detik yang mempertemukan Andrea Hirata dengan Ibu Guru Muslimah, dan tangis pecah dari mata Andrea. Mengharukan.

Saya belum lagi menuntaskan novel terkenal ini, tapi sembab itu sudah memenuhi kedua mata saya.

Beberapa hari terakhir ini, saya memang terguncang secara emosional. Dan sembab itu ibarat tamu yang datang dan pergi, namun selalu setia berkunjung.

Popularity: 52% [?]

Pak Harto - Dimaafkan? Tidak Dimaafkan?

daengrusle January 29th, 2008

makam-pak-harto.jpg
[foto diambil dari detik.com]

Apakah perlu memaafkan Soeharto? Banyak yang memaafkan, dengan alasan kemanusiaan, tapi banyak juga yang menolak memberi maaf, karena terkenang rentetan kesalahan masa lalu yang pernah diperbuat Soeharto. Persoalan kemanusiaan dan hukum memang lain ranahnya. Kita bisa memaklumi kekhilafan seorang pendosa, tapi kita juga membutuhkan tegaknya pranata hukum dalam masyarakat kita, agar semua menghormati pranata tersebut.

Dari diskusi di mailing list yang saya ikuti, cukup meriah persoalan maaf-memaafkan Pak Harto ini. Sebahagian masih ada yang merasa bahwa kesalahan Pak Harto sudah sedemikian bobroknya sampai mengucapkan bela sungkawa atau mengiringi kepergian beliau dengan doa pun tidak mau, apapun alasannya - bahkan alasan kemanusiaan. Beberapa tokoh nasional, seperti Amien Rais, juga Guntur Soekarnoputra dan yang lainnya sudah menyatakan memaafkan dosa-dosa beliau, atas nama kemanusiaan. Namun mereka tentunya tidak berkeinginan agar kasus hukum yang menyertainya juga dibekukan. Persoalan kemanusiaan dan hukum lain ranahnya. Kita bisa memaklumi kekhilafan seorang pendosa, tapi kita juga membutuhkan tegaknya pranata hukum dalam masyarakat kita, agar semua menghormati pranata tersebut.

Berbicara tentang maaf atas pak Harto ini saya tiba2 teringat dengan kisah Rasulullah Muhammad SAWW yang saat Fatuh Makkah (penaklukkan Makkah) teramat mudah mengampuni Abu Sofyan dan kroni2nya yang sebelumnya sangat bejat luarbiasa bin buas kepada sang Rasul dan pengikut2nya. Bahkan rumah Abu Sofyan yang penghulu para pembenci Rasulullah SAWW, oleh sang Nabi dianggap sebagai rumah yang dijamin keamanannya. Begitu cepatkah sang Rasul melupakan kebejatan musuh-musuhnya? begitu lemahkah ingatan Nabi atas masa lalu yang begitu mencekam?

Sejarah membuktikan kemudian, setelah Rasulullah SAWW memberikan maaf yang tanpa tedeng aling-aling, tanpa pengecualian dan tanpa pengadilan, semua musuh diampuni tanpa merasa terbebani oleh dosa sejarah, masyarakat Makkah - Madinah yang dibangun beliau serta merta berkembang pesat menjadi lebih baik. Islam yang didakwahkan menjadi pemersatu diantara mereka, bahkan menjadi landasan ideologis membangun masyarakat yang damai, tanpa memaksakan dan memobilisasi dianutnya agama tersebut - masih banyak masyarakat Makkah Madinah yang menganut agama lain selain Islam saat itu. Apa yang hendak dicontohkan Rasulullah SAWW dari kisah ini? Continue Reading »

Popularity: 59% [?]

[sanjak] Pertemuan yang tak dikehendaki

daengrusle January 28th, 2008

:: kakakku, rusdiana

apa yang hendak kukata, perempuan yang kini matanya menerawang lamat
saat kulihat jejari yang menggapit lunglai memanggilku mendekat, dengan hela nafas yang berat
sekadar mendenguskan kehadiranku yang sedang tercabik oleh haru dan duka yang sangat
oleh melihatmu seperti melempar diriku ke telaga sembab yang meluap hebat

dunia seakan berhenti memainkan waktu, kenangan tentangmu silih berganti menempati ruang
setiap kata yang diam, dan tersembul seperti merapal ribuan doa, shalawat dan nama-Mu
kami adalah kelingking yang kecil, tercabik kulitnya oleh gelisah dan pertarungan harapan
kami tahu Kau akan menang, tapi kami sungguh tak akan berhenti memperbaiki nasib, seperti janji-Mu

pertemuan ini sungguh tak kukehendaki, perempuan yang hatinya sekokoh gunung
sungguh tak ada dalam notesku, tak kuinginkan, apalagi kurencanakan
walau pernah bayangan yang muram dilintaskan oleh tubuhmu yang ringkih
namun sayangku padamu membuatku melemparinya sejauh mungkin, sampai hilang

dari selang dan kabel berinduk pada layar monitor yang tak henti menjamahmu
kusaksikan uratmu menyembulkan semangat, dengan senyum dan mata nanar yang menyisakan api
tak henti kulihat geliat hidup yang menuntunku berharap berganti peran
walau kusadar mungkin tak sanggup aku menahan seberat yang kau mampu pikul

Tuhan, Ya Rahman Ya Rahiim
Kasih Sayang-Mu melebihi Amarah-Mu, itu janji-Mu, kan?

Popularity: 48% [?]

[sanjak] kakakku

daengrusle January 23rd, 2008

:: kakakku tersayang yang sedang berjuang

aku ingat wajahmu yang teduh mengecup dahiku dengan bangga
dan aku tak akan lupa membalas dengan kecupan juga di dahimu
dan memberi tambahan sebuah pelukan erat hangat beberapa jenak

sore ini aku dihantam kabar tangis tentang ketakberdayaanmu di sana
dan aku membalasnya dengan rinding dan haru yang kemudian tumpah sesaat
bahkan doa pun sampai lupa kupanjatkan, hanya mengingat kecup di dahimu sungguh

malam nanti aku mungkin meraung memohonkan Tuhan memberimu yang terbaik
ah tidak, Tuhan tak perlu aku suruh macam-macam, aku hanya hendak memuji Nya
semoga dengan itu Dia akan menurunkan karuniaNya kepadamu, sungguh

ah, kakakku
betapa kini mata menjadi lembab karena kecup mu itu seperti menyerbu masuk
ke hatiku… Continue Reading »

Popularity: 54% [?]

[sanjak] Samudera Kosong

daengrusle January 23rd, 2008

samudera kosong
:: pemuja pesisir, daeng nuntung

aku ingat saat tongkat mulai membelah samudera, dan kita menapak cemas di tengahnya
di tengahnya yang kosong, hanya ada nafas kita yang saling memburu
dan mata gelisah mencari ujung pantai yang diselimuti halimun kelam dan pelangi muram
dinding air yang bergolak marah, membilas rasa kecut hingga ke sumsum
kubekap tubuhmu dan kuhembuskan separuh semangat, kita akan sampai, tenanglah!

aku ingat saat kaki yang telanjang menapak pada hamparan reruncing cadas
dan titik-titik darah mulai mengalir dari pori-pori kulitmu yang halus
kutawarkan lenganku untuk menjauhkan mu dari pedih yang menyerbu
kau katakan iya, sangkutkan aku di dadamu, tolonglah
aku cemas, dengan separuh semangat yang tersisa, akankah aku mampu merobek halimun?

samudera itu terbelah oleh rasa pongah kita, bahwa cinta adalah bekal sungguh, dan hanya perlu itu
tapi reruncing cadas mengingatkan kita, bahwa ada labirin muram yang pedih padanya
kita mesti menapaknya, meski dengan kelam, dan ujung pantai adalah halimun yang mengejek
semangat yang kita pompa semenjak dulu, saat janji mulai dirajut dan tekad dipasakkan
mungkin belum cukup membawa kita sepenuhnya berdendang riang

ya, ada samudera kosong terbelah dengan reruncing cadas diantaranya.
tapi kita akan sampai, tenanglah!

pasir ridge, 23januari08

Popularity: 40% [?]

Puasa Asyura - Penyimpangan Historis?

daengrusle January 18th, 2008

 asyura

Hari ini, 10 Muharram, banyak Muslim yang saleh me­lakukan puasa Asyura (Asyura artinya tanggal 10 Muharram) Mereka ingin mencontoh Rasulullah saw. yang berpuasa pada hari itu. Saya kutipkan salah satu hadis tentang puasa Asyura dari Shahih Bukhari:

“Dari Ibnu ‘Abbas, ketika Nabi Muhammad saw. tiba di Madinah dia melihat orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Nabi saw. bertanya: ‘Apakah ini?’ Orang-orang Yahudi berkata: ‘Ini hari yang balk. Pada hari inilah Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa a.s. berpuasa pada hari itu.’ Kata Nabi saw.: ‘Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.’ Maka Nabi pun melakukan puasa dan menyuruh orang untuk melakukannya juga.”

Bukhari menyatakan -hadis ini sahih. Tetapi marilah kita teliti dengan ilmu hadis dan kritik historis. Segera kita menemukan beberapa hal yang janggal.

Pertama. Sahabat yang meriwayatkan peristiwa ini adalah Abdullah ibnu ‘Abbas. Menurut para penulis biografinya, Ibnu ‘Abbas lahir tiga tahun sebelum hijrah. Ia hijrah ke Madinah pada tahun ketujuh Hijri. jadi, ketika Nabi saw. tiba di Madinah, Ibnu ‘Abbas masih di Makkah dan belum menyelesai­kan masa balita-nya.

Dari mana Ibnu ‘Abbas mengetahui peristiwa, itu? Mungkin dari sahabat Nabi yang lain, tetapi ia tidak menyebutkan siapa sahabat Nabi itu. Ia menyembunyikan sumber berita, sehingga seakan-akan ia menyaksikan sendiri peristiwa itu. Dalam ilmu hadis, perilaku seperti itu disebut tadlis (Pelakunya disebut mudallis) Continue Reading »

Popularity: 51% [?]

ini seperti janji

daengrusle January 16th, 2008

ini seperti janji
::rara

nelayan dan dua anaknya menggapit sampan di tepian telaga
sampan yang terbelah pada lunasnya,
cadik yang patah dan layar sobek sisa badai

dongengkan aku tentang badai semalam, wahai nelayan
Continue Reading »

Popularity: 38% [?]

Bosan

daengrusle January 16th, 2008

::kepada bosan yang datang bertamu

terima kasih
silahkan menunggu di luar saja

[dia diam, tapi dia tetap masuk. bebal]

terima kasih
silahkan duduk
dan tunggu saya selesai
dengan semua yang tak terselesaikan

[dia memeluk, bau badannya bikin mual]

Continue Reading »

Popularity: 37% [?]

Sejatinya adalah Romantisme

daengrusle January 16th, 2008

Romantism:
:: intan baiduri

pada tigabelas ketukan sitar di tepi malam yang senyap
ada rembulan meliukkan siluet senyum dan tangis
menghantar aku pada diam yang hinggap
di satu noktah waktu - kenangan
Continue Reading »

Popularity: 34% [?]

Nge-blog di Majalah Tempo

daengrusle January 15th, 2008

Nge-blog di Majalah Tempo? Kok bisa? Ya iya lah, bersuara itu gak cuman di blog aja. Bisa juga disalurkan di saluran lain. Majalah misalnya; bisa lewat opini, surat pembaca atau ikutan survey interaktif nya.

Dua edisi majalah Tempo berturut-turut rupanya menjadi ajang ke-narsis-an saya. Bermula dari keisengan mengisi komentar di survey interaktif yang ada di majalah Tempo Online, akhirnya muncul juga komentar saya di Majalah Tempo versi cetak edisi 7-13 Januari 2008. Saat itu survey nya tentang “Persiapan Pemerintah Menghadapi Banjir”. Nah, saya cukup percaya diri untuk mengisi koment dengan komentar yang unik tapi berbobot, he2, secara saya menduga bahwa Majalah Tempo tentu memilih komentar yang bermutu tapi unik.

 tempo-13januari08.jpg

Selepas edisi itu, saya coba mengirim ’sebahagian’ postingan saya melalui email ke redaksi Tempo tentang Pilkada Sulsel di blog ini: Pilkada Sulsel, Benazir Bhutto dan Aqidah Kekuasaan. Eh, dimuat lagi di edisi 14-20 Januari 2008. Senengnya! Sayangnya ada kesalahan disitu, masa domisili saya ditulis Kalimantan Selatan, padahal di situ jelas-jelas ada disebut Balikpapan. Kelihatannya Redaksi tidak lulus pelajaran Geografi nih.  Continue Reading »

Popularity: 40% [?]

Next »