Orang Miskin Dilarang Beli Buku!

daengrusle January 2nd, 2008

gramedia-balikpapan.jpg

Entah kenapa tadi pagi saya merasa rindu ke toko buku, terutama karena saya penasaran pengen menjamah lembar-lembar halaman buku-buku baru yang belakangan banyak diiklankan di media.

Memang sebelumnya saya sudah beberapa kali mengunjungi toko buku langganan saya, Toko Buku Karisma di Mall Rapak (Ramayana) Balikpapan. Itupun karena kebetulan beberapa kali mesti menemani istri berbelanja bulanan di Mall itu yang lokasinya cukup dekat dengan rumah saya, jadi sekalian saja cari buku baru dan bagus. Tapi buku-buku di Toko Karisma ini rasa-rasanya teramat kuno, tidak terlalu menarik. Hanya ada satu dua buku saja yang bagus, terbitan penerbit dan tulisan pengarang yang jaminan mutu. Tapi secara keseluruhan stok bukunya kurang berkualitas. Kebanyakan adalah buku terbitan sendiri, atau buku lama yang sudah tidak sejalan lagi dengan zaman sekarang. Hanya satu kelebihan Karisma dibanding Gramedia, harga nya lebih murah sekitar 20-30%. Lumayan! Apalagi saya sudah terdaftar jadi member di Karisma, sehingga bisa menikmati discount 10% untuk setiap buku.

Nah, pagi ini saya hendak mengajak mata dan otak saya pelesir ke toko buku Gramedia Balikpapan, yang lokasinya terletak di Plaza Balikpapan atau lebih dikenal dengan BC= Balikpapan Center. Di sana saya termanjakan oleh banyaknya buku-buku baru, bagus dan menarik. Saya sempat menjamah setengah isi buku GM yang baru; Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai. Ada juga buku kumpulan Puisi Joko Pinurbo yang diberi judul sableng: Celana…. dan Kepada Cium. Menarik. Saya juga sempat mencatat beberapa buku bagus disana yang rencananya akan saya beli kalau ada rezeki; Trilogi Laskar Pelangi (kuno ya saya soale belum baca buku heboh ini, he2), Kompas Menulis dari Dalam, sebuah buku bagus buat yang seneng menulis; Menjadi Indonesia, sebuah buku sejarah tebal karangan Parakitri Simbolon yang pantas dijadikan referensi; Antologi Lengkap Cerpen AA Navis, wow ini lah buku penulis cerpen Legendaris Robohnya Surau Kami yang sangat layak untuk dimiliki; Duo buku tebal tentang perang salib, Perang Suci karya Armstrong dan Perang Salib karya Hillenbard; ada juga buku History of the Arabs karangan Hitti yang juga tidak kalah menariknya.

Dari sekitar tiga jam menjelajahi toko buku itu, saya hanya mampu membeli buku yang membuat saya sumringah; selain karena bukunya sangat menarik dan relevam dengan lingkungan profesional saya, juga diterbitkan oleh penerbit terkenal berkualitas, Pantau, dan terakhir harganya sangat murah, cuman Rp. 18,000. Padahal buku yang berjudul Covering Oil itu memuat ulasan lengkap dan menarik tentang industri minyak dunia. Buku itu rupanya diterbitkan khusus untuk menjadi panduan bagi wartawan yang hendak meliput industri minyak. Salah satu penulis artikel dalambuku itu adalah Joseph E Stiglitz penerima Nobel Ekonomi 2001 yang menulis sebuah artikel menarik tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam di Negara Berkembang; antara Berkah atau Kutukan.

Saya hanya merasa perlu membeli satu buku Covering Oil itu saja. Kenapa? Harga buku di Gramedia Balikpapan ini termasuk harga yang membuat kita bergidik. Sangat Mahal. Kalau dibandingkan dengan harga buku yang sama di Gramedia Jakarta atau Makassar, maka harga di Balikpapan lebih mahal sekitar 30-50%. Untuk buku menarik “Kompas, Menulis dari Dalam” di iklan di harian Kompas hanya berbanderol Rp 50,000. Tapi di Gramedia Balikpapan, harganya di mark up menjadi Rp 74,000! Busyet, perbedaan harganya sudah 50%! Hal yang sama juga terjadi pada buku laris Laskar Pelangi. Membuat takjub sekaligus desperate! Mungkin di Balikpapan, buku masih dianggap barang sangat mewah, sehingga perlu dihargai tinggi. Tidak perlu peduli akan misi negara mencerdaskan kehidupan bangsa, kalau profit bisa digapai setinggi mungkin, maka buku – yang barang mewah itu – tidak apa lah dihargai setinggi langit.

Seorang kawan pernah bercerita. Bermula dari kegelisahan yang sama mengenai harga buku di Gramedia Balikpapan yang sangatlah mahal, maka ia bertanya ke salah satu kenalannya yang kebetulan bekerja sebagai staf di Gramedia Balikpapan. Teman saya yang pelahap buku itu bertanya dengan rasa penasaran, “Kenapa buku di Gramedia Balikpapan jauh lebih mahal daripada di kota lain?. Terus staf toko buku terbesar se-Indonesia itu menjawab dengan jumawa, pongah dan sekenanya,”Wah tenang aja bos, biar semahal apapun kan tetap saja laku. Buktinya anda masih saja ke sini! Jawaban bodoh. Dan tanpa disadarinya, dia sudah kehilangan seorang pelanggan potensial. Belum lagi kalau teman saya itu bercerita ke kawan yang lain. Bakal berapa banyak pelanggan yang beralih dari toko buku pongah nan mahal itu.

Alhasil, teman saya yang kebetulan bekerja di perusahaan minyak terkenal itu membuat resolusi baru sejak itu. Sampai kapanpun, dia tak akan pernah lagi membeli buku di Gramedia Balikpapan! Dia punya cara lain untuk mendapatkan buku-buku berkualitas kegemarannya; meminta teman yang kebetulan sering bolak balik Makassar - Balikpapan untuk membelikan buku di Gramedia Makassar, atau meminta saudaranya yang di Jakarta untuk membelikan buku yang diinginkan. Pokoknya tidak ada lagi hasrat membeli buku di Gramedia Balikpapan. Berkunjung sih sering, tapi hanya untuk meng-up date informasi buku terbaru. Atau sekedar menjadi perpusatakaan dan taman baca gratis di kala suntuk dengan kerjaan di kantor.

Saya sendiri, memilih untuk membeli buku yang diincar melalui toko buku online yang belakangan banyak bermunculan di internet, atau pesan via temen yang rela direpotin, he2. Insya Allah bisa dipercaya, apalagi harga yang ditawarkan cukup bersaing. Biasanya toko buku online ini menawarkan potongan harga hingga 15-35% dari harga normal di pasaran.

Buat saya, beli buku di Gramedia hanya sesekali saja. Itupun kalo memang sangat tertarik pada bukunya. Persoalan harga buku yang sangat mahal di Gramedia Balikpapan sungguh merupakan strategi mengusir pembeli dengan jitu. Ibaratnya, mereka sedang meneriakkan slogan “Orang Miskin Dilarang Beli Buku!

Popularity: 34% [?]

There are 18 Comments for
    “Orang Miskin Dilarang Beli Buku!”

  1. puteeon 03 Jan 2008 at 10:43 am

    Kerdasan seseorang memang dilihat dari seberapa besar minat baca seseorang…
    jadi tidak bertanyami saya bagaimana besar minat abcata’ :D

  2. ipulon 03 Jan 2008 at 12:18 pm

    weittss…gila, buku seharga Rp. 50.000 dinaikkan sampe Rp. 74.000,- ???
    ambil untungnya banyak sekali….
    mungkin mereka pikir karena Balikpapan adalah kota minyak maka otomatis warganya juga punya penghasilan yg lebih dr daerah lain, makanya harganya ditinggikan..hahaha..
    tapi jawaban si pegawai Gramedia itu memang bodoh…sama sekali tidak masuk akal dan hanya mempertontonkan ketotolannya sendiri..

    btw, untuk tetralogi “Laskar Pelangi”, sy sudah punya 3 bukunya…hadiah tahun baru dari Istri tercinta..hehehe..
    ada review-nya di Blog-ku..

    ipul’s last blog post..Pelangi yang menyapu mendung

  3. madceson 03 Jan 2008 at 1:45 pm

    Iye … mahal sekali memang daeng …..

    madces’s last blog post..Ucapan Tahun Baru 2008

  4. amrilon 03 Jan 2008 at 3:27 pm

    Edede…kajjala’ dudu’ ki’!

    Masa buku “Lasykar Pelangi” sampai semahal itu?

    Strategi lain Daeng Rusle, mari kita laksanakan kegiatan “Rantai Buku” di Milis Blogger Makassar yang pernah saya usulkan dulu.

    Meminjam isitilah Pertamina : “KITA UNTUNG, KOMUNITAS UNTUNG!”..hehehe

    amril’s last blog post..LOMBA-LOMBA DALAM RANGKA HUT KEDUA BZ! BLOGFAM

  5. deenon 03 Jan 2008 at 6:10 pm

    Padahal penulis buku hanya mendapat sekitar 30 % dari harga jual loh daeng.. :).
    Makanya sekarang banyak penulis yang sekali nulis buku, ogah mi.. krn merasa tidak mendapat
    “penghargaan” yg cukup layak. Akibatnya banyak bermunculan penulis baru, lalu gugur lagi.
    Tapi dengan itu, dapat dilihat, para penulis yang konsisten krn idealismenya untuk mencerdaskan
    bangsa ato tidak..
    Sepengamatan deen, mahalnya karena di proses pencetakannya itu, lalu naskah harus lewat
    ke editor, cover design, cetak, penerbit dan terakhir ke toko buku deh.
    Tergantung toko buku, berapa2 keuntungan yg diambil
    dari buku, ini juga terkait karena tiap toko buku punya teknik marketing yg beda2. Dan Gramedia
    lah salah satu yg punya teknik marketing terbaik.
    Apalagi klo buku tersebut ada label “BEST SELLER”, maka inilah saatnya penerbit dan toko buku
    rame2 meraup keuntungan. Ah Daeng, kyk tidak tau sj, bagaimana klo sudah bicara kesempatan
    meraih keuntungan yg sebanyak2nya…. hehehe..

  6. daeng rusleon 03 Jan 2008 at 6:59 pm

    putee: sudah2mi kesiang itu, nanti sa jadi kapujiang..he2

    ipul: tawwa, senangnya dapat hadiah buku dari istri. lbih senang lagi kalo suami dan istri sama2 menyenangi buku. iya, kemhalan sekali. Ini bukan persoalan warga balikpapan banyak yg prnghasilannya tinggi, tpi persoalan bagaimana mencerdaskan masyarakat ces. Buku yg mahal merupakan salah satu penghalang minat baca masyarakat.

    madces: iye, sa sarankanki kalo ke Jakarta, sempat2kan beli buku he2.

    amril: iye, tojeng tu rantai buku bisa mengeliminir harga yg mahal. tp kok kayak nda ada gaung ya.

    deen: deen, salah satu komponen harga yang paling besar dalam distribusi buku adalah besarnya fee yang diambil distributor! bisa2 60-70% dari ongkos cetaknya. maanya sudah banyak penulis buku yg memasarkan sendiri buku nya. distributor di indonesia itu orang bilang kayak lintah enghisap darah…itu kasarnya…tp memang tetap dbutuhkn, karena ditangan mereka lah buku2 bermutu itu sampai di tangan kita…tp tetap aja mereka kadang ‘maruk’narik persekot.

  7. soeltraon 03 Jan 2008 at 7:49 pm

    daeng, sy jg lbh memilih membeli buku online dan slalu menyempatkan datang ke toko2 buku tua, ke gramedia hanya mencari buku2 terbaru. tapiiii….tgl 19 lalu hingga 23 ada grand openingnya gramedia plaza bintaro, pergilah saya kesana krn penawaran diskon smua buku dan stationery 30%. trus tgl 29 des sampe 2 jan lalu grand opening gramedia matraman (yg kelar direnovasi). sy spt org gila, meraup buku2 incaran yg sdh lama utk dibeli scr bertahap. kebetulan usai gajian, mendukung sudah! sy dpt bk john perkins, mustofa bisri, emha ainun najib, shindunata, noorca m massardi, juga goenawan mohamad yg daeng mau beli.hihihi….novel2 jugaaaaaaaa. NORAK BGT yaa!

    btw, daeng nambah lagi kayanya di’ judul bukunya Eko si penulis “org miskin dilarang sekolah”, “org miskin dilarang sakit”.hehehe…

    tapi semiskin2nya kita, hrs memang mengalokasikan sdikit utk membeli bacaan [buku], sebab kata pakar ekonomi [tak tahu benar dan tepat tdk] org2 indonesia miskin tp konsumtif utk hal2 yg krg bermanfaat. ahh!!! pragmatisku di’ :D
    soeltra’s last blog post..tak seperti biasa

  8. daeng rusleon 03 Jan 2008 at 8:13 pm

    iye soeltra
    sa dengarji itu promosi…
    ih..kodong, pengennya ke Jakarta…:((
    kalo sa di jakarrta pasti jadi maruk sama buku…hehehe

  9. aan mansyuron 04 Jan 2008 at 8:59 am

    mungkin sudah bisa dicoba juga membeli buku di toko buku online. di makassar lumayan murah kalau dibandingkan di balikpapan tapi kalau mau beli buku banyak saya sering beli di toko buku online. atau bisa juga coba cara lain yang sering saya pake; buka website penerbit yang bukunya ditaksir, beli di sana! selamat mencoba!

    aan mansyur’s last blog post..#1.2008

  10. rusleon 04 Jan 2008 at 9:21 am

    @Aan:
    Makasih sarannya cappo…insya Allah memang cara itu yg akan saya pakai. Selain lebih murah, juga memberdayakan usaha lokal/non kapitalis. Gramedia sudah perlu di ‘warning’ ttg harga mahal bukunya itu. Tidak ikut berperan mencerdaskan kehidupan bangsa. He2

  11. cheon 04 Jan 2008 at 1:13 pm

    Ya toech, bang Daeng,….(saia manggilnya gmn ya?,…)
    Payah,…bisnis mulu,…Tp dulu pas da diskon ampe 70% Q ksandung bahagia jG Lho!!!,…ya ga jahat2 bgt dei,…
    Tp,…berhubung da filling bakal tinggal di luar Jawa, jadi takut juga nei…(bukunya mahal2).Tp enjoy ja Bang, pas Lg di Gramedia,…baca aja buku2 nya ampe puassssss,….ampe lecek-lecek pisan,…..tp ga usah beli.Ganyang (Toko Buku yg super duper tega)!!!(Lho, ini Che yg jahat dong)he8
    Jd bener toe,…beli lewat internet aja,…kan sekarang lg tren toech,…tp bukannnya pakai ongkos kirim juga ya???
    Wah,..memang enaknya beli di penulisnya langsung.Kan kalau beli singkong di petaninya lebih murah kan Bang daeng???,…Tuing

    che’s last blog post..Ngawiku

    ===

    hehe, iya emang mbak che, nasib pembaca yg tinggal jauh dari pusat koordinat
    sarannya: baca ampe lecek boleh juga tuh…tp gak kuat euy berdiri lama2 di gramed begono…apalagi tuh satpam banyak yg melototin..he2
    beli di penulis nya, hmm…susah akses nya, dan lama…pan ada ongkos kirimjuga…

  12. yanion 04 Jan 2008 at 3:01 pm

    Soal toko buku Kharisma, saya setuju daeng.
    Pernah ka ngomel di blog ku di http://meet-yani.blogspot.com/2007/08/buku-mewarnai-smack-down.html
    Btw knapa nda ktemu ki di? padahal saya juga kesitu 2 hari lalu slesai ngajar jam 10 pagi

    yani’s last blog post..I Wanna Get Closer With Them (Was Resolusi 2008)

    ====

    wah, kita se-ide ya Yani..
    btw, kok ndak ketemu? mungkin karena ko imut sekali sampe ndak keliatan…padahal sa disana sekitar 4 jam-an…hehehe

  13. esaon 04 Jan 2008 at 3:55 pm

    heheh..keren
    Tapi emang kenyataannya gituh..buku tuh klo pengen yang bagus plus menarik mata ya isi dompet yang seharga itu juga harus ada.
    Soal beda harga, kali karena ada tambahan biaya ongkos kirim :P
    Jangankan disana, disini aja *Bandung* ada Palasari *semacam pasar buku* yang harganya sama Gramedia *mau yg di Jl Merdeka, ato di Gramedia yg lain* tu bisa beda lumayan jauh Kak. Makanya temen-temen, terutama yang sekolah dan kuliah lebih suka pergi kesana. Tp beberapa waktu lalu palasari kebakaran, dan diisukan karena mo dipindah. Wah sayang..kita jadi kesulitan menemukan tempat jualan buku murah-lengkap. Disana juga ada buku-buku lawas maupun baru. Pokoknya klo Kakak ke Bandung, mampir ke palasari *sy belum tau udah ada lagi ato belum :D *
    makasih dah mampir ke blog sy and leave a comment.

    esa’s last blog post..Alhamdulillah, Sa Masih Hidup
    ===

    iya, saya dulu juga pernah di Bandung. ada surga bernama Palasari disana. Di Yogya, ada juga surga bernama Shopping Centre! Di Jakarta, ada Kramat atau Senen. Bahagialah ya.

  14. dodoton 05 Jan 2008 at 8:10 am

    beberapa toko buku berkaliber memang memberikan angka tinggi untuk sebuah buku, nah dicari toko buku yang menjual buku baru dengan harga miring.

    Tahun lalu saya berkesempatan berkunjung ke Bali bersama teman-teman dan pulangnya singgah ke Yogja, ya Tuhan…. murah banget, harga miring, di Padang buku karangan Karen Armstrong kagak ada disana ada, murah lagi, gua beli dua biji, dan buku pemrograman 4 biji, cuman dengan modal 200 ribu, semua buku itu pun tebalnya minta ampun n baru tentunya.

    Nah seandainya semua kota di indonesia seperti Yogja yang menjual buku dengan harga miring betapa cepat berkembangnya negeri ini

  15. rizalon 05 Jan 2008 at 6:30 pm

    makanya ikuti saranku. Hehe he. Menjadi pembaca buku yang baik saja. tidak usah menjadi pembeli buku. Kalau ke toko buku, sempatkan mengintip isinya selama 1 jam. He he. Jadi ingat pengalaman pribadi

    rizal’s last blog post..Pengalaman Mengurus SIM di Makassar

  16. donk3on 29 Jan 2008 at 4:01 pm

    kao aku .. selama masih ada yang gratisan …..
    kenapa harus beli ……

    contoh soal ……
    kemarin - kemarin aku pengen sekali beli SENOPATI PAMUNGKAS nya ARSWENDO …… tapi harganya bikin aku berpikir dua kali …… ternyata sewaktu keliling - keliling di dunia maya …. ternyata dapat tuh ebooknya (ada aja yang biak ati mau nyeken or ngetik ulang buku setebal itu) di topmdi.com dan di dimhad ……….

    tapi harusnya balikpapan punya perpustakaan yang baiklah .. nggak kaya yang ada di gunung pasir itu … mau singgah aja jadi segan liat gedungnya kaya gitu …….

    btw ….. salam kenal dari saya buat semua dan rekan2 di komunitas mahakam

  17. Ofalcoolon 08 Feb 2008 at 5:41 pm

    Kami belum lama tinggal di Balikpapan & terkejut banget melihat harga buku2 di sini.
    Jadi memutuskan mau ikut jejak Daeng, beli di toko buku on-line.
    Tapi ongkos kirimnya mahal gak ya & dijamin sampai ke sini dg selamat? Toko on-line Indonesia mana yang sudah pernah dicoba?
    Sekalian tanya mungkin udah pernah beli dari Amazon juga?
    Mau langganan majalah juga kayaknya mahal di ongkos ya. Seperti Intisari, langganan 1 th diskonnya besar, tapi ongkosnya ke Kaltim Rp. 9 rb/edisi. Tolong deh…
    Trims buat sharingnya…

  18. b4nch4on 09 Jul 2008 at 6:16 pm

    wah sebagai seorang pelahap buku, saya agak2 syok mendengar harga buku selangit di balikpapan ini (baru tau soalnya). Rasanya sangat tidak adil bagi para pecinta buku di balikpapan. Apakah ini karena ongkos kirimnya bukunya ke sana sangat mahal? atau memang seperti jawaban dari staf gramedia itu “semahal apapun orang toh tetap beli kok”

    saya mempunyai sebuah toko buku online dgn alamat situs www.kutukutubuku.com kalau tidak keberatan silakan berkunjung =) ongkos kirim ke balikpapan memang agak mahal Rp28rb/kg tapi tetap lebih murah deh karena adanya diskon 15% dan biasanya 1kg = 3-4 buku
    kutukutubuku juga bisa membantu pemesanan buku ke amazon.

    situs toko buku online lain di indonesia antara lain:
    -inibuku.com
    -bukukita.com

    Selamat berbelanja buku online!
    note: saya sama sekali tdk bermaksud untuk promosi, sekedar info aja.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Comment, please?

erwin