Belajar Menulis, Belajar Menjadi Abadi
daengrusle January 4th, 2008
Verba valent, scripta manent.
Ucapan bisa hilang-terlupa, tulisan akan tetap abadi [peribahasa latin].
Mengapa Perlu Menulis?
Salah seorang sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, dikenal sebagai sastrawan yang konsisten menulis dalam segala kondisi, bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun. Idealisme sebagai seorang sastrawan dan pejuang sosialis tertanam kuat di kepalanya yang keras bagai batu, meski dengan itu dia terpaksa merengkuh segala bahaya. Di zamannya, dia pernah dianggap keliru memposisikan koordinat diri pada quadran sejarah dan karenanya diberi label ‘komunis’, bahkan ada yang salah kaprah menganggapnya atheis-tak bertuhan. Oleh semua ihwal penistaan nasibnya itu, dia menelan resiko hidup dengan menyusuri lelorong sepi nestapa - tercerabut dari keluarga, masyarakat dan terutama lingkungannya. Apa yang dia lakukan untuk melawan sepi nya? Hanya satu, Menulis.
Dari labirin kesendirian, dia mendendangkan nyanyi sunyi – soliloqui melalui lembar-lembar roman sejarah yang menjadi kegemaran dan juga spesialisasinya. Dia mengumpulkan ingatanyang terserak, dipadukan dengan bakat dan kemampuan menulisnya yang luar biasa untuk melawan tirani yang memaksanya terjebak dalam kesendirian. Dia melawan dengan menulis. Dia menempatkan hidupnya yang soliter di tengah riuh arus perubahan masyarakat yang sebagian besar menentangnya dengan menulis. Dia sadar, hanya dengan menulis dia bisa menjumpai orang-orang yang punya pendirian sama dengannya – bahkan nun jauh di zaman yang tak terbayangkan olehnya. Selepas masa terungku yang panjang dan diuntungkan oleh badai perubahan yang me-reformasi arus sebelumnya, masyarakat kemudian menghargainya karena buah karya novel-novelnya yang luar biasa. Novel-novel luar biasa itu kebanyakan lahir dari masa sepi-nestapanya; Tetralogi Pram. Ya, pada akhirnya dia memenangkan pertarungan hanya dengan menulis. Dia kembali merengkuh hidupnya yang dulu - walau tak semuanya - dengan menulis. Namanya abadi, bahkan sampai ratusan tahun nanti. Dengan menulis, dia melukis hidupnya pada bingkai sejarah dan mengukir nama dan karyanya pada kanvas keabadian, bersama orang-orang besar lainnya yang telah membangun peradaban manusia dengan prasasti dan mahakarya tulisan yang dibaca dan berpengaruh hingga hari ini..
Pramoedya dan para sastrawan besar lainnya di jagad manusia, pada dasarnya hanya mencontoh polah Tuhan. Tuhan, hanya memiliki sedikit manusia terpilih untuk diadikan Nabi dan Rasul. Dalam kurun waktu ribuan tahun, Dia hanya punya sekitar 25 Nabi dan Rasul. Padahal rentang sejarah manusia itu teramat panjang, ribuan bahkan jutaan tahun. Apa yang dilakukan Tuhan untuk me-maintain komunikasi dengan umat manusia yang jumlahnya milyaran itu sekiranya pada satu periode tidak ada nabi dan rasul yang diutus? Dia Menulis!
Ya, Dia mengukir firmanNya dalam lembar-lembar papyrus, daun lontar, bebatuan, bilah-bilah bambu, kertas, dan sebagainya. Titah Tuhan harus abadi, karenanya mesti dituliskan. Hari ini, kita mengenal makna kearifan, kebaikan dan jalan yang lurus, itu karena titahNya dituliskan dalam kitab-kitabNya!
Sejarah suatu bangsa, bahkan dianggap bermula ketika kronik nenek moyangnya mulai ditemukan dalam bentuk tertulis. Sebelum tulisan berbentuk prasasti atau tetulisan di dalam goa ditemukan, maka bangsa itu masih dianggap berada dalam masa proto-sejarah. Bahkan terkadang dianggap belum memiliki kebudayaan hingga ditemukannya bukti tertulis sebagai representasi peradaban mereka.
Apakah kita, manusia modern ini punya keinginan juga untuk menorehkan nama dan karya dalam quadran sejarah? Atau paling tidak ikut melawan sepi seperti yang dilakukan Pramoedya Ananta Toer? Tentu saja iya. Setiap manusia punya kebutuhan dasar berupa self esteem untuk mewariskan nama dan kronik kepada generasi penerusnya. Adalah suatu kebanggaan tak terkira dan menjadi inspirasi anak cucu, ketika karya dan kronik moyangnya masih terbaca jelas oleh mereka.
Motif lain yang menjadi pendorong kenapa manusia menulis terutama di zaman sekarang ini adalah motif ekonomi. Selain dapat melestarikan bakat dan kreatifitas, aktifitas cerdas ini juga bisa menjadi lumbung penghasilan. Tidak sedikit orang yang memilih profesi sebagai penulisdi zaman sekarang. Menjadi penulis bukan lagi profesi sambilan yang hanya dilakukan untuk mengisi kesenggangan, tapi sudah bisa dijadikan sandaran hidup yang bisa diandalkan. Lihatlah novel-novel laris semisal Harry Potter, Lord of The Ring, Laskar Pelangi, Ayat-ayat Cinta dan sebagainya bisa membuat penulis (dan penerbitnya) menjadi jutawan. JK Rowling, penulis Harry Potter saat ini mendulang kekayaan sebesar US$ 1 Miliyard dari aktifitas menulis cerita fiksi ini, bahkan ditengarai saat ini kekayaan bekas guru itu sudah melampaui kekayaan Ratu Elizabeth. Selain pundi-pundi kekayaan bisa didapatkan dari aktifitas menulis ini, penghargaan dan atribut sosial dari masyarakat juga bisa dicapai. Andrea Hirata - penulis trilogi Laskar Pelangi - terpilih sebagai Tokoh Berpengaruh 2007 oleh Harian Republika bersama Habiburrahman el-Shirazy– penulis novel religi terkenal Ayat-Ayat Cinta. Mereke berdua saat ini laris diundang berbagi ilmu dan membedah buku mereka dimana-mana.
Orang banyak memuja karya tulis bermutu yang terkadang mempengaruhi pola pikir pembacanya, dan secara tidak langsung mengidolakan sosok dibalik karya memukau itu. Segala motif bisa bercampur baur untuk menjadi landasan dari aktifitas menulis. Menulis tetaplah merupakan manifestasi kreatifitas dan olah pikir manusia.
Belajar Menulis
Banyak orang yang punya resistensi besar menuangkan buah pikirnya ke bentuk tulisan. Walaupun seseorang punya daya oleh pikir dan imajinasi yang luarbiasa, namun menuangkannya dalam bentuk kata-kata tertulis dan terstruktur mungkin bisa sulit. Padahal, belajar menulis itu mudah adanya. Perangkat luar yang dibutuhkan untuk menulis itu hanya media saja. Hanya perlu alat tulis saja.
Apa perangkat paling utama dalam menulis? Adanya dari dalam diri. Motivasi. Kalau motivasi untuk menulis sudah tertanam kuat dalam dada, maka selanjutnya hanyalah persoalan teknis. Selain itu, menulis juga membutuhkan inspirasi. Kalau motivasi menulis ibarat bumbu dasar yang diperlukan untuk menulis, maka inspirasi adalah makanan utamanya. Banyak hal bisa menjadi sumber inspirasi sebuah tulisan. Dari hal remeh temeh semisal rokok, dedaunan, selokan, semut hingga hal-hal besar seperti Tuhan, Alam Semesta, Politik, atau persoalan Negara bisa menjadi sumber inspirasi lahirnya sebuah tulisan. Ketika inspirasi dan motivasi menulis sudah bertemu, maka tulisan sudah bisa diolah menjadi adonan yang memikat.
Sekiranya inspirasi dan motivasi sudah tertanam dalam dada dan otak, yang kita perlukan kemudian adalah perangkat teknis untuk membuat tulisan menjadi lebih berkualitas. Kualitas tulisan hanya punya parameter tunggal, bisa menarik dan dimengerti oleh pembaca tulisan tersebut. Syukurlah kita yang saat ini berada di era globalisasi yang menihilkan ruang dan waktu. Sudah banyak alat bantu menulis bisa kita dapatkan di zaman ini. Buku, kaset, video, kursus, web-site, dan sebagainya tumplek di depan mata. Tinggal pilih!
Belajar menulis yang mudah, cepat dan murah bisa didapatkan melalui internet. Anda tidak perlu beranjak dari tempat duduk ketika hendak menggali ilmu bagaimana belajar menulis. Salah satu situs di internet yang lumayan bagus untuk dicoba adalah: www.BelajarMenulis.com. Namanya mudah di ingat - sangat familiar, dan relevan dengan tujuan pembelajaran.
Pertama kali melihat situs ini, saya merasa akan disuguhi banyak trik dan teknik menulis dengan baik. Dugaan saya betul. Situs Belajar menulis ini seperti oase bagi para penulis pemula, di dalamnya bisa direguk banyak ilmu menulis. Disini, anda bisa menemukan banyak kiat dan tips menulis dengan baik. Mulai dari tips menulis non-fiksi, kiat menggali dan mengembangkan ide tulisan, membangun karakter tokoh dalam cerita fiksi, hingga bagaimana sebaiknya format dan gaya penulisan yang baik itu. Bahkan dalam situs ini ada juga ditampilkan cara menerbitkan buku. Sesuatu yang sangat diperlukan bagi para penulis yang termotivasi untuk menerbitkan karyanya. Pengelola situs ini juga memberikan konsultasi dan membuka kelas online untuk belajar menulis.
Gagasan berupa kiat menulis fiksi yang bagus dapat diperoleh dalam postingan berjudul Cara Membangun Karakter Tokoh dan Kiat agar Cerita Fiksi Tidak Terkesan Menggurui. Dalam postingan ini, dipaparkan dengan gamblang, mudah dicerna dan tentu saja mudah dipraktekkan. Banyak hal-hal yang baru, tidak terduga dan tidak terpikirkan sebelumnya dikemukakan oleh penulisnya, Jonru. Pembaca dan penulis pemula seakan dibimbing langsung oleh penulis yang berpengalaman. Coba saja di klik postingan tersebut!
Mungkin karena masih seumur jagung - postingan pertama diluncurkan per April 2007, informasi di dalam situs ini sayangnya masih sangat terbatas. Misalnya tidak ada informasi bagaimana kiat meloloskan tulisan di media massa besar yang terkenal ‘mumpuni’ dalam hal kualitas tulisan semisal Horizon, Kompas, Republika atau Tempo. Tidak ada juga kiat menulis karya sastra dengan baik, misalnya puisi atau roman. Padahal ada banyak hal yang bisa di-share dan dikembangkan dari sebuah ide tentang karya sastra.
Bisa jadi mungkin pengelola membatasi informasi yang ada di situs ini, mengingat mereka juga menyelenggarakan kelas pelatihan menulis online yang lebih komersial. Saya yakin di kelas pelatihan menulis online tersebut pihak pengelola akan menggelontorkan semua ilmu pamungkas dan paripurna yang dimilikinya. Kenapa mesti ada pelatihan menulis online? Selain faktor komersil, faktor asistensi yang lebih intensif mungkin melatari penyelenggaraan kelas pelatihan menulis online. Tidak ada salahnya menyelenggarakan kelas pelatihan menulis secara online tersebut, semua usaha halal adanya sepanjang proporsional anatra biaya yang dkikeluarkan dan manfaat yang dterima. Tidak ada ruginya mengeluarkan sedikit harta demi ilmu yang demikian berguna. Harga yang dipatok juga tidaklah teramat mahal, biayanya cuman sekitar Rp 750,000 selama enam bulan. Bandingkan dengan kursus bahasa inggris terkenal yang ongkosnya mencapai jutaan rupiah.
Namun sekiranya bisa menyarankan, materi kelas pelatihan menulis secara online itu di upload saja ke blog. Toh tidak ada salahnya membagi ilmu kepada khalayak. Siapa tahu ada yang bener-bener membutuhkan, namun karena satu dan lain hal tidak bisa mengikuti kelas pelatihannya. Toh, kualitas pengajaran melalui kelas online yang memakai metoda pembimbingan langsung tetap akan lebih menarik minat kok.
Mengikuti trend yang saat ini sedang bertumbuh, ada baiknya juga ditampilkan tautan referensi situs situs citizen journalism yang bisa menjadi kawah candradimuka buat para penulis pemula untuk menjajal kemampuan menulisnya, terutama untuk tulisan non fiksi berbentuk berita atau feature. Misalnya ada situs Kabar Indonesia, Halaman Satu, WikiMu, Panyingkul, atau yang level internasional OhMyNews yang berbasis di Korea. Situs-situs ini dikenal terbuka dan menerima tulisan yang sederhana, tapi murni dari warga dan bukan dikhususkan untuk wartawan profesional. Bahkan, tidak sedikit yang memberi bimbingan langsung sekiranya tulisan yang dikirimkan masih membutuhkan perbaikan. Selain itu, beberapa situs memberikan apresiasi berupa honor kepada penulis sekiranya tulisannya dimuat di situs itu, semisal Panyingkul yang menghargai tulisan yang dimuat sebesar Rp 50,000 - Rp 100,000 tergantung kedalaman dan kualitas tulisan. Juga OhMyNews menyediakan honorarium sebesar US$ 20 untuk setiap tulisan. Situs-situs citizen journalism saat ini sedang menjadi alternatif media yang mendapat sorotan positif ditengah arus media mainstream yang cenderung kapitalistik dan tendensius, dan terkenal sulit ditembus oleh penulis pemula. Di situs-situs inilah para penulis pemula bisa menunjukkan kemampuannya menulis dengan sederhana tapi bermutu.
Di situs belajar menulis ini, ada banyak juga ditampilkan tautan - blogroll para penulis-penulis sukses Indonesia, seperti Adhitya Mulya, Fira Basuki, Helvy Tiana Rosa, Jonru dan lain-lan. Kita bisa langsung meng-akses blog mereka untuk memperoleh tambahan khazanah menulis, terutama dari karya-karya bermutu mereka. Ada baiknya, pengelola situs belajar menulis ini menampilkan juga tips dan kiat menulis dari mereka selain dari kontributor utama atau pengelolanya yang juga penulis hebat, Jonru. Mungkin mereka bisa dijadikan penulis (atau pembicara) tamu dalam berbagai kesempatan. Tentunya tips dan kiat menulis dari para penulis sukses itu layak dijadikan referensi yang bagus untuk belajar menulis dengan baik dan menarik, sehingga layak jual atau marketable.
Karena situs ini adalah situs belajar menulis, tentunya para pembaca menginginkan pembelajaran yang dimulai dari yang paling dasar. Misalnya sejarah penulisan, tokoh-tokoh sastra yang berpengarh sepanjang masa, contoh tulisan yang bermutu, dan yang paling penting bsa juga dimuat kaleidoskop atau sejarah kesusasteraan Indonesia dari jaman pra-kemerdekaan hingga saat ini. Tentu, belajar dari sejarah masa lalu merupakan modal utama untuk meraih kesuksesan di masa kini dan masa depan.
Dari segi desain template, situs belajar menulis ini sebenarnya sudah cukup baik. Tapi tampilan yang baik itu tidak cukup untuk sebuah situs persuasif yang bersifat mengajak pembacanya untuk menulis. Seharusnya tampilan web bisa dibuat lebih menarik lagi. Desain web hendaknya dibuat lebih atraktif dengan warna yang cerah, tidak hijau gelap. Warna yang gelap terkesan angkuh dan membosankan, setidaknya dari pandangan subyektif saya. Selain itu, ada banyak ruang di sisi kanan yang terkesan mubazir, kosong melompong. Ini yang saya peroleh ketika saya mengaksesnya dengan IE Browser 6.0 dgn screen 1152×864 pixels. Ada baiknya desainnya ditaruh lebih ke tengah - center, supaya pembaca fokus ke postingan di dalamnya.
Terlepas dari segala kekurangannya, situs belajar menulis ini sungguh merupakan sumbangsih yang luar biasa bagi perkembangan dunia literasi Indonesia. Motivasi untuk menulis tidak henti-hentinya digelorakan di situs ini. Ada banyak pengalaman dan pengamatan dibagikan oleh pengelola yang juga penulis sukses di situs ini. Harapannya, tentu saja agar kesuksesan itu bisa ditularkan ke semua orang - yang mencintai dunia tulis menulis. Sehingga semua orang bisa mencatatkan diri dan karyanya pada pentas sejarah, pentas keabadian. Sesuatu yang tidak muluk untuk diwujudkan, setidaknya pada dunia maya tempat dimana kreatifitas tak punya ujung pangkal.
Belajar Menulis, adalah Belajar Menjadi Abadi!
Anda ingin bergabung, mengeksplorasi bakat menulis Anda, ataupun mencari serpih ilmu untuk memantapkan motivasi dan inspirasi? silahkan alihkan tetikus dan perhatian Anda ke situs belajar menulis!
Popularity: 17% [?]















Menulis itu, menghidupkan! Ia adalah napas setiap penggelisah. Dan, memang. Hidup itu untuk selalu gelisah.
Salam.
Perkenalkan web baruku Daeng,
www.astaqauliyah.com
sebelum bs nulis hrs bs baca dulu…itu wahyu Tuhan pertama kpd Muhammad…
goyangan’s last blog post..Mulan Jameela
biarkan jari menari diatas kertas tanpa arah
dodot’s last blog post..Jadi juga akhirnya “gudang” barang bekas
Wah, ampun…panjang banget ki tulisan ta
Coba mampir juga buat ikut ngepos komen ke tulisan aq ya?
Salam Kenal
Abuyahya (sobatnya Agah.
http://abuyahyalearntoblog.blogspot.com/2008/01/antara-menulis-dan-menulis-dengan-baik.html
mazpoer’s last blog post..Antara “Menulis” dan “Menulis dengan Baik”
“menulislah dan kamu akan abadi”..
saya sangat memegang teguh kata2 ini..selalu menyemangati sy untuk terus menulis..
selain itu..dg.Rusle dan blognya yang luar biasa ini juga diam2 jadi tonggak awal bagi saya untuk terus menulis dan memperbaiki mutu tulisan…
ipul’s last blog post..Mengelilingi setengah Bumi dalam 3 hari
===
wah, de-gas bisa aja..
tp mudah2an makin mantap qta punya juga daeng..
bagusnya tulisan ta daeng

selaluka mau bikin postingan2 yang panjang seperti ini
dan juga “menggugah” orang yang membacanya
tapi sepertinya tulisan ku selalu biasa2 saja
nda ada bagus2nya wakakakka
palagi mau menggugah perasaannya perasan
wiuw
jauh deh
na’s last blog post..i’m back!
===
na, itu cuman perlu pembiasaanjji ces
terbiasa menulis itu akan mematangkan kualitas dan ide yang diusung..
thanks ya
Sebenarnya cara menulis bukanlah satu-satunya hal utama dalam menulis. Banyak orang yang sebenarnya tahu menulis tapi tidak tahu apa yang mau ditulis. Atau ingin menulis sesuatu tapi kekurangan bahan sehingga tulisannya tidak jadi-jadi. Bukan bermaksud narsis. Sumpah. Saya merasa punya kemampuan dalam hal merangkai kata-kata atau menulis. Tapi saya kesulitan dalam menciptakan sesuatu karya karena merasa kekurangan bahan. Itulah sebabnya buku yang ingin saya tulis belum selesai-selesai juga. Masih jalan di tempat.
O iya daeng. Apa sih yang sebenarnya menjadi motivasi anda sehingga anda begitu produktif dan begitu disiplin dalam menciptakan karya-karya yang mumpuni? Terus terang motivasi saya ini sering hilang sehingga seperti yang daeng lihat sendiri, blog saya tidak terupdate begitu lama.
rizal’s last blog post..Pengalaman Mengurus SIM di Makassar
===
iya itu tadi, butuh dua hal dalam menulis.Motivasi dan inspirasi!
Menjaga motivasi perlu, agar inspirasi tetap bisa di refresh atau di update.
Cara menjaga motivasi yg baik adalah memasukkan menulis sebagai budaya pribadi dalam keseharian kita.
Banyak Membaca adalah cara lain yang juga cukup bagus.
Thanks pak dokter. Nanti ketemu ya kita, kalo ente main ke Balikpapan.
Wah… serius bener daeng nulisnya.
====
he2, kalo ngelakuin apapun apa perlu gak serius..?
thanks ya
Jadi pengen nulis terus abis baca ini ..
====
hah, bang jengkol bisa aja. Kan ente dah maniak baca buku juga dari sono nya, he2
but thanks anyway. I assume this as compliment..
Untuk mahir menulis, tentunya sering membaca. Karena membaca menjadikan kita tahu bagaimana menuangkan isi pikiran ke dalam tulisan. Juga, dengan membaca, kita jadi mengetahui pola tulisan seperti apa yang kita sukai, menirunya, lalu pada akhirnya kita menemukan pola tulisan khas dari kita. Orang yang membaca tulisan kita akan tahu ketika membaca suatu tulisa, “ah… ini pastilah tulisan si ….”
Menulispun bisa menjadi terapi menyembuhkan dari tekanan kejiwaan. Sumber tekanan itu telah dipindahkan dalam bentuk tulisa. Sehingga, tulisan pun menjadi terapi melepaskan diri dari stress.
Mari menulis, mari ngeblog…
@herman
iya, kemampuan menulis sangat ditentukan dengan ‘ritual’ membaca si penulis juga…:)
daengrusle’s last blog post..Biasakanlah Melangkah!
Ada ungkapan dari teman saya, membaca membuat kita tahu, Diskusi membuat kita paham dan Menulis membuat kita jelas.
Irdan’s last blog post..Islam Bukan Agama
===
Aga kareba tu… daeng, mudah-mudahan baik-baik saja, Saya ucapkan selamat tahun baru islam….
Komentar:
Kita sebagai manusia seharusnya kita bisa menulis..,apa saja bisa ditulis pokoknya nulis-nulis aja, saya sedang mencoba itu, meskipun tulisannya masih banyak rada-rada copas namun ada juga yang asli lhoo ?, namun dari situ saya harap bisa menulis yang lebih baik lagi…,kerena semua itu perlu proses.. bernarkandaeng ?
Arman Efendi’s last blog post..BURASA’ (BURAS)
Makkometto daeng narekko maeloni ramalang ato mawenni malleppe tawwe, indokku na mannasu burasa, na ifasianrreni nasu lekku ato nasu kari….., terma kasih daeng jokka2 akke webku…:D
Arman Efendi’s last blog post..BURASA’ (BURAS)
Kabar gembira!! Buat yang suka nulis-nulis, buat penulis muda, buat para blogger, buat temen2 yg hobi nulis tapi belum bisa buat buku, belum percaya diri, sekarang sudah ada medianya, PenulisIndonesia.com, kayak Friendster tapi khusus buat yang hobi nulis, penulis, pujangga, penulis naskah, blogger… fasilitasnya juga cukup oke, lengkap dgn alamat pribadi untuk profil, blog, dan album…ada chatnya juga loh
rame buanget loohh aktifitasnya!!
Baru dibuka 1 Januari 2008 lalu, skrg membernya sudah 300an
Cepetan gabung ya
di sini alamatnya :
Penulis-Indonesia.comatau tanpa tanda -
PenulisIndonesia.com
Jumpa lagi daeng.., gimana khabarnya ? aku masuk nih karena webku yang transtool.wordpress.com udah tidak bisa beroperasi lagi, skrg aku pakai rekso.wordpress.com
Artikel atau tip penulisan artikel sangat bagus, sangat membantu. Many thanks.