Nge-blog di Majalah Tempo
daengrusle January 15th, 2008
Nge-blog di Majalah Tempo? Kok bisa? Ya iya lah, bersuara itu gak cuman di blog aja. Bisa juga disalurkan di saluran lain. Majalah misalnya; bisa lewat opini, surat pembaca atau ikutan survey interaktif nya.
Dua edisi majalah Tempo berturut-turut rupanya menjadi ajang ke-narsis-an saya. Bermula dari keisengan mengisi komentar di survey interaktif yang ada di majalah Tempo Online, akhirnya muncul juga komentar saya di Majalah Tempo versi cetak edisi 7-13 Januari 2008. Saat itu survey nya tentang “Persiapan Pemerintah Menghadapi Banjir”. Nah, saya cukup percaya diri untuk mengisi koment dengan komentar yang unik tapi berbobot, he2, secara saya menduga bahwa Majalah Tempo tentu memilih komentar yang bermutu tapi unik.
Selepas edisi itu, saya coba mengirim ’sebahagian’ postingan saya melalui email ke redaksi Tempo tentang Pilkada Sulsel di blog ini: Pilkada Sulsel, Benazir Bhutto dan Aqidah Kekuasaan. Eh, dimuat lagi di edisi 14-20 Januari 2008. Senengnya! Sayangnya ada kesalahan disitu, masa domisili saya ditulis Kalimantan Selatan, padahal di situ jelas-jelas ada disebut Balikpapan. Kelihatannya Redaksi tidak lulus pelajaran Geografi nih.
Tapi belum cukup itu, rupanya komentar saya untuk survey interaktif itu dimuat juga di edisi itu.
Wah, berhasil juga nge-blog di Majalah Tempo!
Apa untungnya menulis di Majalah, khususnya komentar atau Surat Pembaca? Banyak untungnya, terutama yang merasa aspirasinya tidak tersalurkan oleh media mainstream atau oleh wakil rakyat. Puas? Mungkin iya, at least sudah ada penyaluran. Kita, warga biasa yang banyak mengalami semua kejadian yang diakibatkan oleh kebijakan pemerintah wajib bersuara. Jangan sampai kita hanya dianggap warga bodoh yang tinggal nrimo saja perlakuan yang mungkin kurang menyenangkan.
Ada banyak hal yang perlu diperbaiki di negara ini, maka sepatutnya kita ikut menyuarakan. Suara lirih atau bisikan pun apabila ditampilkan di media umum akan menimbulkan magnitude yang tidak sia-sia. Minimal suara lirih itu akan terbaca oleh warga masyarakat lainnya, yang mungkin senasib. Bukankah bola salju itu awalnya hanya sebesar kepalan tangan?
Untuk yang pengen juga menyuarakan aspirasi dalam bentuk surat pembaca di majalah atau koran nasional, kebetulan ada perkumpulannya yang disebut: Warga Jaringan Epistoholik Jakarta (JEJak) atau Komunitas Penulis Surat Pembaca. Ada blognya di sini: http://infojejak.wordpress.com/
Berikut adalah salah satu postingannya:
Menulis Surat Pembaca Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
Pada saat ini negara seolah-olah tidak bertuan. Memang ada pemerintahan, tetapi rasa kenyamanan dan keamanan sangat sulit didapatkan lagi.
Jika membaca berita, hukum dan keadilan pun hanya dimiliki oleh orang-orang berkantung tebal. Belum lagi, bertumpuknya fakta-fakta mengenai kesejahteraan rakyat yang rasanya berlari menjauhi kita.
Tentu saja kita tidak boleh berputus asa, lantas berdiam diri, dan tidak melakukan apa-apa. Jangan pula kita menambah beban persoalan bangsa dengan perbuatan negatif. Sebaiknya, dengan kepala dingin, tetap berpikir positif, dan berorientasi kepada solusi, Anda mulai menulis Surat Pembaca. Ya, menulis apa saja, segala hal yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan masyakarat yang lebih baik. Kalau Anda belum bisa menulis Surat Pembaca atau Anda adalah penulis Surat Pembaca, bergabunglah sebagai Warga Jaringan Epistoholik Jakarta (JEJak), yaitu Komunitas Penulis Surat Pembaca Jakarta. Caranya gampang saja : tulis Nama, Alamat dan Email, kirim SMS ke 0855-7777888, atau kirim email ke infojejak@yahoo.com.Tim Relawan JEJak akan sharing dan berdiskusi dengan Anda, mengenai bagaimana menulis Surat Pembaca yang menembus Media. Bahkan jika Anda pun mengalami (berbagai) masalah ? kami pun bersedia membantu Anda untuk menyelesaikannya hanya melalui Surat Pembaca. Sekedar informasi, JEJak didirikan tanggal 21 April 2006, bertepatan dengan hari ulang tahun Raden Ajeng Kartini – yang juga dikenal sebagai seorang apostoholik atau tokoh yang gemar sekali tulis-menulis surat. Pendiri Epistoholik Indonesia (EI) Bambang Haryanto melalui pesan singkat juga berkomentar sebagai ide dan pemilihan nama yang bagus.Saatnya Anda juga bergabung sebagai Warga JEJak, dan mulai menulis Surat Pembaca sebagai partisipasi warga negara yang baik, untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik. Terima kasih. (Budi Purnomo)
Surat Pembaca ini telah dimuat di berbagai media massa.
Popularity: 33% [?]


















Wow.. Going National inie..
Salama’..
Adink’s last blog post..The Blog Readibility Test
Mantaf….! *ajungkan semua jempol yg sa punya
Hebat mentong, DR. Salut..!
MakanG2 na kapan?
wew…keyeeun euy daenk yg atu ini….mantab mantab..salut 20 jempol (*pinjem ma yg laen jempolnya)
Mpie’s last blog post..Does Your Name Fit You?!
wah tawwa Daengku..
*pasang mupeng..
Terus maju Daeng..!..
Whaaaa..
Mantap mentong daeng Rusle!!!!
*hormat*
Salut Daeng. Posting ini betul-betul sangat mencerahkan ! Thanks
amril’s last blog post..LOVE AT THE FIRST VOICE
sayang skali parner, sudah 3 bulan sy ndak langganan TEMPO lagi kesiang…tapi “kammakinne cess” anrong lima mode onG!!!
Nuntung’s last blog post..STOP BOM IKAN DEMI ANAK CUCU
wah..selamat om
saya yakin nggak semabarang tulisan bisa dimuat di majalah tempo
sekali lagi selamat
pudakonline’s last blog post..Truth
wogh! jadi, kafan negh daeng go problogger?
Hoek Soegirang’s last blog post..Top Secret!
wew selamat, manfaat ngeblog juga banyak daeng di…
pengen juga ah
aRuL’s last blog post..Teknik Negosiasi
Hebatna Daeng …. bisaki jadi wartawan ini. Atau kutunggui bukuta release
madces’s last blog post..Ucapan Tahun Baru 2008
@adink:
masa Surat Pembaca ji sudah dibilang Go National..he2, dulu kan sudahmi juara Blogfam..he2
@ina:
makang2 di Balikpapan?
@Mpie:
Jempol saha atuh?
@deen:
cuman surat pembaca mah, semua juga bisa ade’ku
@rara:
*hormat* juga..
@amril:
mudah2an jadi inspirasi utk ngeblog juga di majalah ya Daeng?
@Nuntung:
antekammaji parner, masa 20rebong saja ga kebeli?
@pudakonline:
he2, thanks. Ada tipsnya dari infojejak tuh kalo mo ikutan juga
@Hoeksoegirang:
wah, utang di company masih banyak euy…apalagi tagihan yg lain. masih berat ninggalin kerjaan lama. he2
@arul:
iye, tojeng cak Arul..banyak manfaatna, termasuk bisa ber’suara’ di majalah juga, walau cuman surat pembaca ji
@madces:
eh, antekamma kareba cappo,
sallo na na tena nia sa’ranna…:) btw mimpi kali yee biking buku…
@to all: thanks a lot atas comment dan support nya..it really meaningfull.
weeeehhh…..masuk tempo? saya gak pernah dan sepertinya memang gak akan pernah, soalnya tulisan dan komentar saya d mana2 nyaris selalu dodol, hueheheh….
venus’s last blog post..birthday
sip banget, menginspirasi… Omong-omong, lucu juga ya Balikpapan, Kalimantan Selatannya itu…. Masak salah ketik sih? Lebih masak lagi kalo wartawannya gak ngerti geografi??? Padahal sekelas TEMPO gitu lho….
alief’s last blog post..Contoh Surat Cari Profesor
@venus:
haha, iya komentar dodol tuh dilarang ama media mainstream, mangkanya kita bikin blog yg “bebas”
@cak Alief:
tull….heran ya, dulu aku juga dapat kesalahan sama di Kompas yg nyebut Balikpapan itu ibukota Kaltim. Padahal?
Udah jadi seleb Blog nich
selamat dech kalo gitu daeng
jangan mi jadi sombong kita
he….he….
top abisssss
eh, ini layoutnya udah ganti toh?
iklan narsisnya mana????
ama’s last blog post..mumet….
@hair:
ah nggak juga bang, masa sih sa jadi somse..he2
@ama:
masih ada kok…tuh..liat aja disamping