[sanjak] Samudera Kosong
daengrusle January 23rd, 2008
samudera kosong
:: pemuja pesisir, daeng nuntung
aku ingat saat tongkat mulai membelah samudera, dan kita menapak cemas di tengahnya
di tengahnya yang kosong, hanya ada nafas kita yang saling memburu
dan mata gelisah mencari ujung pantai yang diselimuti halimun kelam dan pelangi muram
dinding air yang bergolak marah, membilas rasa kecut hingga ke sumsum
kubekap tubuhmu dan kuhembuskan separuh semangat, kita akan sampai, tenanglah!
aku ingat saat kaki yang telanjang menapak pada hamparan reruncing cadas
dan titik-titik darah mulai mengalir dari pori-pori kulitmu yang halus
kutawarkan lenganku untuk menjauhkan mu dari pedih yang menyerbu
kau katakan iya, sangkutkan aku di dadamu, tolonglah
aku cemas, dengan separuh semangat yang tersisa, akankah aku mampu merobek halimun?
samudera itu terbelah oleh rasa pongah kita, bahwa cinta adalah bekal sungguh, dan hanya perlu itu
tapi reruncing cadas mengingatkan kita, bahwa ada labirin muram yang pedih padanya
kita mesti menapaknya, meski dengan kelam, dan ujung pantai adalah halimun yang mengejek
semangat yang kita pompa semenjak dulu, saat janji mulai dirajut dan tekad dipasakkan
mungkin belum cukup membawa kita sepenuhnya berdendang riang
ya, ada samudera kosong terbelah dengan reruncing cadas diantaranya.
tapi kita akan sampai, tenanglah!
pasir ridge, 23januari08
Popularity: 28% [?]















wah….boleh nih…. dikopas, hihihi!
yati’s last blog post..Simsalabim, Inilah Neraka Ciptaan Ical
boleh Yat..
silahkan aja…:)
nge-pas ya dgn suasana hati ya…hehe
Sajak atau sanjak?
dah pernah dikirim ke media daeng?
Sampai sekarang saya belajar untuk mengerti puisi/sajak, dan sejenisnya
Ally’s last blog post..Alice The Brave
bagus.. banget malah……..
boleh “dikutip” kan daeng? hehe..
alfin’s last blog post..eksplorasi di tanah datar