Archive for January, 2008

Ahmadiyah: Muhammad Nabi Terakhir, Mirza Ghulam Hanya Guru

daengrusle January 15th, 2008

Saya kira kasus ’sesat’nya berakhir sudah

Tidak perlu lagi ada kemarahan dengan teriakan menyebut nama Tuhan Yang Agung sambil melempar rumah ibadah mereka dengan mata amarah.

Mari kembali merangkul kembali mereka sebagai saudara…:)

baca juga: [Fatwa sesat] Mobilisasi Kemarahan dan Akhlak Kita

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/15/time/120445/idnews/879171/idkanal/10

Selasa, 15/01/2008 12:04 WIB
Ahmadiyah: Muhammad Nabi Terakhir, Mirza Ghulam Hanya Guru

Jakarta - Gelombang protes terhadap Ahmadiyah masih berlangsung di daerah-daerah. Namun, Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) telah meluruskan dan mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah nabi akhir zaman. Sedangkan Mirza Ghulam Ahmad, yang selama ini disebut-sebut sebagai nabi, menurut JAI, hanyalah sebagai guru. Continue Reading »

Popularity: 35% [?]

[Review Blog] Kado Memukau dari Sahabat AM-er

daengrusle January 14th, 2008

Bulan ini, bulan Muharram. Selain sebagai bulan suci bagi Islam-er, juga istimewa buat diriku. Awal Muharram adalah pengulangan kesekian akan kelahiranku. Lihat postingan di 1 Muharram dan Diriku.

Kado yang kudapat, tak ternilai. Selain ucapan selamat dari rekan-rekan, juga mendapat cenderamata memukau berupa review blog dari mereka.

Review Blog ini adalah aktifitas yang akan di-rutin-kan oleh teman-teman bloggger Angingmammiri. Sebuah upaya berharga untuk mengapresiasi hasil karya tetulisan di blog masing-masing. Iya, bukankah kita mencintai dunia tulis menulis, dan dengannnya kita menghargai juga upaya dan sosok penulis nya. Dan review blog ini adalah salah satu upaya memberikan apresiasi buat para blogger, sahabat di dunia maya kita.

Tuhan, terimakasih menghadirkan mereka bahkan saat saya sedang “terhenti” di jalan yang terputus.

review-blog-daengrusle1.JPG 
bisa dilihat selengkapnya di: Review Page Portal Angingmammiri.org

Berikut screenshotnya yang diambil dari masing-masing blog reviewernya: Continue Reading »

Popularity: 26% [?]

Sebuah Iringan Sedih buat Pak Harto

daengrusle January 12th, 2008

Jiwa adalah milik Tuhan semata.
Selayaknya kita tundukkan sejenak kepala dengan haru tulus
untuk sebuah akhir yang baik, akhir yang indah.
Jiwa adalah milik Tuhan semata.

Ada saat nya kita perlu berhenti menegangkan urat leher, membiarkan nafas menghembus dengan lembut dan menjernihkan pandang kita ke dedaunan hijau, atau samudera yang lepas membiru. Saat itu tiba, gurat emosi dan dendam yang kita arak dalam temali kenangan yang menyakitkan kita sangkutkan di pelana kuda. Sekali hentak, sang kuda akan berjingkrak dan melesat pergi, bersama semua ihwal kecemasan yang menandai pening kepala kita dengan larik yang buruk.

 suharto-sakit.jpg
(Gambar: Soeharto sakit, diunduh dari sini)

Saya dulu, ketika masih berstatus mahasiswa, dengan pongahnya menyamakan Soeharto dengan Firaun yang laknat. Seakan bahwa sayalah Musa yang dikirim Allah SWT untuk membebaskan Indonesia dari keberingasan dan keburukan perangai sang tiran. Ketika ibu Tien Suharto mangkat, saya secara reflek melakukan sujud syukur di kost-kost an seorang kawan, sehabis bangun tidur dan menonton berita yang seharusnya beraroma duka itu. Saya menggabungkan dengki dan ritual religius di saat yang bersamaan. Seakan saya lah korban langsung dari semua penderitaan yang diakibatkan oleh pemerintahan Orde Baru. Padahal, di saat yang sama saya masih menerima beasiswa yang dikucurkan oleh berbagai institusi yang juga termasuk dalam kaukus Orde Baru, bahkan dengan beberapa aksi tipu-tipu administrasi yang memungkinkan saya mendapat beasiswa lebih dari yang diizinkan.

Ya, saya dihinggapi rasa pongah berlebihan saat mahasiswa. Continue Reading »

Popularity: 36% [?]

[Foto] Terik di Pusat Balikpapan

daengrusle January 11th, 2008

Di suatu waktu di penghujung tahun,
kucoba mengeja geliat kota minyak yang sedang dilanda sakit krisis energi.
Sepanas apa ia di pusaran
ataukah hanya sehangat dedaun yang didera asap ribuan knalpot?

Topi hitam,
bersama kamera yang setia menemani kala mata mulai lupa merekam waktu
di pusat kota ini, kurebahkan diri mencari pojok yang sejuk
dan menata bangunan laksana arkitek mencari bentuk yang paling klop

tapi tidak, saya hanya menemukan bangunan-bangunan tinggi menjulang
sedikit pongah, dan menantang untuk dikuliti.
selepas menghantar sang penyapu yang acuh dibilas kamera
saya berjalan menghampir pantai yang berubah menjadi ladang crane-tower
pantai yang dulu tempat kanak-kanak hitam dan ceria itu berenang
kini dibungkus seng aneka warna, dan dijaga satpam yang pura-pura sangar

kususuri jembatan mewah yang melintang riang diseberangnya,
inilah kiranya titian kebanggaan warga
ketika terakhir kudatangi kota ini, dua tahun silam,
jembatan ini hanya sebatas mimpi
kini dia menjelma menjadi konektor dari segala penjuru
menjadi tanda bahwa Balikpapan sebentar lagi dewasa
sama seperti kota lainnya, yang sudah digulung peradaban
dan tak lupa bencana yang silih berganti

ini lah hasil jepretannya:
 bc-yang-terik.JPG
Photo-1: BC Yang terik. Lanjutkan untuk foto-foto lainnya: Continue Reading »

Popularity: 41% [?]

1 Muharram dan Diriku

daengrusle January 9th, 2008

Saya baru tersadar sore ini, ketika seseorang teman yang saya kasihi mengirimkan ucapan Selamat Tahun Baru Hijriah, 1 Muharram 1429H.

Besok - atau tepatnya malam ini - adalah tahun baru bagi umat Islam. Penanggalan Islam dengan sistem perhitungan rotasi bulan ini atas ide Imam Ali Karamallahu Wajhahu, yang dilandaskan pada momentum hijrah Rasulullah dari Mekkah (saat itu) yang belum tercerahkan, menuju Madinah yang mencerahkan. Kenapa diambil momentum Hijrah ini? Hijrah dilakukan Rasulullah SAW dari kota Mekkah yang saat itu berbahaya bagi ummatnya: tertindas, lemah, dan terutama membahayakan kelangsungan agama Islam yang baru tumbuh. Bukan karena Rasulullah SAWW penakut dan tidak mengandalkan Allah SWT, tapi ini adalah strategi untuk lebih berkembang. Dan keputusan itu tepat, semenjak berpindah ke Madinah atau Yastrib, pemeluk Islam menjadi berlipat-lipat. Dan peristiwa Hijrah nabi itu, menjadi momentum besar bagi awal pertumbuhan Islam yang revolusioner. Ya, itulah sebabnya mengapa saat Hijrah Rasul ditetapkan sebagai hari pertama penanggalan Islam.

aku-dan-aji-ku.JPGBagi saya pribadi, 1 Muharram selalu menjadi hari yang teramat istimewa.
Setiap hari itu datang, maka ibunda saya tercinta pasti akan mengingatkan diriku, “Nak, esso jajimu tu ye siddi Muharrang” (Nak, hari ini adalah hari lahirmu 1 Muharram). Setiap hari itu datang, biasanya beliau akan mengecupku dengan haru dan menyiapkan hidangan istimewa khusus buatku. Kakak-kakakku pun akan berlomba mengucapkan selamat padaku.

Dan saya akan kembali terngiang cerita sang Bunda saat melahirkan diriku, nun jauh saat masih di dusun Sempangnge, desa Nepo, Wajo, Sulawesi Selatan. Ya, saya lahir tepat di tanggal 1 Muharram 1397H itu. (Foto di ayas: Foto bersama Aji Burane dan Aji Makkunraiku, di suatu pagi di Sengkang, Juli 2004 silam).

Saya, adalah anak yang kurang ajar sejak dikandung. Ibunda ku - yang kami panggil dengan sebutan Aji Makkunrai or Aji Perempuan, harus membopong janinku selama 12 bulan. Aji bercerita bahwa beliau pertama kali merasa mengandung diriku saat bulan Muharram, dan kemudian saya dilahirkan dengan susah payah di bulan Muharram juga.

rusle88.JPGPerlu tiga hari tiga malam, Ajiku berkutat dengan maut untuk melahirkan diriku, dengan bantuan Sanro Calapari (Sanro= dukun dalam bahasa Bugis). Sanak keluarga yang menunggui Ajiku melahirkan juga semuanya khawatir dan pasrah, mengingat perjuangan dan sakitnya melahirkan diriku. Ketika saya tumbuh jadi kanak-kanak yang nakal, mereka selalu mengingatkan kenangan tentang susahnya melahirkan diriku. Biasanya saya hanya tersenyum sinis. Kelanjutannya sudah bisa ditebak, saya mesti dinasehati, “Jangan nakal dan kurang ajar sama ibumu. Kamu dilahirkan dengan susah payah dan bahkan nyaris merenggut nyawa ibumi”. Iya, saya akan selalu ingat hal itu, insya Allah. (Ket Foto disamping, foto ketika saya masih berumur 11 tahun, 1988)

Saat aku lahir, orang tuaku tak sempat mengingat hari Masehinya. Mereka hanya tahu penanggalan Islamnya, 1 Muharram. Mereka juga tak sempat, atau tidak tahu, untuk membuatkanku Surat Kenal Lahir, apalagi Akte Kelahiran. Maklum, lahirnya di kampung sih, lewat dukun pula. Saat saya kemudian hendak mencatatkan tanggal lahir saya di ijazah SD (saya tak sempat menikmati bersekolah sambil bermain di Taman Kanak-Kanak, apalagi Play Group) , saya bingung mau menuliskan tanggal lahir saya. Saya hanya menuliskan tahunnya, itupun say jiplak dari teman saya yang saya anggap seumuran, 1976. Akhirnya guru kelas saya lah yang memilihkan tanggal lahir palsu untukku, yang kemudian baru saya sadari bahwa tanggal itu membuat usia saya lebih cepat bertambah enam bulan. Saya sendiri baru kemudian membuat Akte Kelahiran ketika hendak memasuki ITB dengan tanggal lahir palsu itu, itupun karena ITB saat itu nyaris menolak registrasi-ku karena ketiadaan Akte Kelahiran. Akhirnya saya baru mengurus Akte Kelahiran saat itu, saat usiaku sudah nyaris 20 tahun!

Ingat Muharram berarti ingat Aji Makkunraiku.Semoga, Aji Makkunrai ku, yang saat ini sedang bersimpuh di tanah suci Madinah dianugerahi kesehatan yang prima hingga menyelesaikan ritual ibadah haji dengan mabrur. Amin.

Aja tallufai lesu, Ajikku. Lesuki masijja. Moddanika kesi’na, Aji.
(Translate: Jangan lupa pulang Ajiku. Pulanglah segera. Saya rindu teramat sangat).
Kalimat ini saya ucapkan saat bersimpuh di kaki Aji Makkunrai-ku sebelum beliau berangkat ke tanah suci.

Selamat Tahun Baru Islam, Selamat Ultah Diriku!

Popularity: 37% [?]

Biasakanlah Melangkah!

daengrusle January 9th, 2008

10k-a-day-step-walking.JPG

Apakah Anda termasuk orang yang lebih menyukai naik lift daripada menjejaki tangga, meski cuman selantai? Ataukah anda termasuk yang lebih senang naik angkot atau ojek ke mini market terdekat daripada berjalan kaki? Apakah Anda sulit menghitung berapa kali dalam seminggu Anda berolahraga, renang, jogging, bulu tangkis?

Kalo iya, waspadalah! Selain Anda akan menjadi pemalas yang sangat, Anda juga mesti bersiap-siap memilih cara ‘mati’ yang menyakitkan. Karena banyaknya fasilitas dan alat penunjang dalam melakukan aktifitas hidup, manusia modern punya kecenderungan untuk malas bergerak. Kecenderungan ini (atau bisa juga disebut sebagai  penyakit) disebut hipokinesia.

Hypokinesia refers to slow or diminished movement of body musculature. It may be associated with basal ganglia diseases; mental disorders; prolonged inactivity due to illness; experimental protocols used to evaluate the physiologic effects of immobility; and other conditions.

Hipokinesia adalah makanan empuk untuk penyakit : hipertensi, kadar lemak darah tinggi, kegemukan, penyakit jantung koroner dan gangguan metabolisme seperti diabetes tipe 2 dan arthritis.

Apa sulitnya bergerak dan berjalan? Setiap gerak atau langkah mungkin akan memperpanjang hidup anda sekian detik. Selain itu, tubuh yang aktif bugar bisa memberi efek psikologis yang positif; selalu ceria, berpikiran positif dan tentu saja memberi daya pikat yang lebih besar. :) Continue Reading »

Popularity: 29% [?]

There’s Something about Sinetron kita!

daengrusle January 7th, 2008

mary.jpgBeberapa hari ini terus terang saya agak terganggu dengan iklan sinteron yang bakal tayang di Indosiar, yang judulnya “Cewek Cantik itu Bernama Sarah”. Kenapa? Karena semua cuplikan adegan yang ditampilkan sebagai promo itu mirip dengan filem favorit saya yang dibintangi Cameron Diaz, “There’s Something About Mary”. (lihat gambar disamping untuk mengingatkan. Source: www.bongshiny.com)

Adegan tentang Anjing si Sarah dan tetangganya yang bangkotan, adegan si cowok ngintip si Sarah lewat WC dan kemudian resleting celananya menjepit sang alat vital, adegan si cowok dengan anjing si Sarah, adegan si cowok mau ciuman dengan Sarah terus terkena mata pancing adeknya Sarah yang terbelakang mentalnya, adegan saingan si cowok yang pincang, dan lain-lain mirip benar dengan adegan di filem There Something About Mary.

Semua adegan dibuat mirip seperti tidak ada lagi kreatifitas dari pembuat sinetron Indonesia. Sepertinya mereka itu kram otak ya, sampai tidak bisa lagi mencari ide orisinil lain.

Malu rasanya menyebut mereka sineas atau seniman. Seorang sineas, atau seniman sepatutnya mendalami bagaimana sebuah proses terciptanya karya seni yang didalamnya ada etika dalam menghargai hasil karya orang lain. Inspirasi boleh saja dicomot dari mana saja, termasuk karya orang lain. Tapi menjiplak dengan semena-mena (walaupun mungkin melakukan konfirmasi ke pemilik karya) seperti tidak memberi ‘efek susah payah’ dalam berkarya. Tidak ada proses pencerdasan disitu, terutama mengingat mereka, para sineas dan seniman itu, sudah pernah mengecap pendidikan profesional tentunya.

Bagi yang pernah menonton filem itu, saya sarankan untuk mengucap nauzubillah aja deh daripada nonton sinetron Cewek Cantik itu Bernama Sarah.

Sudah terlalu banyak kasus penjiplakan terjadi di sini. Padahal kita belum lama ini mencaci maki Malaysia karena menjiplak atau mengakui lagu Rasa Sayange, Reog Ponorogo atau Batik sebagai budaya mereka. Sementara, menurut Budhiarto Shambazy, kita ini termasuk munafik. Disaat kita mengecam Malaysia karena pengakuan mereka yang semberono terhadap budaya kita, di saat yang sama kita juga banyak melakukan penjiplakan yang mengarah kepada pelanggaran atas hak cipta di banyak sinetron, film, lagu, dan sebagainya. Munafik?

Sudah saatnya stasiun televisi, rumah produksi tidak melulu memikirkan profit saja. Toh keuntungan tidak mesti diperoleh dari menjiplak. Coba liat filem atau sinetron produksi Deddy Mizwar semisal filem Nagabonar, Lorong Waktu, Kiamat Sudah Dekat dan Para Pencari Tuhan, semuanya mengusung ide kreatif baru yang banyak memuat pesan moral mencerdaskan bangsa. Profitable? Tentu. Filem dan sinetron itu laris manis bak kacang goreng dan tentu saja menguntungkan.

So, There’s Something about Sinetron kita!

Berikut Daftar Panjang Sinetron Jiplakan hasil karya sineas kita dan Yang dijiplaknya:
(diunduh dari sini) Continue Reading »

Popularity: 23% [?]

Belajar Menulis, Belajar Menjadi Abadi

daengrusle January 4th, 2008

Verba valent, scripta manent.
Ucapan bisa hilang-terlupa, tulisan akan tetap abadi [peribahasa latin].

Mengapa Perlu Menulis?
menulis.jpgSalah seorang sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, dikenal sebagai sastrawan yang konsisten menulis dalam segala kondisi, bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun. Idealisme sebagai seorang sastrawan dan pejuang sosialis tertanam kuat di kepalanya yang keras bagai batu, meski dengan itu dia terpaksa merengkuh segala bahaya. Di zamannya, dia pernah dianggap keliru memposisikan koordinat diri pada quadran sejarah dan karenanya diberi label ‘komunis’, bahkan ada yang salah kaprah menganggapnya atheis-tak bertuhan. Oleh semua ihwal penistaan nasibnya itu, dia menelan resiko hidup dengan menyusuri lelorong sepi nestapa - tercerabut dari keluarga, masyarakat dan terutama lingkungannya. Apa yang dia lakukan untuk melawan sepi nya? Hanya satu, Menulis.

Dari labirin kesendirian, dia mendendangkan nyanyi sunyi – soliloqui melalui lembar-lembar roman sejarah yang menjadi kegemaran dan juga spesialisasinya. Dia mengumpulkan ingatanyang terserak, dipadukan dengan bakat dan kemampuan menulisnya yang luar biasa untuk melawan tirani yang memaksanya terjebak dalam kesendirian. Dia melawan dengan menulis. Dia menempatkan hidupnya yang soliter di tengah riuh arus perubahan masyarakat yang sebagian besar menentangnya dengan menulis. Dia sadar, hanya dengan menulis dia bisa menjumpai orang-orang yang punya pendirian sama dengannya – bahkan nun jauh di zaman yang tak terbayangkan olehnya. Selepas masa terungku yang panjang dan diuntungkan oleh badai perubahan yang me-reformasi arus sebelumnya, masyarakat kemudian menghargainya karena buah karya novel-novelnya yang luar biasa. Novel-novel luar biasa itu kebanyakan lahir dari masa sepi-nestapanya; Tetralogi Pram. Ya, pada akhirnya dia memenangkan pertarungan hanya dengan menulis. Dia kembali merengkuh hidupnya yang dulu - walau tak semuanya - dengan menulis. Namanya abadi, bahkan sampai ratusan tahun nanti. Dengan menulis, dia melukis hidupnya pada bingkai sejarah dan mengukir nama dan karyanya pada kanvas keabadian, bersama orang-orang besar lainnya yang telah membangun peradaban manusia dengan prasasti dan mahakarya tulisan yang dibaca dan berpengaruh hingga hari ini.. Continue Reading »

Popularity: 17% [?]

Orang Miskin Dilarang Beli Buku!

daengrusle January 2nd, 2008

gramedia-balikpapan.jpg

Entah kenapa tadi pagi saya merasa rindu ke toko buku, terutama karena saya penasaran pengen menjamah lembar-lembar halaman buku-buku baru yang belakangan banyak diiklankan di media.

Memang sebelumnya saya sudah beberapa kali mengunjungi toko buku langganan saya, Toko Buku Karisma di Mall Rapak (Ramayana) Balikpapan. Itupun karena kebetulan beberapa kali mesti menemani istri berbelanja bulanan di Mall itu yang lokasinya cukup dekat dengan rumah saya, jadi sekalian saja cari buku baru dan bagus. Tapi buku-buku di Toko Karisma ini rasa-rasanya teramat kuno, tidak terlalu menarik. Hanya ada satu dua buku saja yang bagus, terbitan penerbit dan tulisan pengarang yang jaminan mutu. Tapi secara keseluruhan stok bukunya kurang berkualitas. Kebanyakan adalah buku terbitan sendiri, atau buku lama yang sudah tidak sejalan lagi dengan zaman sekarang. Hanya satu kelebihan Karisma dibanding Gramedia, harga nya lebih murah sekitar 20-30%. Lumayan! Apalagi saya sudah terdaftar jadi member di Karisma, sehingga bisa menikmati discount 10% untuk setiap buku.

Nah, pagi ini saya hendak mengajak mata dan otak saya pelesir ke toko buku Gramedia Balikpapan, yang lokasinya terletak di Plaza Balikpapan atau lebih dikenal dengan BC= Balikpapan Center. Di sana saya termanjakan oleh banyaknya buku-buku baru, bagus dan menarik. Saya sempat menjamah setengah isi buku GM yang baru; Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai. Ada juga buku kumpulan Puisi Joko Pinurbo yang diberi judul sableng: Celana…. dan Kepada Cium. Menarik. Saya juga sempat mencatat beberapa buku bagus disana yang rencananya akan saya beli kalau ada rezeki; Trilogi Laskar Pelangi (kuno ya saya soale belum baca buku heboh ini, he2), Kompas Menulis dari Dalam, sebuah buku bagus buat yang seneng menulis; Menjadi Indonesia, sebuah buku sejarah tebal karangan Parakitri Simbolon yang pantas dijadikan referensi; Antologi Lengkap Cerpen AA Navis, wow ini lah buku penulis cerpen Legendaris Robohnya Surau Kami yang sangat layak untuk dimiliki; Duo buku tebal tentang perang salib, Perang Suci karya Armstrong dan Perang Salib karya Hillenbard; ada juga buku History of the Arabs karangan Hitti yang juga tidak kalah menariknya. Continue Reading »

Popularity: 30% [?]

Kontemplasi Awal Tahun

daengrusle January 1st, 2008

kontemplasi.JPGKita sedang menghirup udara 2008 dengan bebasnya sekarang, sedikit mencoba melupakan kegaduhan yang disisakan oleh tapak 2007 kemaren. Tidak sedikit diantara kita melewatinya dengan tersengal-sengal, betapa cobaan hidup setahun silam membuat semua rencana yang sudah diukir dalam sebuah resolusi yang apik rupanya tak kunjung terlaksana sempurna. Bagi yang mampu mencapai garis finish dengan sekumpulan kebanggaan yang membuahkan senang dihati, anda pantas berbahagia. Selamat!

Beberapa diantara kita, ada yang bahkan tak bisa seleluasa kita sekarang. Mereka ada yang ‘berakhir’ di antara tapak yang terbentang pada lorong yang sebenarnya masih panjang. Mereka terhenti, sebahagian besar bukan atas keinginan sendiri. Tapi serentetan sebab akibat menghadiahkan kemusykilan bagi mereka tetap berlari. Ya, mereka terhenti di perhentian yang tak-dikehendaki, dan kemudian tiba bagi mereka saat untuk menyelesaikan yang harus diselesaikan, mempertanggungjawabkan perjalanan kepada sang Pemilik Agung. Untuk mereka, kawan-kawan kita yang sedang bertaruh di hadapanNya itu, mari kita kirimkan sebaris dua baris doa untuk memperkuat langkah mereka. Amin. (Baca juga: Yang Muda dan Pergi Dibawa Maut)

Kita yang masih sanggup meneruskan langkah, sepatutnya menjadikan kawan-kawan yang terhenti itu, sebagai pelajaran yang mengganjar kita dengan ingatan masa depan. Bahwa akan ada saat juga buat kita terhenti entah di perhentian mana, dalam kondisi tak-ada-yang bisa tahu. Maut, dan semua tanda baca yang ditorehkan ke dalam buku hidup kita, seharunya menjadi suatu rujukan untuk melangkah ke depan. Dengan menenteng keyakinan itu, bisa membuat kita tetap stay tune dan waspada dalam menggerakkan roda hidup.

Popularity: 16% [?]

« Prev