Upcoming Maestro! All about talent and hard practices!
daengrusle February 2nd, 2008
Proses menjadi seorang maestro seni tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kreatifitas yang bersumber dari karakter personal dan kecerdasan menggali inspirasi tidaklah diturunkan serta merta seperti rintik hujan - dan kita tinggal menampungnya dalam perigi.
Bakat, adalah pemberian Yang Maha Kreatif. Manusia yang mendapat “gift” tersebut, kemudian memolesnya dalam suatu disiplin latihan dan kerja keras yang tidak setengah-setengah. Maestro lahir dari dua kombinasi tersebut; bakat dan latihan.
Proses lahirnya seorang maestro juga tidak secepat membangun Prambanan - semalam saja. Tapi ia lahir dari proses yang tekun dan lama, dan tak jarang membuat frustasi - menjadi rorokeng, layu sebelum menjadi. Maestro membutuhkan kesetiaan pada waktu; lama dan penuh kesabaran.
Kalau Michaelangelo membutuhkan media langit-langit Basilika Santo Petrus di Vatikan, dan Donatello, Rafael, serta sang legenda Leonardo da Vinci membutuhkan kanvas, maka Mahdi Muthahhari, the next maestro ini membutuhkan dinding-dinding rumah kontrakan sebagai media pelampiasan kreatifitasnya. Dan perjalanan menjadi Maestro sungguh telah dijejak sejak sebelia ini.
Aliran apa yang dipilih oleh maestro belia ini? Menurut analisa seorang kurator amatiran, Mahdi Muthahhari sesungguhnya telah memilih aliran abstrak yang cenderung surrealis. Komposisi bentuk kurva yang dipadukan oleh warna yang ragam namun tetap dalam harmoni membentuk karya yang berkarakter kuat. Walau terkadang menjadi sulit untuk mencerna makna lukisannya - sebagaimana umumnya lukisan abstrak - namun kita akan digiring pada rasa bahagia ketika menikmati lukisan-lukisan ini.
Tak peduli, apakah di penghujung tahun, sang pemilik Gallery (baca: pemilik rumah) menghargai karya seni ini dengan biaya tinggi atau kalau lagi apes, malah tuntutan ganti rugi!
Wallahu ‘alam bis-showab. Hanya Yang Maha Kuasa yang tahu. Klik untuk melihat proses kreatif nya:
Proses kreatif dalam menghasilkan mahakarya membutuhkan kecerdasan memilih media dan peralatan lukis;
Mahakarya bermutu selalu bermula dari sebuah inspirasi.
Maestro selalu bahagia, terutama selepas menghasilkan mahakarya.
Maestro muda dan maha karyanya! All about talent and hard practices!
Seorang Maestro sejati tidak akan ragu membagikan ilmunya!
Foto sang maestro berdiskusi dengan Maipa Deapati, salah seorang calon pemimpin perempuan Indonesia masa depan.
Popularity: 68% [?]
- Family , Balikpapan , Aku , Photo














Bagaimana kalau Sang Maestro mulai pindah media ke kertas? Biar bisa di-scan dan dipajang di blog khusus….
ikram’s last blog post..Soeharto Diinjak-injak
wiiihhh,COOLnya gayax mahdi disituwww.,,!!!
gifo juga trnyata di’!!
hehe..lam kenal mahdi..^^
Tutut’s last blog post..Tentang Pelajar di Sekolah Penyair (semacam biodata)
Hahahaha..mantaap..ada tong temannya Mahdi di Cikarang yg bikin pusing bapaknya gara2 coretan tembok dirumah..Kapan2 bisa dipertemukan maestro2 masa depan ini!
amril’s last blog post..FLASH FICTION : AKHIR SEBUAH MIMPI
wah sy merasa sangat beruntung menjadi kurator pertama yg menyaksikan langsung sang maestro dan karyanya.
Sayang sy kurang awas, karena ternyata masih banyak pale karyana di media yg lain
Nda apapa deh.. Yg penting buku panyingkulku sdh ditandatangani sama sang maestro
Hidup mahdi.. Ewako nak!
Mahdi & Maipa….pa kabar nure’
tante yani jadi ingat waktu TK dulu, pernah gambar pemandangan di dinding kamar tamu, trus pas ketahuan sama ibu, langsung di belikan buku gambar yang paling gede…hehehe…
Keep the gud work son!
wow, itu gambar ikan lagi mancing ya??????
hebat!!!!
buat daeng rusli: biar ndak di marahi ki’ sama yang punya ‘galery’, sekalian beli ‘galery’nya. Aman toh???
Btw, salut daeng! Anak-anak memang tidak boleh dihalangi kreatifitasnya. Harga cet tembok jauh lebih murah dibandingkan harga yang harus dibayar bila kreatifitas anak terhambat hanya karena takut dimarahi bapaknya.
ama’s last blog post..cerpen? based on true story?
hahaha..
ternyata anak2 di mana saja memang sama saja ya..
anakku juga begitu, untungnya sekarang medianya sudah berpindah ke kertas dan komputer..
jadi, tembok sudah lumayan aman..
Ipul’s last blog post..Hukum itu seperti sarang laba-laba
acecece… ruang kerjanya Dek Mahdi di setiap sisi euy.. tiada batas.!
Assalamulaykum… berkunjung…. he2
waaaawww…..
Sesulit apapun medianya!unga’s last blog post..Tiga orang yang suka pamer
seperti ini nih, maksud saya… http://sophiesmasterpiece.blogspot.com/
ikram’s last blog post..Kan Ada Internet…
Berbagi Kasih Berbagi Buku, Lomba Puisi Berantai dan Pantun semuanya lagi diadakan oleh AM. terima tantangan yuk….! Klik http://angingmammiri.org
Mas… cat tembok sekarang lagi naik daun eh harga…
pake diskusi lagi… (pasti lagi diskusi tembook tetangga mana yg mo jadi korban)
semoga benar2 akan menjadi seorang maestro…
Doohan’s last blog post..Apa Bedanya kita?
wahhh
bangganya bisa melihat hasil karya the next maestro
semangat ki nure’
na’s last blog post..Sebuah Kado Kecil untuk Daeng Rusle’
Saya setuju model lukisan di atas tergolong aliran abstrak. Mungkin bagi orang awam sangat sulit mengartikan maknanya. Tapi bagi saya ya sulit juga
Rezki’s last blog post..Belanja di Banner Store, Dapat Angpau
salam kenal daeng…
saya suka mengunjungi blog ini, dari sini juga saya terinspirasi ingin punya blog, hingga akhirnya saya memaksa someone untuk membuatkan blog, secara saya sama sekali tidak punya waktu.
btw…saya doakan semoga mahdi benar-benar bisa jadi seorang maestro…
salam nure’ dari om rheza di bekasi
rheza’s last blog post..Bila Rindu ini datang…
hahaha…hebat…bukan cuma disediain kertas, tapi lapangan yang luaaaasss buat melukis!
JAdi maestro? Amiiiin!
yati’s last blog post..super moody
mungkin stadard anak2 yah …..
anak aku melakukan hal yang sma pada kamarnya …… kalo aku sih merasa itu bagian dari kreativitasnya …… tapi istriku selalu mengatakan .. kapan tuh didinding mau mas cat lagi ….
kemarian aku liat anak aku juga udah menuju ke ruang keluarga kami …
salam buat anak2 yang lucu itu daeng …
Hehe…hehe…semoga nanda menjadi maestro pengharum nama bangsa (yg lagi terpurut ketingkat terbawah) juga tentu saja bagi keluarga…….dan yang pasti si pemilik galery sdh ancer-ancer nuntut ganti rugi tuh..kayaknya…hehehehe
hahahahahha, sama alirannya anakku daeng,
bukan cuman rumah saja najadikan obyek penderitaan lukisan,
tapi pagar rumah juga penuh lukisan yg ntah apa maknanya.