[Sanjak] Sehelai Daun Yang Gugur

daengrusle February 13th, 2008

seumpama pohon, kami adalah yang rindang dedaunnya
pokoknya kokoh dengan kulit keras karena tempaan hidup
hujan, angin dan rayap kadang menggerus tiada henti, dan selimut hidup kami tentu mengeras,
seperti menikmati, kami merasakan bahwa cinta lah yang menyatukan

di rindang pohon, sepuluh bebatang merimbunkan dengan dedaun yang segar
laksana benteng yang kukuh, kami saling mendekap, melindungi dengan kasih yang tak terukur
setiap batang adalah jiwa bagi batang yang lain, seperti itu kami saling memaknai
seumpama ada yang tergores, patah, atau goyah karena deras, desir dan gesekan
maka kami sepuluh bebatang merapatkan reranting yang kami punyai
dan menyalurkan semangat agar tetap kuat sekokoh benteng

seumpama dedaunan hijau di setiap ranting dan cabang,
maka kami adalah sepuluh dedaun segar yang basah oleh seringai tawa
dalam masa bersama, kami saling menyejuki hingga semangat seperti berkobar kembali
dalam masa yang sedih, kami seumpama titian yang menyeberangkan setiap duka
menjadi optimisme untuk melalui jurang yang curam, dalam dan mematikan
dan kami selalu bersama, selamat dan bersenyum bersama
setiap saat kami selalu berbagi kecup, peluk dan keharuan
seperti rimbunnya dedaunan berbagi embun yang dimandikan pagi

diatas kebersamaan kami, kecintaan dan keharuan, ada Tuhan Yang Maha Menyayangi
Rahman RahimNya membelai kami hingga ke sumsum yang tak terjangkau
mengusap sulbi yang tak terlihat, meresapkan rencana yang terbaik untuk kami lalui
rencana yang baik, semua baik, dan kami senantiasa mengikhlaskan diri untuk menyerap sepenuhnya

seumpama sepuluh dedaun yang hijau segar di ranting kokoh,
maka kami adalah sekumpulan hamba yang sadar dan saling menyadarkan
bahwa ada saat tertentu kala hujan, angin atau rayap yang jauh lebih kuat
akan mampu merubuhkan bebatang kami

sesadar kami bahwa Tuhan dengan Rahman RahimNya
telah memberi garis yang pasti, jelas dan tak terbantahkan
seperti janji dari kawan setia

bahwa ada saat kami mesti melepas satu satu dedaun itu,
hingga waktu merubuhkan bebatang kami
sehelai, dua helai, hingga helai kesepuluh sampai kami dipisahkan
dan dipertemukan di kehidupan yang lain, selanjutnya,
dan membangun pohon yang lain, lebih kokoh dan indah tentu

sehelai daun yang gugur kemaren, adalah helai terindah dalam pepohon kami
batang terkeras, ranting terbaik,
dan kami yang tersisa seperti ranting yang lapuk tertinggal, lemas terkulai

helai daun yang gugur itu, seperti semangat besar yang membuncah,
namun kemudian terkelupas
menggerus kambiun cinta milik kami satu-satunya, menebang ranting bahagia

sehelai daun yang gugur seperti menghentikan waktu, dan kami adalah detik yang terkulai
gelap, tanpa daya dan tak tahu bagaimana menghidangkan masa
kami seperti menjelma menjadi hujan, larut dan terbenam dibawah akar hidup

sehelai daun yang gugur, seumpama paria yang mengajukan kepahitan tertahan
namun kami memamahnya sebijak genta yang setia berdentang,
ada panggilan, ada pemaknaan hakiki dibaliknya
derita akan hujan angin dan rayap mungkin hilang sudah, dan dedaun gugur itu terbebas sudah
menyatu pada tanah, mendekap pertiwi, bahkan bersama hujan, angin dan rayap
menjadi pemupuk kesuburan dan pastinya melempangkan jalan
untuk kami berikutnya

selamat jalan, kakanda,
selamat jalan, kekasih abadi kami
engkau tak pernah mati di hati
sebagaimana jiwamu, yang ‘hanya’ berpindah

selamat jalan, kakanda rusdiana tersayang..

kami bersepuluh ketika rustam dan diana nikah

foto diatas ketika acara mappacci dan akad nikah kakanda Rusdiana yang acaranya dilangsungkan bersamaan dengan mappacci Rustam.

keluarga besar Noertika

foto diatas adalah foto keluarga kami, tahun 2002 silam. Kakanda dr Rusdiana adalah yang duduk paling kiri, mendampingi ayahanda HM Nur T.

Popularity: 51% [?]

There are 22 Comments for
    “[Sanjak] Sehelai Daun Yang Gugur”

  1. deenon 13 Feb 2008 at 3:23 pm

    “bahwa ada saat kami mesti melepas satu satu dedaun itu, hingga waktu merubuhkan bebatang kami
    sehelai, dua helai, hingga helai kesepuluh sampai kami dipisahkan”

    –>menangiska’ bacaki…

  2. imtihanahon 13 Feb 2008 at 3:26 pm

    Turut berduka cita kak Rusle….
    Semoga amal ibadahnya di terima oleh Allah dan di beri tempat yang terbaik dan terindah di sisi-Nya, amien amien amien Ya Rabbal a’lamin.
    Dan semoga keluarga yang di tinggalkan tabah menghadapi cobaan ini.
    Inilah rahasia Tuhan yang tiada pernah manusia ketahui…..

  3. acankon 13 Feb 2008 at 3:55 pm

    ketahuilah kawan
    mati seolah menjadi tidak berarti bagiku
    karena kau sudah mengambil tempat di hati ini
    dan kau hidup abadi didalamnya

    kepergianmu menyisakan
    “sesuatu”
    yang tidak ingin kusebut sebagai duka

    acank’s last blog post..S.Si :(

  4. ridhocyberon 13 Feb 2008 at 3:57 pm

    kelemahan saya adalah tidak bisa mengartikan puisi.. hi hi hi

    saya gak tau harus bilang apa…

    keep posting and keep blogging aja deh daeng…

    ridhocyber’s last blog post..Kado Special Di Hari Valentine

  5. nilam indahsarion 13 Feb 2008 at 4:20 pm

    turut berduka cita kak rusle…

    mudah-mudah segala amal ibadah beliau diterima di sisiNya. amien.

    salam,

    nilam indahsari

  6. yation 13 Feb 2008 at 5:56 pm

    innalillahi…. turut berduka daeng

    ini indah sekali, kepergian kk dilepas dengan sangat indah. semoga tempat terbaik diberikan buat almarhumah, Amin

    yati’s last blog post..sesal

  7. adhion 13 Feb 2008 at 9:17 pm

    innalillahi wa inna ilaihi rojiun
    turut berduka… semoga diberi kelapangan dan kekuatan bang.

    adhi’s last blog post..Selepas bencana itu

  8. amrilon 14 Feb 2008 at 12:18 am

    Turut berduka cita Rusle. Semoga Allah SWT melapangkan jalan kakanda tercinta disana dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan melewati cobaan ini..

    amril’s last blog post..DENDANG NADA DERING YANG “MENENDANG”

  9. Doohanon 14 Feb 2008 at 3:28 am

    kebersamaan yang dilukiskan begitu indah dengan kata-kata.
    seperti itu jugalah kepergian harus dikatakan.
    Turut berduka cita ya bang…
    semoga keluarga yang di tinggalkan beroleh kekuatan.

    Doohan’s last blog post..Gadisku

  10. Ipulon 14 Feb 2008 at 10:11 am

    saya membaca deretan puisi di atas sambil mendengarkan “Heaven can you hear me now”..
    bebaris kata-kata yang daeng Rusle tulis jelas sekali datang dari hati yang sedang tergerus kesedihan mendalam..
    saya mungkin belum pernah ditinggalkan oleh seseorang yang amat saya cintai, tapi goresan daeng Rusle mampu membuat saya merasakan kepedihan dan keharuan yang [mungkin] sama dengan yang daeng Rusle rasakan..

    mata saya sembab dan memanas..
    turut berduka cita teman…
    dia tidak pergi, dia hanya berpindah….

    Ipul’s last blog post..Review Blog;i-rara.com

  11. yanion 14 Feb 2008 at 2:40 pm

    “derita akan hujan angin dan rayap mungkin hilang sudah, dan dedaun gugur itu terbebas sudah”

    Innalillahi…
    Turut berduka daeng…semoga Allah memberi kelapangan untuk ‘kepindahan’ beliau…Amin..

    yani’s last blog post..Im In Love (Kali ini beneran, sumpah..)

  12. Adinkon 14 Feb 2008 at 7:56 pm

    turut berduka cita daeng
    semoga kakanda mendapat tempat terbaik dan amal ibadahnya diterima oleh-NYA
    amin

    Adink’s last blog post..Rolling

  13. daeng ngitungon 15 Feb 2008 at 9:24 am

    turut berduka cita daeng rusle …… ini yang disebut manusia boleh usaha, tapi Allah swt yang menentukan.

    daeng ngitung’s last blog post..Kopdaran Euy!

  14. mumunon 15 Feb 2008 at 9:31 am

    walaupun ga bgt dkt tp saya pernah merasakan hal yg sama :’( Turut berduka cita k rusle…
    semoga segala amal ibadah beliau diterima di sisiNya. amien.
    salam,

    mumun’s last blog post..coba….

  15. soeltraon 15 Feb 2008 at 12:25 pm

    k diana menutup waktunya dengan indah,
    bersama orang2 tercinta yg meyakini bahwa waktu tak kan terulang
    lalu kebersamaan dan cinta membuatnya tenang
    seperti halnya cinta-Nya yang menyapa dia terlebih dahulu
    dengan waktu yang abadi di sisi-Nya

    sejukkan hatimu selalu kk ku… Daeng Ruslee

    /(^_^)\

    soeltra’s last blog post..percakapan kecil

  16. Mus_on 17 Feb 2008 at 2:34 pm

    daeng, mau ka’ menangis membaca tulisan ini. sungguh. :(

    maaf, sejak berita di milis tentang sakitnya kakak ta’, ndak pernah ka’ membalas thread itu. :( karena sa tau, berita sakit, apalagi berita kematian, selalu membuat saya sedih dan mengenang masa2 ketika bapak saya sakit. :( maka hanya doa saja yang saya panjatkan untuk kesembuhan kakak ta’ waktu itu. tapi Allah menghendaki lain. :(

    Semoga beliau diberikan tempat terindah di sisi-Nya. Dan daeng rusle sekeluarga terus diberikan ketabahan dan kekuatan iman.
    Semoga bebatang itu tetap kokoh di sana. dan daun yang gugur itu menjadi penyubur tanah di bawahnya.
    Amin.

    Mus_’s last blog post..Menjadi Pemateri Seminar IT dan Blog se-Kabupaten Takalar

  17. madceson 18 Feb 2008 at 8:37 pm

    Turut berduka cita Daeng Rusle, mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin

    madces’s last blog post..Untuk Istriku Tercinta

  18. Nirmaon 18 Feb 2008 at 9:27 pm

    Sebuah puisi dari hati terdalam seorang saudara yang begitu mencinta dalam jiwa yang
    sepenuhnya tabah dan tawakkal padaNya…
    Semoga Alm tenang disisiNya, amal ibadahnya diterima, dan diampuni segala khilaf, AMIN

    Utk Kak Rusle’ dan Keluarga…
    Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya…

    Nirma’s last blog post..Replay Email dan Do’a untuk Bapak HM Soeharto

  19. arham_kendarion 19 Feb 2008 at 1:56 am

    baru ka’ baca, daeng..
    innalillah, turut berduka..
    semoga dilapangkan jalannya.. :(
    arham_kendari’s last blog post..Alfredo

  20. M ilham nawawion 20 Feb 2008 at 12:58 pm

    assalamu’alaikum

    9 daun itu pasti sayang sekali dengan 1 daun yang telah gugur….

    tapi ingat klo 9 daun itu sayang sekali masih ada yang Lebih dan lebih sayang sekali dengan 1 daun itu yaitu sang khalik sang maha pencipta yaitu Allah azzawajalla, ya awwalu wal akhiru, Allah yang mengawali dan allah juga yang mengakhiri…

    maaf saya nda isa datang ke pemakaman,
    hanya bisa berdoa di kejauhan agar arwah almarhumah dapat diterima amal ibadahnya selama di dunia disisi ALLAH SWT.

    “allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’ fuanha”
    maaf klo ada kata2 yang salah,

    wassalamu’alaikum

    M. ILHam Nawawi
    Keluarga Condet

  21. Ruslion 20 Feb 2008 at 3:12 pm

    Membaca puisi Ruslee –Insya Allah- seperti itulah persaudaraan kami.Kepada saudara-saudaraku yg telah memberi komentar, support atau apapun namanya yg intinya ikut turut berduka cita atas meninggalnya saudara kami-Rusdiana- Sy atas nama keluarga besar mengucapkan TERIMA KASIH yang sedalam2nya atas perhatiannya semua. Kami memang tidak mengenal saudara2ku semua secara fisik kecuali sedikit, tapi melihat komentar2nya serasa keluarga besar kami yg telah kehilangan ‘selembar daun’, mendapatkan berlembar-lembar daun baru yang bermunculan tak terduga….sekali lagi terima kasih saudaraku

  22. daengrusleon 20 Feb 2008 at 3:40 pm

    tuk all:
    terimakasih tak terhingga atas komentar dan terutama doa nya.
    sebagaimana yang diungkapkan oleh kakanda kami, Rusli, kami sangat berterima kasih tak terhingga. Semoga Allah menaungi kita semua dengan nikmat dan barokahNya, Amin.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Comment, please?

yaya