[Buku] Sang Pemimpi

daengrusle March 23rd, 2008

sang pemimpi

Dunia sesungguhnya perlu berterimakasih kepada para pemimpi. Mereka lah yang menyemarakkan dunia ini dengan hiasan-hiasan dan menjadi lebih indah, tidak sekedar hitam dan putih - sebagaimana hidup orang yang kelanjur terbiasa dengan takdir. Teknologi, karya seni adalah produk nyata para pemimpi. Pemimpi adalah orang-orang yang berhasil menapak semua kebebalan pikiran orang yang selalu mengandalkan silogisme dan rasionalitas. Pemimpi adalah pemimpin yang membawa kita ke masa depan.

Novel lanjutan Laskar Pelangi ini adalah pengembangan yang bergenre inspiratif dari novel sebelumnya. Kalau di Laskar Pelangi, kehidupan yang bersahaja dimuntabkan dan diangkat setinggi-tingginya dalam sebuah cita-cita yang ironis dan tak kesampaian, maka di novel Sang Pemimpi ini kita diajak beroptimis ria lebih berani. Betapa semua anakronisme menjadi silogisme yang masuk akal.

Ikal, Arai dan Jimbron adalah representasi tiga sosok pemimpi yg dibekali semangat dan kerja keras, mereka punya impian musykil dalam bentuk cita-cita yang dipasok oleh guru susastra mereka di SMA Bukan Main. Mereka bercita-cita terlalu muluk, memeluk altar kemasyhuran di Sorbonne, sementara di saat yang sama kaki-kaki mereka masih harus diseret ke pelabuhan ikan untuk kerja kasar - ngambit. Namun kemusykilan justru sudah berdamai dengan mereka sejak masih dalam buaian. Mereka adalah produk kegagalan masyarakat mencapai kesejahteraan. Justru karena hidup dalam lingkungan seperti itulah maka mereka kemudian tidak ragu berdamai dengan hidup, menantang kemusykilan. Arai yang adalah Simpai Keramat - generasi terakhir dari puaknya, Ikal yang adalah anak bawang di keluarganya namun senantiasa mendapat asupan semangat dan keyakinan dari ayahnya yang juara satu sedunia dalam kediaman, dan Jimbron - personifikasi semua keraguan. Melihat Jimbron dan obsesif kompulsifnya tentang kuda, saya jadi teringat Bubba dengan udang - dalam filem Forrest Gump. Pesan moral dalam novel ini jelas menunjukkan bahwa Obsesi kumpulsif adalah penyakit, tapi justru bisa menjadi inspirasi yang tak ada habisnya.

Bayangkan sekiranya anda punya obsesi kompulsif bertemu Tuhan Yang Agung, maka semua gerak laku hidup anda akan terstimulasi untuk mencari roda menuju obsesi itu. Bukankah itu adalah baik; dan obsesi seperti inilah yang melahirkan tokoh-tokoh konsisten yang kemudian mewarnai lukisan sejarah umat manusia ini. Abdulkadir Jaelani, Rabiah al-Adawiah, dan beberapa contoh sufi lainnya adalah manusia luar biasa dalam sejarah yang dianggap berhasil.

Novel Sang Pemimpi adalah novel yang tepat untuk memotivasi semua orang yang punya cita-cita, semuluk apapun. Cita-cita, mimpi, ataupun obsesi pada kenyataannya - menurut beberap filsuf - adalah nyata di alam lain. Tugas sang pemimpi adalah merajutnya dari mozaik-mozaik kemusykilan, mengandalkan semua resource - plus kerja keras dan konsistensi - menjadi bangunan utuh di alam nyata . Dan karenanya lah, manusia menjadi penoreh keabadian. Laku para pemimpi lah - baik yang berhasil maupun gagal, yang kemudian menjadi lukisan sejarah, dan kemudian menjadi sumber inspirasi para pemimpi lain setelahnya untuk melanjutkan lukisan itu.

What we do in life, echoes in eternity!

Popularity: 44% [?]

There are 2 Comments for
    “[Buku] Sang Pemimpi”

  1. ipulon 24 Mar 2008 at 12:26 pm

    bagian yg paling menyentuh dari buku ini adalah bagian saat Arai membuka amplop yang menyatakan kalau dia diterima di Universite du Sorbonne..
    wuiiihhh…sy sampe mau menangis membacanya..

    terbayang kan bagaimana seorang anak manusia yg yatim piatu, jadi simpai keramat tiba2 mendapatkan semua cita2 yang selama ini dia impikan….

    pasti rasanya mak nyusssss….

    ipul’s last blog post..Makkunrai dan 10 kisah perempuan lainnya

  2. soeltraon 26 Mar 2008 at 12:41 pm

    4 thumbs up for this book!
    (*dah kayak label yang ada di CD & DVD,huehehe…)

    soeltra’s last blog post..Undangan diskusi buku sastra dari Makassar @ TIM

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Comment, please?

yati