[sajak] kita kini adalah kita nanti
daengrusle April 9th, 2008
sebuah ungkapan dalam kata yang mungkin bisa dianggap puisi, utk merayakan ultah sahabat, kakanda tersayang: Amril Taufik Gobel aka Daeng Battala
kita kini adalah kita nanti
::: daeng battala
tetapi daeng, kita kini adalah kita nanti
apa yang kita toreh pada detik lampau adalah kita yang menjelma mercusuar
bukan tegak berdiri pongah yang membuat kita terlihat nelayan
dan padanya semua melambai mencari tujuan
adapun daeng, kita sebangsa cahaya yang menuntun
olehnya nelayan tak ragu mendayungkan sampan ke pesisir
apa yang kita tulis kini dan lampau daeng,
menjadi cahaya kita nanti, di dunia atau di suatu tempat yang tak terbayangkan
karenanya daeng, kalau selasar itu menyorong lelubang untuk kakimu
langkahi saja, atau tutupi dia dengan apa daeng punya
biar dia diam, mati dan menjadi batu yang dikutuk
karena kita tak perlu tanggap pada apa yang bisa bikin kita juga diam
karena kita kini adalah kita nanti
kita punya cahaya, dan hanya itu yang bikin kita berarti
pasir ridge, april 9, 2008
Popularity: 82% [?]















Adikku Daeng Rusle tersayang, terimakasih banyak atas persembahan puisinya yang sangat menyentuh ini.
amril’s last blog post..JADI TUA ITU NISCAYA
“apa yang kita tulis kini dan lampau daeng,
menjadi cahaya kita nanti, di dunia atau di suatu tempat yang tak terbayangkan”
tokko bulu-buluku baca bagian ini, daeng..
arhamkendari’s last blog post..Wasiat
Aiiihhh….., kapan tong pi saya dapet puisi karangan DR seperti ini yah. ;)) Salut Daeng! Premang juga makin sayang sama DR. Nda’ apa-apa ji toh disayang ama premanG.
sy mulai tertarik dikarenakan judul puisi ini. kadang sy jg berpikir sama, dan entah mengapa seringnya merasa tak berdaya….semacam depresi betapa narcisme kita ngak berlaku saat harus berhadapan dgn sang waktu
uwiuw’s last blog post..Wordpress.com, the good and the bad