[percik] sedikit ber-filsafat soal keyakinan yang memuaskan
daengrusle April 28th, 2008
Ada yg mengatakan bahwa keyakinan itu batas nya hanya persoalan kepuasan belaka. ketika keyakinan itu mampu menjawab mayoritas pertanyaan substansial seseorang ttg kehidupan secara memuaskan, maka ia menjadi ‘keyakinan’ yang dibawa selama hidup…
Namun ketika ada keyakinan lain yang datang dan memberi jawaban yang relatif ‘lebih’ memuaskan, maka ia boleh berpindah…makanya kemudian kita banyak menyaksikan orang convert their faith to another one…
Makanya dalam jagad alam pikiran seseorang, sesuatu yang bersifat dogmatis, doktrin - yg wajib terima - dan sebagainya, ter-negasikan karena persoalan kemampuan menjawab permasalahan substansial manusia tidak mewujud secara rasional….
Dalam permasalahan tertentu yang tidak ada jawaban exactnya, maka pendekatan2 semi rasional dan rasional dikemukakan oleh para filsof dari masing2 ranah keyakinan…nah, jawaban2 mana yang lebih memuaskan, berpulang kepada pendekatan subyektif penerima nya…
Wallahu ‘alam bis showab
Popularity: 85% [?]














aih klo berhadapan dgn ilmu filsafat, mengkeret ja’ sy.. :D, jadi inget dulu sekejap pernah diskusi ma orang yg “ngaku” filsuf. Bener2 pencerahan yg serba logis dan mengiyakan….deen hanya bisa mengangguk2 sj waktu itu.
*lanjutkan mengangguk2..
Doata ustadz… Jum’at ini saya dapat hadiah tiket jalan2 dan ziarah ke Masyhad 5 hari…bersama teman2 sesama negara…
he…he….:-) saya atas nama bangsa dan tanah air memenangkan lomba menulis naskah drama…dan teman2 menuntaskannya dengan penampilan drama yang sempurna….
Terimakasih, saya banyak terinspirasi dari yang kitulis…..
Hormat Saya
m4il’s last blog post..Menyeka Air Mata Wisudawan Kita
sekarang ini saya melihat ada 3 pilihan keyakinan :
1. yang sudah umum dan mengakar sejak lama, dan benar atau salahnya menjadi sesuatu yg harus diterima –dogma
2. yang rasional, segala keyakinan harus berpusat pada sesuatu yang dapat dicerna oleh logika.
3. yang menguntungkan. keyakinan yang dapat membawa kebahagiaan, dan menjauhkan dari kemelaratan.
ada tambahan, daeng?
Mus_’s last blog post..The 2nd Anti Hunger Campaign Report
ass…
daeng,
yang selalu membuat saya miris ketika masuk ke ranah profesional masing-masing itu, yang harusnya dijawab “keyakinan syariah agamawi” dulu baru akal budi malah dibalik dari akal budi lalu ditelaah oleh “keyakinan Syariah agamawi”. Dunia semakin tua cess…kiamat semakin dekat.
wassalam
rumahkutai
@rumahkutai:
bukankah Nabi diutus ke bumi utk menyempurnakan akhlak=akal budi?
first thing first.
afwan Daeng, agak menyimpang sedikit…
itu fotonya bisa buat iklan….
ama’s last blog post..ber-internet dengan sehat yuuuuk….!
keyakinan itu transenden
DR: “bukankah Nabi diutus ke bumi utk menyempurnakan akhlak=akal budi?”
S: “SPAKAAAAAAAATTTT!!!”
DR: “ketika keyakinan itu mampu menjawab mayoritas pertanyaan substansial seseorang ttg kehidupan secara memuaskan, maka ia menjadi ‘keyakinan’ yang dibawa selama hidup…”
S: “sdh dptki (maaf lancang, wilayah privat di’?)”
salam..’n cheers..
soeltra’s last blog post..WORLD BOOK DAY 2008 INDONESIA