dalam waktu dekat, di sebuah peron
daengrusle September 24th, 2008
::gerbong riuh
saya, yang hanya berbekal mungkin, tersamar pada gundah selasar peron setasiun tua. cemas menerka gumam dari lintas kereta dan gerbong yang riuh itu.
::diatap nasib
di atas atap yang bertelingkup pada kabel listrik bertegangan, kujumpai wajah-wajah nanar menanti nasib. hendak sampaikah menjejak pulang, atau terpapar kematian yang bodoh. berselimut tangan, menekuk lutut, mereka mungkin sedang asyik membincangkan sinetron yang sedang tayang di kala primetime, tapi nasib juga sedang bergerak mendekat mengais petaka diantara jeda hidup atau mati, milik mereka. sedetik saja angin menggoyang badannya, atau tempias hujan iseng menyiramnya dari sekelebat pancaran listrik itu, maka nasib menjadi pantas dijejalkan.
::di gerbong sesak
mereka, yang megap mencari ruang selapang dua lubang hidung, terserak diantara pengab dan sesak, dan bau dari semua jenis peluh. dalam mana norma persentuhan sudah nihil adanya, ruang dan antara menjadi barang mahal, dan keluh kesah jadi niaga yang murah. tangan-tangan gelisah mencari dinding atau apa saja yang bisa disangkutkan, mencoba selamat dari lembam gerbong berderak. sejatinya semua menjadi mahfum, itu demokrasi dimana nasib kaya miskin tergencet oleh buta-ruang. sempit, bahasa umumnya.
::di pintu masuk
tak ada yang bisa diceritakan, selain bahwa pintu masuk menjadi semacam khayalan semua orang, di kereta yang sesak, dan rindu pulang ke rumah biar lega mendekap dan napas tak perlu memburu.
Foto: Crack Palinggi/Reuters
Popularity: 34% [?]
- Perjalanan , Aku , Puisi
















settingnya tidak kalah dgn film pacar ketinggalan kereta…. cappo daeng
settingnya tidak kalah dengan film pacar ketinggalan kereta nya teguh karya.. cappo daeng