Maha Tenggat
daengrusle October 24th, 2008
Betapa sering kita gamang dan dirisaukan oleh tenggat. Tenggat yang sejatinya kita ciptakan sendiri bisa menjadi sesuatu yang amat menakutkan! Dia yang awalnya dijadikan pengarah agar kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya, di saat terakhir berubah menjadi cemeti.
Saya mungkin orang yang paling tidak konsisten dengan janji. Janji yang sering saya buat, kemudian menjadi beban yang berat manakala tenggat janji itu hampir terlewati. Dengan berbagai alasan, saya mencoba mencari justifikasi yang menyenangkan orang lain agar saya bisa lepas dari beban janji, dan tenggat bisa saya sesuaikan atau malah dimatikan bersama dengan janji yang tak tertunaikan.
Bukan cuman janji pada orang lain, bahkan diri sendiri pun sering saya kecelekan. Janji untuk konsisten membaca, menulis, atau bahkan sholat pun sering saya langgar. Tenggat, maaf saja, menjadi kata yang jadi pemanis diri saja.
Namun ada satu hal yang kemudian sering membuat saya tertegun sendiri. Bahwa ada tenggat yang maha tenggat yang tanpa kita sadari senantiasa rajin menegur dan memberikan nasehat dalam diam. Maha tenggat itu adalah kematian. Ketika ia datang, maka tidak ada lagi sebuah proses negosiasi sebagaimana yang sering kita lakukan. Kematian yang menjadi tenggat kehidupan ini menjadi akhir dari segala aktifitas sadar namun bebas seorang manusia.
Popularity: 23% [?]














Thanks Daeng, sebuah renungan menyejukkan di akhir pekan
amril’s last blog post..PUISI-PUISI CINTA - RELOADED
Maha tenggat… karena waktu itu sebegitu penting. sangat dan begitu terbatas adanya.. seberapa jauh kita melangkah dengan tenggat waktu yang ada.. wallahualam..
hahaji’s last blog post..saya tidak marah karena kamu milik..
Makanya bang… kalau mau selalu bisa menepati janji. Kuncinya adalah selalu menghargai orang lain, kalau kita udah menghargai orang lain, maka dengan sendirinya kita akan berusaha untuk selalu menepati janji.
albachtimi - information and online business media’s last blog post..Billing Warnet EZ Time Billing
Kalau tiap janji dengan orang lain (tenggat) dianggap sama dengan janji dengan Tuhan (mati) mungkin gak ada yang namanya jam karet, ya, Daeng? Coba bayangkan: tepat waktu atau mati?
Eniwei, it takes a true respect (to yourself) to meet (or break) your promise… Inspiratinal writing!
endro’s last blog post..Saya kesal dengan Tuhan hari ini