Archive for the 'Agama' Category

Lebaran Beda, tak Masalah!

daengrusle October 12th, 2007

lebaran.jpg
Foto: Diunduh dan dimanipulasi dari link ini.

Perbedaan penggunaan metode dalam menentukan awal dan akhir ramadhan memunculkan juga perbedaan tanggal atau hari awal/akhjir ramadhan. Pemerintah dan sebagian besar masyarakat Indonesia yang menggunakan metoda rukyat (melihat hilal) dan Muhammadiyah yang menmggunakan perhitungan (hisab) secara aklamasi bersama-sama mengakui bahwa awal Ramdhan jatuh pada rgl 13 September 2007, tetapi kemudian berbeda pendapat dalam penetapan akhir ramadhan, meski masih menggunakan metoda yang sama, yang berbeda itu juga. Polemik penentuan akhir ramadhan ini kemudian menjadi wacana nasional, di tingkat elit pemerintah, DPR dan tokoh nasional tak ubahnya burung yang saling bersahutan mengemukakan pendapat dan dasar penentuan hari suci bagi umat Islam itu. Bagaimana di tingkat masyarakat biasa?

Ini yang coba saya tangkap di lingkungan sekitar rumah saya di Balikpapan. Di hari-hari akhir Ramadhan 1428H, warga RT 39 Gn Samarinda masih ramai saja mendatangi Langgar al-Mushawwir, sebagian karena merasa sulit meninggalkan ramadhan yang pahala ibadahnya berlipat ganda, sebagian juga karena hendak menunaikan zakat fitrah yang tahun ini bernilai Rp 14,000/jiwa atau senilai dengan 3liter beras yang biasa dikonsumsi. Di tengah keramaian itu, ada juga muncul perbincangan seputar penentuan hari akhir ramadhan. Beberapa warga yang orientasi keagamannya cenderung ke Muhammadiyah dengan yakin sudah menetapkan bahwa mereka akn mengikuti majelis tarjih Muhammadiyah yang sudah menetapkan jauh-jauh hari berdasarkan hasil perhitungan perjalanan bulan, bahwa hari Lebaran jatuh pada hari Jumat, 12 Oktober 2007.Beberapa warga lainnya yang lebih konservatif mengungkapkan bahwa mereka masih menunggu keputusan sidang itsbat pemerintah dan ormas Islam pada tgl 11 Oktober 2007 malam yang menggunakan metode melihat hilal/bulan baru dari seluruh nusantara. Bagi mereka, penentuan akhir ramadhan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah, yang juga ulil amri mereka. Sebahagian yang lain masih ragu-ragu, apakah akan mengikuti sholat Ied berdasarkan penetapan Muhammadiyah atau pemerintah. Walaupun demikian, tidak ada satupun diskusi itu yang berusaha menggiring kiepada permukaan masalah, yakni dikotomi antara kedua otoritas itu. Mereka umumnya sadar, bahwa perbedaan bukan sesuatu yang bernilai untuk dielaborasi menjadi perbedaan yang menghasilkan emosi negatfi.

Pak Sunyoto, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan dan mengaku sebagai warga Muhammadiyah, sudah menetapkan bahwa hari Jumat 12 Oktober 2007, dia dan keluarganya akan berbuka atau tidak berpuasa lagi. Walaupun demikian, pak Sunyoto akan menunaikan shalat Idul Fitri pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007 di Masjid ar-Rahman di RT41 bersama-sama warga lainnya yang mengikuti penetapan pemerintah. Saat saya tanya alasannya untuk tidak mengikuti sholat Ied pada hari Jumat bersama warga Muhammadiyah lainnya, beliau menjawab dengan santai, “Lebih enak bareng warga lainnya”. Memang untuk melaksanakan shalat Ied di hari jumat agak sedikit repot, karena tidak banyak tempat tempat penyelenggaran sholat Ied, dan umumnya tempatnya jauh. Satu hal lgi yang menjadi pertimbangan pak Sunyoto, yakni dia tidak mau terlihat berbeda dibanding yang warga lainnya. Walaupun beberapa warga Muhammadiyah lainnya cukup mencolok mengenakan pakaian taqwa untuk sholat Ied. Tempat terdekat dari lingkungan pak Sunyoto untuk shoalt Ied, jaraknya sejauh 3km, disebuah lapangan Badminton. Saat saya tanya, apakah pak Sunyoto mengetahui tempat penyelenggaran sholat Ied di tempat itu, beliau menjawab tidak mengetahui. Wajar, karena informasi itu beredar terbatas saja, saya malah menerima informasi tempat penyelenggaraan sholat Ied itu melalui pesan singkat di handphone saya. Berbeda dengan pak Kasmari, yang rumahnya berjarak sekitar 200 meter dari rumah pak Sunyoto, dia semenjak subuh sudah berangkat ke tempat shoalt Ied bersama keluarganya. Namun kemudian ketika pulang, kembali ke aktifitas semula. Berjualan barang kebutuhan sehari-hari. Ketika warung lain tutup, warung pak Kasmari tetap buka.

Pak Suwono, karyawan senior sebuah perusahan minyak yang rumahnya berhadap-hadapan dengan rumah pak Sunyoto punya sikap yang berbeda dalam menentukan hari Lebaran. “Saya sih ikut pemerintah saja” katanya lugas. Pak Suwono berpendapat, sebagai warga negara yang baik, dia cukup mengikuti apa ketetapan pemerintah. Task ada salahnya menambvah puasa sehari lagi, demi untuk menghindari sikap ambigu, atau keragu-raguan. Ketika hari jumat 12 Oktober ini, di pagi hari, saat beberapa warga Muhammadiyah lalu lalang di depan rumahnya menuju tempat penyelenggaraan sholat Ied, pak Suwono juga bersiap-siap mengeluarkan mobnil pick up nya. Tapi tidak untuk pergi sholat Ied, hari itu ia dan istrinya berencana berbelanja untuk kebutuhan Lebaran. Sikap pak Suwono ini juga sama dengan sikap sebagian warga RT39 lainnya, mereka tetap melakukan aktifitas biasa di hari JUmat ini. Tidak ada kesan khusus, karena mereka cukup mahfum dengan adanya perbedaan ini yang lebih keras gaungnya tersiar di berita-berita TV dan koran lokal. Toh mereka merasa perbedaan adalah hal biasa, tidak perlu menegangkan urat leher dalam menanggapinya. Lebaran, Ramadhan, dan lain-lain adalah perayan kolosal yang pelaksanannya tergantung sikap pribadi jamaah.

Hari Jumat pagi itu, pak Sunyoto menghampiri saya. “Masih butuh daun pisang untuk masak buras? Kalo masih butuh, kami punya banyak hasil nebang kemaren. Kebetulan pak Sunyoto punya banyak pohon pisang di belakang rumahnya. “Sudah cukup pak! Terima kasih” jawab saya. Hal yang sama beliau tanyakan ke pak Suwono yang memang seringkali mendapat uluran tangan pak Sunyoto, terutama kalau ada bagian rumah pak Suwono yang rusak. Pak Suwono pun seringkali menghadiahi keluarga pak Sunyoto dengan makanan atau pakaian layak pakai. Dua hari lalu, pak Sunyoto beserta adik dan anaknya, bekerja seharian membantu mengecat rumah pak Suwono dengan cat berwarna merah muda. Dan hasilnya kelihatan hari ini, rumah pak Suwono menjadi lebih rapi dan indah, buah tangan pak Sunyoto. Mereka berbeda merayakan jatuhnya hari lebaran, tapi hati mereka disatukan oleh kasih sayang sesama Muslim, sesama warga yang bertetangga. Lebaran beda hari, tak masalah buat mereka.

Taqabbalallahu Minna Waminqum. Selamat Merayakan Hari Idul Fitri, Satnya kembali kepada Kesucian.

Popularity: 30% [?]

Buka Puasa Bersama, membuka Kenangan!

daengrusle October 9th, 2007

 buka-puasa-di-langgar.JPG
Foto: Berbuka Puasa di Langgar, Mahdi ikutan juga!

Ramadhan, selain didalamnya terkandung semangat untuk memperbanyak frekuensi riyadah/ibadah spiritual yang sifatnya individual karena limpahan janji pahala dna keagungan bulan suci itu, juga ada kandungan semangat untuk beribadah secara komunal demi menyemarakkan suasana Ramadhan dan mempererat silaturrahmi diantara sesama muslim khususnya dan sesama umat manusia umumnya.

Ibadah yang dibungkus oleh semangat berinteraksi dengan muslim lainnya terutama dapat kita jumpai dalam dua hal; buka puasa dan taraweh bersama. Semarak kebersamaan dalam beribadah ini tidak saja dilakukan di mesjid/mushalla di lingkungan sekitar, tapi juga dilakukan di lingkungan yang tak lazim, misalnya kantor. Beberapa kantor menggunakan kesempatan ini untuk lebih mencairkan komunikasi dan ketegangan saat berkejaran dengan rutinitas kantor.

Berbuka Puasa di Langgar
Sejak pertengahan ramadhan, karena beban kerja yang sudah mulai berkurang saya selalu menyempatkan diri untuk pulang lebih awal demi untuk mengikuti buka puasa bersama yang setiap hari diadakan di Langgar al-Mushawwir depan rumah saya. Dengan mengikuti acara buka puasa bersama ini, saya bisa lebih meningkatkan silaturahmi dengan warga/jamaah sekitar dan yang paling penting saya bisa merefresh kenangan saya ketika masih kanak-kanak di Pannampu, Makassar.

Buka puasa bersama setiap hari ini dihadiri oleh tak kurang dari 20 jamaah yang umumnya terdiri dari anak-anak dan remaja. Hanya sekitar 3-5 orang dewasa yang juga turut serta dalam kegiatan ini, yang biasanya adalah pengurus langgar yang bertugas untuk mempersiapkan makanan dan minuman yang nantinya akan dibagikan kepada jamaah. Makanan dan minuman untuk berbuka puasa, atau lebih populer dengan sebutan ta’jil, ini disediakan oleh jamaah sendiri secara bergilir sesuai dengan Jadwal Giliran Penyedia Buka Puasa yang sudah disebarkan oleh pengurus Langgar beberapa hari sebelum Ramadhan dimulai. Continue Reading »

Popularity: 33% [?]

Yang Muda dan Pergi Dibawa Maut

daengrusle September 17th, 2007

pemakaman.JPG
Keterangan Photo: Prosesi Pemakaman Ayahanda Tercinta
Almarhum Haji Bandu, di Palopo, 4 Juni 2005

Kita tak bisa memilih waktu mati, tentu saja. Yang kita bisa lakukan hanyalah mempersiapkan diri menghadapinya, kapan pun itu. Karena maut tidak pernah mengenal seberapa bugar badan kita, seberapa muda usia kita, dan seberapa bodoh kita berada di antara hingar bingar tempat maksiat, ataupun seberapa beruntung kita yang sedang bersujud di tempat muliaNya. Waktu, tempat dan suasananya adalah prerogatif Tuhan Yang Maha Menentukan semata.

Kematian itu dekat, teramat dekat. Seperti kata penyair, saya lupa namanya, ’sementara kita bercengkerama dengan kegembiraan di bilik yang hangat dan segar, sang maut sedang menunggu di teras depan’.

Tahun ini, baik sebagai individu subyektif maupun sebagai bagian dari bangsa yang besar, terasa runut dengan peristiwa2 luar biasa yang berujung memisahkan silaturahmi fisik dengan karib yang dekat, entah saudara atau teman terkasih. Diantara mereka, ada beberapa yang usia dan perjalanan hidupnya masih teramat pendek. Memilukan untuk dikenang, betapa sungguh raupan duniawi mungkin masih sekaki bukit, walau harapan menjulang setinggi langit. Namun sabda Ilahi yang dititipkan pada sang Malaikat Maut tentu tidak akan pernah mentolerir alasan dan harapan itu.

Diawal tahun 2007, ketika bangsa Indonesia dihinggapi rasa shock akan hilangnya pesawat Adam Air beserta 200-an penumpangnya di daerah Majene, keluarga saya pun terserap ke dalam kedukaan mendalam. Adik sepupu saya, sekaligus ipar saya, Heryanto yang kami lebih akrab memanggilnya Anto, meninggal dunia karena sakit yang parah. Continue Reading »

Popularity: 18% [?]

Ziarah Nyekar Jelang Ramadhan

daengrusle September 13th, 2007

berjubel1.JPG
Gambar: Tradisi ziarah nyekar di Balikpapan

Di Indonesia, ziarah nyekar menjelang Ramadhan ini sudah dianggap kebiasaan yang turun temurun. Biasanya, sehari menjelang hari raya Idul Fitri juga dilakukan ritual nyekar atau berziarah ke makam keluarga. Ritual ziarah kubur ini tidak diketahui sejak kapan dimulainya. Bahkan dalam banyak sumber sejarah Islam, tidak ditemukan adanya ritual Nabi Muhammad SAW melakukan ziarah menjelang bulan puasa.

Makna Ziarah Kubur, Kata ‘ziarah’ berasal dari bahasa Arab ‘zara, yazuru, ziaratun, yang artinya berkunjung atau pergi menengok. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Penerbit Balai Pustaka), kata ziarah diartikan dengan berkunjung ke tempat-tempat yang dianggap keramat atau mulia, makam dan sebagainya. Sedangkan kata kubur ialah tempat pemakaman jenazah. Dari penjelasan di atas secara kongkret dapat dipahami bahwa ziarah kubur ialah berkunjung ke tempat pemakaman jenazah (orang yang sudah meninggal dunia). [kutip dari Drs. H. As’ad Marlan, M.Ag]

Acara ziarah kubur juga kerap dilakukan secara resmi oleh pemerintah yaitu dalam acara peringatan hari-hari besar nasional seperti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, peringatan hari pahlawan dan lain-lain. Continue Reading »

Popularity: 34% [?]

Marhaban!

daengrusle September 11th, 2007

selamat.jpg

Kembali kita memasuki bulan penuh berkah, kata orang. Bulan yang dengannya kita kemudian berasyik masyuk dengan kesadaran diri akan ke-hamba-an yang sempat terlupakan belakangan ini.

Bukan menahan lapar dan hausnya yang membuat kita menjadi taqwa, tapi kepasrahan kita untuk mengikut dan menyerahkan hasrat kepada yang Maha Memiliki.

Marhaban ya ramadhan. Selamat berpuasa. Mohon maaf lahir dan bathin.

Terlampir puisi dahsyat yang saya copy dari milis panyingkul, disajikan dengan mantap oleh Kak Luna Vidya Dg Sugi, dari tulisan seorang bernama Mazmurnya Nabi Daud Alihassalam.

Mazmur - Daud
Doa di hadapan Allah yang Maha Tahu

Tuhan engkau menyelidiki dan mengenal aku
Engkau mengetahui kalau aku duduk atau berdiri
Engkau mengerti pikiranku dari jauh
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring
Segala jalanku kau maklumi..
Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan
sesungguhnya semuanya telah kau ketahui ya Tuhan
Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku
Dan menaruh tangan-Mu ke atasku
Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu
terlalu tinggi
tidak sanggup aku mencapainya

Continue Reading »

Popularity: 13% [?]

Muharram, Asyura, dan pembantaian itu…

daengrusle January 19th, 2007

asyura

Selamat tahun baru Hijriah, 1 Muharram 1428H! Semoga dunia Islam dan dunia keseluruhan umumnya, dan Indonesia khususnya menjadi lebih baik di tahun ini. Amin!

Gambar diatas adalah ilustrasi kuda tunggangan Imam Huseyn bin Ali bin Abi Thalib yang kembali ke kemah beliau karena tuannya telah tewas dibantai oleh tentara Yazid bin Muawiyah.

Muharram (?????) adalah bulan pertama tahun penanggalan Islam, Hijriyah. Ditetapkan pertama kali oleh Khalifah Umar ibnu al-Khattab atas saran dari menantu suci Rasulullah SAWW, yakni Imam Ali bin Abi Thalib karamalLahu wajhahu. Rasulullah SAWW sendiri, dengan perkenan Allah SWT dalam firmanNya, menetapkan bahwa bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (Rajab, Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram), dan didalamnya dilarang melakukan peperangan dan tindak kekerasan lainnya, walaupun kemudian di-mansukh kan oleh sebagian ulama disebabkan banyaknya pembantaian dan peperangan yang terjadi dibulan ini, seperti misalnya pembantaian atas diri Imam Huseyn bin Ali di padang Karbala, 10 Muharram 61H. Rasulullah SAWW juga menetapkan bahwa Muharram adalah bulan nya Allah (shahrulLah) dan merupakan bulan yang mulia sesudah Ramadhan.

Sebagaimana umumnya menyambut tahun baru, umat Islam dibeberapa negara juga merayakannya sebagai hari permulaan tahun, berdoa semoga tahun ke depan menjadi tahun yang lebih baik dari sebelumnya. Tahun baru bisa berarti juga kelahiran kembali, reposisi semangat dan motivasi, menjadi momentum untuk meneguhkan tekad menghadapi hidup. Namun dibeberapa negara, dan dibeberapa komunitas Muslim Syiah, bulan Muharram menjadi bulan yang penuh duka, secara mengingat tragedi Karbala yang terjadi di dalamnya. Continue Reading »

Popularity: 10% [?]

Salah Apa Aa Gym?

daengrusle November 6th, 2006

Sebenarnya saya menganggap berita mengenai pernikahan kedua Aa Gym adalah hal lumrah dan biasa, toh tak ada salahnya ketika seorang lelaki memutuskan - dengan segala pertimbangan - untuk menikah lagi, selama dia mampu dari segi fisik, waktu dan finansial, dan paling utama, merasa mampu berbuat adil buat pasangannya, Why NOT? Dan terlebih ini adalah kepentingan yang sangat INDIVIDUAL, dan bukan suatu persinggungan langsung dengan kepentingan PUBLIK.

Memang, Abdullah Gymnastiar adalah ulama dan menjadi panutan banyak orang, yang setiap hari bersinggungan dengan umatnya, sehingga bukan hanya perkataan beliau yang didengar, tapi perilaku beliau pun akan menjadi sorotan jamaahnya. Bahkan tanpa beliau inginkan, oleh media sosoknya dijadikan ikon selebritas yang kemudian menjadi penghias tabloid gosip dan infotainment. Olehnya itu, banyak yang secara tanpa sadar beranggapan dan menginginkan sebuah sosok KESEMPURNAAN pada diri Aa Gym. Tidak ada yang salah menurut saya, KESEMPURNAAN merupakan puncak tertinggi dari pencapaian spiritual hamba Allah SWT, dan wajar kalau semua hambaNya menginginkan maqam tertinggi itu. Dan pendapat saya pribadi, keputusan menikah Aa Gym ada hubungannya dengan loncatan maqam spiritual yang hendak beliau jalankan. Dan bukan sekedar persoalan nafsu semata-mata, sebagaimana yang diungkapkan oleh banyak orang yang sinis menanggapi berita ini.

Namun, yang menjadi pertanyaan saya adalah, apakah definisi dan ukuran KESEMPURNAAN dari seorang jamaah/umat untuk menilai pemimpin/ulama nya? Apakah ukuran itu bebas dari ego dan pendapat pribadi mereka? Mengapa semua orang menganggap steoreotip terhadap perilaku POLIGAMI? Poligami ada dalam hukum Islam. Bahkan juga dibenarkan oleh agama lain; Hindu, Yahudi, Kristen. Silahkan klik ke wikipedia (bahasa Indonesia, dan english).

Dan kalau tidak mau menganggap diri munafik dan sok suci, poligami jauh lebih mulia dan gentlemen daripada nikah siri, perselingkuhan, perzinaan, ‘jajan’ di lokalisasi dan yang lainnya. Tapi terlepas dari semua itu, sekali lagi saya tekankan; PENDAPAT PRIBADI yang muncul dari kekhawatiran terhadap BAIK dan BURUK hendaknya disingkirkan. Jangan kemudian melakukan generalisasi terhadap semua orang, apalagi kemudian membatasi kepentingan INDIVIDUAL nya untuk meingkatkan kedekatan kepada sang Maha KUASA.

Saya punya mimpi, seandainya sang Uswatun Hasanah, Rasulullah Muhammad al-Mustafa Abi al-Qasim SAWW hadir ditengah-tengah kita saat ini, dan dengan demikian juga mempraktekkan poligami beliau dengan istri-istrinya, apakah masyarakat akan ‘rela dan ikhlas’ menerima beliau SAWW sebagai junjungan dan rujukan dalam beragama? Nah…

Rasulullah SAW hanya menikah setelah Khadijah ra wafat, juga Imam Ali bin Abi Thalib kw baru menikah lagi setelah Fatimah ra wafat dan menurut riwayat, Rasulullah SAW berkeberatan ketika Imam Ali hendak berpoligami karena mengkhawatirkan perasaan putrinya…

seandainya Rasulullah SAW masih hidup, mungkin kita bisa tanyakan, kenapa baru mau berpoligami setelah istri pertama nya wafat?
kalo saya bisa mengeluarkan pertimbangan pribadi, mungkin kah kondisi saat itu, dimana Islam belum tegak sempurna menjadi alasan beliau?
wallahu ‘alam…..tp fakta menyatakan bahwa Nabi melakukan poligami….:p
Apakah manusia selain Nabi bisa adil? sama saja kita bertanya, apakah ada manusia selain Nabi bisa masuk syurga, karena salah satu syarat masuk syurga adalah beriman, sementara adil adalah salah satu sendi iman (sosial side)….?
so, mari kita serahkan kepada masing2 individu….kalo Aa Gym mau poligami, it’s his right to do that…not our business to classify it as SIN or BAD thing….(SINBAD…hehehe)
kalo Teh Ninih sudah ikhlas dimadu, yah end of topic…:p
yg lain gak usah marah…(kecuali buat yg cemburu kenapa nggak dia yg dijadiin istri ke-2 hehehe)yang saya heran kok malah banyak orang (biasa, gak penting banget), malah mencaci dan menyumpahi gak bakal mau dengar ceramah nya Aa Gym…yang ceramah Aa Gym kok yg lain sewot…(saya lihat banyak di infotainment dan tabloid, suratkabar…)

sekedar mengingatkan, bahkan Kebenaran/Hikmah yang keluar dari mulut MALING pun wajib kita ambil, apalagi dari Ustad yang Santun seperti Aa Gym….:p

so, menurut saya mari kita menempatkan sesuatu nya based on proporsi nya…:p
so, jangan munafik dan egois donk…

Popularity: 12% [?]

« Prev