Archive for the 'Aku' Category
Ole-ole dari Makassar: Bassang Tak Sampai
daengrusle May 27th, 2008
Prolog: Ole-ole, bukan oleh-oleh, adalah segala sesuatu yang dihadiahkan kepada rekan, keluarga atau siapa saja dari seseorang yang baru saja bepergian. Ole-ole dari Makassar yang lazim dibawa adalah: Minyak Tawon, Juice Markisa, Kacang Disko, Replika Rumah Tongkonan, Otak-otak, Sarung Sutra, Songkok Bone, Dange, Roti Maros, Coto, Konro…halah….!
Apa ole-ole nya dari Makassar? Saya sendiri bingung ketika di’tagih’ beberapa kenalan di Balikpapan. Bingung karena pertama, memang saya tidak bawa ole-ole yang biasanya orang suguhkan sepulang bepergian. Kedua, karena memang saya tidak punya (dan tidak mau punya) kebiasaan membawa ole-ole itu. Selain mungkin karena saya rada pelit, juga sebagian besar karena saya kikuk dalam urusan ole-ole ini. Kikuk menentukan apa yang pantas untuk dibawa. Kalau beli sesuatu, takutnya kurang atau berlebih. Berlebih kan mubazir. Terkadang juga pernah saya mencoba menjadi teman yang baik, membelikan ole-ole. Tapi rupanya respon mereka biasa-biasa saja, kadang malah tidak menyentuh yang saya bawa. Nah, dari pada kikuk - juga karena memang saya pelit - saya ambil saja jalan mudahnya. Tidak bawa ole-ole. Simpel tapi pasang muka tembok, ha3!
Tapi tundulu, kawan. Ini Rusle, bung. Tak elok rasanya kalau ada perjalanan yang tidak diabadikan dalam tulisan. Nah, sebagai pengganti ole-ole (sebenarnya hanya justifikasi kepelitan saja), maka tulisan inilah yang menjadi ole-ole ku dari Makassar.
Jalan Tol: Menyedihkan
Ungkapan ketus dan sinis pertama yang saya lontarkan ke Makassar ini adalah Jalan Tolnya yang saat ini sedang diperpanjang, perlebar, perkeras, permak, perbodden, perdomes, persetan deh!
“Masya Allah. Sudah macet berat, jalan rusak poranda, debu seperti halimun gunung, panas melelehkan keringat, eh disuruh bayar pula! Kenyamanan apa yang mereka berikan sampai kita harus membayar?
Jalan tol (tanpa jalur alternative) di Makassar ini sebenarnya pendek sahaja. Tidak heran kalau bayarnya pun murah sahaja, Rp 1,500 (kalo ndak salah). Tapi perjalanan melintasi jalan tol dari pertigaan Sudiang-Mandai ini betul-betul seperti neraka.
Dan biarlah saya merasa tak ikhlas membayar tol nya itu.
Poster Para Pembual
Nah, inilah kesinisan saya yang kedua. Sejak memasuki jalan tol yang menyedihkan itu, saya disuguhi banyak bualan berbentuk sampah poster. Seperti biasa, para tim sukses para pembual ini rupanya tidak begitu cakap melakukan house keeping di kota sendiri. Ribuan poster para kandidat calon walikota yang belum resmi benar bisa bertarung dalam pilwalkot Makassar ini memenuhi nyaris di semua riang public dengan kondisi awut-awutan. Masing-masing seperti berlomba membualkan diri, hanya mereka yang mampu menaikkan harkat Makassar (dari titik apa). Ada yang merasa pe-de mengaku sukses membangun Makassar di jabatan sekarang (padahal masih fresh kita ingat Daeng Basse yang mati kelaparan di kota ini), ada juga yang menyuarakan antitesisnya: Tidak Akan Membiarkan Rakyat Makassar Miskin dan Kelaparan! Ada yang memasang senyum di sana sini dengan yakinnya (padahal kata temanku dia punya seabrek kasus menunggu di pengadilan). Ada juga yang dengan sangat narsis mengumandangkan: Dia Datang Membawa Perubahan. Ada yang juga dengan congkaknya mengaku sebagai New Solution for Makassar. Ambe’ mua mi ces!
Tak kurang dari sepuluh pembual yang menjajakan dagangannya di Makassar saat ini. Tentu saja nanti akan mengerucut sekiranya sudah ada koalisi yang tetap untuk mengusung calon dan wakilnya nanti. Tapi yang jelas, kota Makassar yang kotor itu makin kotor dengan sampah bualan.
Kopdar Komunitas Angingmammiri
Kali ini bukan sinism yang saya angkat. Tapi semangat komunitas di komunitas blogger Angingmammiri. Saya sempat mengikuti satu kopdar dari tiga kopdar yang diadakan rekan-rekan AM. Alhamdulillah bisa ketemu mereka, bisa bincang-bincang langsung. Kopdar kali ini saya membawa si kecil Mahdi yang serta merta menjadi pusat perhatian mereka.
Suasana kopdarnya sendiri bisa dibaca di blog beberapa rekan berikut.
- Temen Baruuu, Baju baruuuu dan Buku baruuuu @ Multiply
- Temen Baruu, Baju Baruu
- Unga palinlup
- kOpDaRRRR !!!
- kopdar dan buku
namun ada yang tersisa dari kopdar ini dan menyedihkan buat saya. tak bisa ketemu si sohib. padahal sudah bela-belain saya bawakan dampo dan amplang pesanannya…:(
Continue Reading »
Popularity: 41% [?]
[Sanjak] Supaya tetap ada yang bangun
daengrusle May 9th, 2008
tidak ada perhentian di dunia ini sebenarnya,
kalo merujuk ke Heraclitus (540SM) dari Miletus, alam ini, termasuk isinya adalah sekumpulan turbulensi abadi…semuanya bergerak dan dengan demikian berubah…
yang ada dianggap diam hanyalah konstanta bilangan…itupun masih akan selalu direvisi…
nah bukankah revisi adalah juga manifestasi ketidakberhentian…?
supaya tetap ada yang bangun
::
sehabis melarung arung yang bertarung dalam sarung di benak
tiba saatnya menelungkup belikat pada diam yang ditanak,
sedikit saja, dan tanak yang gelisah kita angkat menyalak
bangun, setegap saja, kita bisa toreh semua gairah yang tertalak
bukan kita sebangsa manusia kalau dipaku mati pada penat
sebab gairah tidak pernah henti menampar kuat
di kepala, jantung dan hati kita sama rekat erat
bahwa semua waktu adalah saat kita menghitung semangat
supaya tetap ada yang bangun, kawan
tidak untuk menunjukkan aku kita kepada lawan
hanya sekedar bersyukur pada diri dan sang maha rahman
bahwa tetap bahagia memegang amanah hingga di akhir jalan
pasir ridge, di tengah penat…
May 09, 2008
Popularity: 62% [?]
- filsafat , Aku , Puisi
- Comments(9)
[percik] sedikit ber-filsafat soal keyakinan yang memuaskan
daengrusle April 28th, 2008
Ada yg mengatakan bahwa keyakinan itu batas nya hanya persoalan kepuasan belaka. ketika keyakinan itu mampu menjawab mayoritas pertanyaan substansial seseorang ttg kehidupan secara memuaskan, maka ia menjadi ‘keyakinan’ yang dibawa selama hidup…
Namun ketika ada keyakinan lain yang datang dan memberi jawaban yang relatif ‘lebih’ memuaskan, maka ia boleh berpindah…makanya kemudian kita banyak menyaksikan orang convert their faith to another one…
Makanya dalam jagad alam pikiran seseorang, sesuatu yang bersifat dogmatis, doktrin - yg wajib terima - dan sebagainya, ter-negasikan karena persoalan kemampuan menjawab permasalahan substansial manusia tidak mewujud secara rasional….
Dalam permasalahan tertentu yang tidak ada jawaban exactnya, maka pendekatan2 semi rasional dan rasional dikemukakan oleh para filsof dari masing2 ranah keyakinan…nah, jawaban2 mana yang lebih memuaskan, berpulang kepada pendekatan subyektif penerima nya…
Wallahu ‘alam bis showab
Popularity: 73% [?]
- filsafat , Aku , Opini
- Comments(7)
[Buku] The Perfect Guys dan Ayat-Ayat Cinta
daengrusle April 19th, 2008
Apa salahnya menjadi the perfect guys? Ada salahnya. Di tengah masyarakat yang serba tak sempurna, serba kompromi kepada ke-terbatas-an Anda akan divonis berada hidup di awang-awang, dengan menjadi manusia ‘aneh’. Kalau anda merasa orang yang sadar dan normal, maka ketika Anda berada di dalam quadran masyarakat yang serba tak sempurna, maka Anda adalah setitik noktah koordinat yang tidak bersinggungan dengan garis linear apapun, kecuali di interpolasi sedemikian rupa hingga seolah-olah Anda berada di dalam struktur dan sistem nya, hanya karena keberadaan fisik Anda diakui dalam bentuk statistik. Ya, Anda adalah manusia sinting di tengah masyarakat waras. Masyarakat yang waras yang lebih suka berdalih bahwa kemanusiaan itu berarti ketidaksempurnaan. Lihatlah pemeo masyarakat “rocker juga manusia, presiden juga manusia, artis juga manusia, hingga ulama juga manusia”. Semuanya adalah penegasan atas sikap permisif atas ketidak sempurna-an kapasitas moralitas seseorang. Namun di saat yang lain, masyarakat jenis ini mudah dihinggapi sikap munafik, karena masih saja menyenangi menggunjingkan kebobrokan dan kemerosotan moral perilaku manusia di dalam nya.
Apa salahnya menjadi the perfect guys? Ada salahnya. Siap-siap saja menjadi bahan cemoohan oleh orang-orang yang tak sanggup menjadi sempurna, meski sangat berkeinginan untuk itu. Anda akan dinegasikan sedemikian rupa sehingga semua opini yang Anda lontarkan akan menjadi bumerang - back fire yang akan menghancurkan diri Anda sendiri.
Apa untungnya menjadi the perfect guys? Banyak sekali. Konsistensi Anda akan membawa Anda kepada kepuasan pribadi, ketika jalan yang lurus dibentang, dan Anda termasuk salah seorang dari sedikit yang berhasil berada di jalur yang penuh barokah itu.
Anda ingin menjadi the perfect guys? Bacalah Ayat-ayat Cinta. Anda yang sudah terlalu lapuk hidup di tengah masyarakat buta akan mendapatkan kenyataan ironis. Pilihannya hanya dua; Anda bisa mencemooh pribadi seorang Fahri, atau memujanya.
Pilihannya, kalau Anda memilih yang pertama. Berarti Anda benar2 sudah terlalu busuk dalam ketidak sempurnaan. Maka, beristighfarlah.
![]()
Popularity: 89% [?]
gerundel koddala
daengrusle April 19th, 2008
terlalu sulit saat ini untuk mencoba memberi garis yang jelas,
antara keinginan untuk mengerjakan sesuatu dan
ritme hidup yang berkejaran seperti tak ada habis nafasnya.
garis yang jelas, malah semakin mengabur.
saya rindu pada sesuatu yang aku tak perlu sebutkan disini,
tapi terpampang jelas pada setiap rekreasi hati yang saya lakukan
larut dalam pembacaan buku yang saya sempatkan membuat saya kadang bersedih,
sejauh mana saya sudah berada di garis yang jelas itu?
sementara ranah waktu yang di dalamnya saya sudah terpaku dengan semua konsekuensi
membuat saya sedikit menyesal, tak adakah teorema yang mengijinkan
sebuah upaya untuk kembali; mengambil peta mundur dan melakukan restorasi yang mungkin?
tidak ada. hukum alam tidak pernah kompromi pada penyesalan.
semua adalah pilihan yang baik, tidak ada yang salah.
kita berpacu pada perubahan demi perubahan, dan jangan sekalipun
perubahan itu merubah sesuatu yang ada dalam kepala kita.
tapi saya hendak kembali.
kembali ke mana? ah, itupun saya tak tahu
Popularity: 76% [?]
[sajak] Dongeng Bathin Sembilan*)
daengrusle April 12th, 2008
kami Bathin Sembilan, puak Puyang Semikat yang terusir dari Musi
sama kini berdiri ditempat mana sama berpijak,
di atas gelagar Nebang Para, mata kita sama nanar memagut nun tanah Telisak
disana rimbunan sawit terhampar luas laksana permadani berbulu kesak
di lengannya, sungai Bahar hangat meliuk mesra memeluk
berselimut magis Bathin Sembilan, benak kita sama berkhayal emas yang direbak
padanya kami melukis kenang pada Puyang Semikat secerlang merak,
dan kalian mencumbunya senikmat saham blue chip siap lego di lapak-lapak
kami Bathin Sembilan, puak Puyang Semikat yang tertanam di sembilan ngarai
kita kini sama berdiri ditempat mana sama berpijak,
tapi kepala kami sompak menganga oleh janji yang terserak
nun berpuluh depa di bawah rimbunan sawit, asa kami mengatup terderak-derak
dulu kalian janjikan hamparan pepohon itu adalah emas yang membelalak
kemudian janji itu disulap menjadi asap naik berarak
dan waktu kemudian bertitah: terbilang malang nasib kami puak beranak
alangkah malangnya, sekira waktu merentang jarak dengan nasib
kami memang seumpama kelebat konon yang lapuk oleh lupa,
berdiam di suatu negeri dimana pikiran lebih senang memilah daripada menyapa
dan nasib kami kemudian terbilang secepat sampan membelah Batanghari,
dan tiba-tiba kami sudah berdiri di tanah asing dimana ular seperti bertanya masygul
kemana gerangan sembilan negeri yang kau gagahi seperkasa dulu,
melingkar kukuh pada Rimbo Adat ibarat kitab lanun yang angker?
dan halimun Sungai Lalan di lembah Musi mengendus tajam bergegas
mengantar dongeng semasa dulu digelayut Puyang Semikat berkemas-kemas
terusir dari pertiwi yang amuk oleh buah kutukan kemilau emas
di ujung Bahar tempat sauh dilepas sudah ditoreh tegas; gelar terbilang harta dihempas
namun seperti gelinding yang ingkar, sang Puyang dilingkup pula takdir baik
dua kerat hati kembar Bayan Riu Bayan Lais disunting dari Depati Seneneng Ikan Tanah;
darinya berserak puak pada sembilan ngarai sejak Muaro Jambi, Batanghari hingga Sarolangun;
Pemusiran, Burung Antu, Sekamis, Telisak, Jangga, Jebak, Bulian, Bahar, dan Singoan
jadilah kami Bathin Sembilan, puak Puyang Semikat yang terusir dari Musi
kami Bathin Sembilan, puak Puyang Semikat yang kini nanar dikepung sawit
terbilang waktu; nasib kami sudah digariskan; punah oleh kutuk nasib puak terusir
- puisi ini sedianya ditulis untuk diikutkan dalam Lomba Penulisan Puisi dan Cerita Pendek Berbasis Cerita Rakyat Jambi oleh Jambi Writing Program
*) terinspirasi dari tulisan:
Kebudayaan yang Hampir Punah – Irma Tambunan
Kompas 12 Maret 2008
Popularity: 88% [?]
- Sejarah , Aku , Puisi
- Comments(3)
[sajak] kita kini adalah kita nanti
daengrusle April 9th, 2008
sebuah ungkapan dalam kata yang mungkin bisa dianggap puisi, utk merayakan ultah sahabat, kakanda tersayang: Amril Taufik Gobel aka Daeng Battala
kita kini adalah kita nanti
::: daeng battala
tetapi daeng, kita kini adalah kita nanti
apa yang kita toreh pada detik lampau adalah kita yang menjelma mercusuar
bukan tegak berdiri pongah yang membuat kita terlihat nelayan
dan padanya semua melambai mencari tujuan
adapun daeng, kita sebangsa cahaya yang menuntun
olehnya nelayan tak ragu mendayungkan sampan ke pesisir
apa yang kita tulis kini dan lampau daeng,
menjadi cahaya kita nanti, di dunia atau di suatu tempat yang tak terbayangkan
karenanya daeng, kalau selasar itu menyorong lelubang untuk kakimu
langkahi saja, atau tutupi dia dengan apa daeng punya
biar dia diam, mati dan menjadi batu yang dikutuk
karena kita tak perlu tanggap pada apa yang bisa bikin kita juga diam
karena kita kini adalah kita nanti
kita punya cahaya, dan hanya itu yang bikin kita berarti
pasir ridge, april 9, 2008
Popularity: 82% [?]
[narsis] Menang Lomba Puisi dan Foto
daengrusle April 4th, 2008
Hm, hari ini saya menang dua kali. Dalam ajang lomba Menulis Puisi dan Lomba Fotography di kantor dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, saya bisa dapet dua penghargaan;
Juara 1 di Lomba Menulis Puisi untuk Bermimpi di Gubuk Kardus - yang pernah saya posting di blog ini dgn judul Kepada Siapa Kemudian Mereka Berpaling?
Juara 3 Lomba Foto yang bertema Ukhuwah dan Keteladanan untuk foto dibawah ini.
Hadiahnya lumayan, voucher belanja di Matahari, he2. Mahdi dan Maipa bisa dapat baju baru lagi neh, atau buat Bapaknya saja…hehehe.
Alhamdulillah.
Popularity: 100% [?]
- Balikpapan , Aku , Puisi , Photo , Umum
- Comments(14)
Untuk KRMT RS: Kerendahan Hati
daengrusle April 2nd, 2008
Kerendahan Hati
ditulis oleh Kang Iwan AbdurrahmanKalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danauKalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalanKalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata airTidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
dikutip dari blog nya deen
KRMT RS, ada baiknya kembali berkaca pada sajak ini. Sebelum melontarkan petuah kasar atau tuduhan halus bagi sebuah komunitas. Pengertian dasar tentang sebuah komunitas tidak membuat kita abai, bahwa komunitas apapun itu pasti heterogen individualnya. Tidak bisa memberikan generalisasi atas sebuah ‘cap’ terhadap komunitas, apalagi tuduhan yang tidak berdasar. [foto diambil dari sini]
Menganggap blogger adalah kaum perusak tatanan dan mbalelo terhadap kebijakan pemerintah tanpa mengetahui pasti typical masing2 blogger itu sama saja melakukan penghinaan terhadap komunitas yang ditengarai sudah berjumlah ratusan ribu itu. Ini sama saja dengan si bangsat anggota parlemen Belanda yang membuat film dokumenter bertajuk FITNA yang dibuat berdasarkan kebencian yang dipelihara sedemikian rupa.
Apalagi kalau menengarai bahwa blogger adalah sponsor, supporter dan pemelihara situs2 yang berpotensi merusak moral bangsa ini! Terlalu kejam. Apakah KRMT RS tidak pernah tahu ada komunitas2 blogger yang setia berbagi dalam kebaikan, saling nasehat menasehati dalam kebenaran. Tidak terhitung banyaknya komunitas blogger yang terhimpun karena interest mulia seperti ini. Ambil lah contoh Indonesian Muslim Blogger. Apakah komunitas blogger seperti ini pantas di labeli perusak akhlak dengan intensi menantang pemblokiran situs-situs porno?
Nah, mas Kanjeng, jadilah orang yang rendah hati saja. Salah satu ciri orang rendah hati adalah menjaga lisan dan perilaku nya dihadapan khalayak. Satu saja manusia yang menjadi terzalimi karena ucapan dan perilaku kita, akan memberatkan kita hidup di dunia ini, apatah lagi di akhirat.
Popularity: 80% [?]














