Archive for the 'Budaya' Category

Untuk KRMT RS: Kerendahan Hati

daengrusle April 2nd, 2008

Kerendahan Hati
ditulis oleh Kang Iwan Abdurrahman

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

dikutip dari blog nya deen

akyu.jpgKRMT RS, ada baiknya kembali berkaca pada sajak ini. Sebelum melontarkan petuah kasar atau tuduhan halus bagi sebuah komunitas. Pengertian dasar tentang sebuah komunitas tidak membuat kita abai, bahwa komunitas apapun itu pasti heterogen individualnya. Tidak bisa memberikan generalisasi atas sebuah ‘cap’ terhadap komunitas, apalagi tuduhan yang tidak berdasar. [foto diambil dari sini]

Menganggap blogger adalah kaum perusak tatanan dan mbalelo terhadap kebijakan pemerintah tanpa mengetahui pasti typical masing2 blogger itu sama saja melakukan penghinaan terhadap komunitas yang ditengarai sudah berjumlah ratusan ribu itu. Ini sama saja dengan si bangsat anggota parlemen Belanda yang membuat film dokumenter bertajuk FITNA yang dibuat berdasarkan kebencian yang dipelihara sedemikian rupa.

Apalagi kalau menengarai bahwa blogger adalah sponsor, supporter dan pemelihara situs2 yang berpotensi merusak moral bangsa ini! Terlalu kejam. Apakah KRMT RS tidak pernah tahu ada komunitas2 blogger yang setia berbagi dalam kebaikan, saling nasehat menasehati dalam kebenaran. Tidak terhitung banyaknya komunitas blogger yang terhimpun karena interest mulia seperti ini. Ambil lah contoh Indonesian Muslim Blogger. Apakah komunitas blogger seperti ini pantas di labeli perusak akhlak dengan intensi menantang pemblokiran situs-situs porno?

Nah, mas Kanjeng, jadilah orang yang rendah hati saja. Salah satu ciri orang rendah hati adalah menjaga lisan dan perilaku nya dihadapan khalayak. Satu saja manusia yang menjadi terzalimi karena ucapan dan perilaku kita, akan memberatkan kita hidup di dunia ini, apatah lagi di akhirat.

Popularity: 80% [?]

Sapu Kotor itu

daengrusle March 4th, 2008

Apa jadinya kalau orang yang kita serahi amanah untuk menyapu rumah tapi malah berperilaku sebaliknya, mengotori rumah dengan sampah yang tak kalah busuknya? Malu dan kecewa tentu. Indonesia, hal itu lumrah adanya. Sepertinya rasa malu sudah hilang dari kepribadian kita. Perilaku tak terpuji dianggap biasa, bahkan oleh aparat yang seharusnya punya integritas untuk memberikan keteladanan atau menghukum para pelaku bejat. Tapi itulah Indonesia, negeri dengan perilaku ironis, kontradiktif plus malu-maluin.

Para aparat yang berfungsi sebagai tukang sapu itu, rupanya membawa sapu kotor di tangannya. Alhasil, lantai bukannya malah bersih tapi justru makin kotor saja. Terutama oleh kekotoran perilaku mereka.

Inilah para sapu kotor itu;

1. Penyidik KPK: Ajun Komisaris Polisi Suparman.
Penyidik KPK ini mempermalukan jagad para pendekar anti korupsi. Seharusnya, di pundaknya lah amanah membersihkan negeri dari korupsi ini diemban. Namun bukannya giat melakukan bersih-bersih, sang penyidik malah melakukan pemerasan terhadap pengusaha yang disidiknya.

Ajun Komisaris Polisi Suparman (46) didakwa menyalahgunakan wewenang sebagai penyidik KPK, karena melakukan tindakan menguntungkan diri sendiri, dengan meminta sejumlah uang kepada korban Tintin Surtini.”Terdakwa ditugaskan untuk melakukan penyidikan perkara tindak pidana korupsi di PT Industri Sandang Nusantrara, ia telah memaksa saksi Tintin Surtini untuk memberikan sesuatu atau membayar sesuatu. Tintin Surtini merupakan salah satu saksi dalam kasus korupsi di PT Industri Sandang Nusantara dengan terdakwa Kuntjoro Hendrartono dan Lim Kian Yin.

Dalam catatan Jaksa yang menyidiknya, yang disampaikan saat membacakan dakwaan setidaknya Suparman telah 14 kali bertemu dengan korban untuk meminta sejumlah uang selain itu terdapat dua kali pertemuan terdakwa dengan korban yang mana meminta sejumlah barang yaitu tiga buah handphone Nokia 9500, dalam kurun waktu antara 14 juni 2005 hingga Februari 2006. Suparman sebenarnya adalah pelapor kasus korupsi di PT ISN ke KPK. Sebelum bertugas di KPK, Suparman bertugas di divisi reserse Polda Jawa Barat. Saat di Polda Jawa Barat, Suparman sudah menangani kasus korupsi di PT ISN, namun penanganannya macet. Sumber: http://www.gatra.com/2006-05-30/artikel.php?id=94902

Continue Reading »

Popularity: 51% [?]

There’s Something about Sinetron kita!

daengrusle January 7th, 2008

mary.jpgBeberapa hari ini terus terang saya agak terganggu dengan iklan sinteron yang bakal tayang di Indosiar, yang judulnya “Cewek Cantik itu Bernama Sarah”. Kenapa? Karena semua cuplikan adegan yang ditampilkan sebagai promo itu mirip dengan filem favorit saya yang dibintangi Cameron Diaz, “There’s Something About Mary”. (lihat gambar disamping untuk mengingatkan. Source: www.bongshiny.com)

Adegan tentang Anjing si Sarah dan tetangganya yang bangkotan, adegan si cowok ngintip si Sarah lewat WC dan kemudian resleting celananya menjepit sang alat vital, adegan si cowok dengan anjing si Sarah, adegan si cowok mau ciuman dengan Sarah terus terkena mata pancing adeknya Sarah yang terbelakang mentalnya, adegan saingan si cowok yang pincang, dan lain-lain mirip benar dengan adegan di filem There Something About Mary.

Semua adegan dibuat mirip seperti tidak ada lagi kreatifitas dari pembuat sinetron Indonesia. Sepertinya mereka itu kram otak ya, sampai tidak bisa lagi mencari ide orisinil lain.

Malu rasanya menyebut mereka sineas atau seniman. Seorang sineas, atau seniman sepatutnya mendalami bagaimana sebuah proses terciptanya karya seni yang didalamnya ada etika dalam menghargai hasil karya orang lain. Inspirasi boleh saja dicomot dari mana saja, termasuk karya orang lain. Tapi menjiplak dengan semena-mena (walaupun mungkin melakukan konfirmasi ke pemilik karya) seperti tidak memberi ‘efek susah payah’ dalam berkarya. Tidak ada proses pencerdasan disitu, terutama mengingat mereka, para sineas dan seniman itu, sudah pernah mengecap pendidikan profesional tentunya.

Bagi yang pernah menonton filem itu, saya sarankan untuk mengucap nauzubillah aja deh daripada nonton sinetron Cewek Cantik itu Bernama Sarah.

Sudah terlalu banyak kasus penjiplakan terjadi di sini. Padahal kita belum lama ini mencaci maki Malaysia karena menjiplak atau mengakui lagu Rasa Sayange, Reog Ponorogo atau Batik sebagai budaya mereka. Sementara, menurut Budhiarto Shambazy, kita ini termasuk munafik. Disaat kita mengecam Malaysia karena pengakuan mereka yang semberono terhadap budaya kita, di saat yang sama kita juga banyak melakukan penjiplakan yang mengarah kepada pelanggaran atas hak cipta di banyak sinetron, film, lagu, dan sebagainya. Munafik?

Sudah saatnya stasiun televisi, rumah produksi tidak melulu memikirkan profit saja. Toh keuntungan tidak mesti diperoleh dari menjiplak. Coba liat filem atau sinetron produksi Deddy Mizwar semisal filem Nagabonar, Lorong Waktu, Kiamat Sudah Dekat dan Para Pencari Tuhan, semuanya mengusung ide kreatif baru yang banyak memuat pesan moral mencerdaskan bangsa. Profitable? Tentu. Filem dan sinetron itu laris manis bak kacang goreng dan tentu saja menguntungkan.

So, There’s Something about Sinetron kita!

Berikut Daftar Panjang Sinetron Jiplakan hasil karya sineas kita dan Yang dijiplaknya:
(diunduh dari sini) Continue Reading »

Popularity: 27% [?]