Archive for the 'Puisi' Category

[Sanjak] Rindu Pusara

daengrusle February 24th, 2008

bunga mu - jiwaku

::diana

kalau aku kembali lagi padamu, pada sekian kali
duduk menjamah remah tanahbasah oleh airmataku sendiri
itu bukan asa yang hendak melarungmu ke lautan lupa
mengumpamakanmu hanya terbujur dibenam pusara

aku hanya hendak kenangkan tawamu
pada tanah yang bersaksi menyelimuti mu
setenang mekar bunga yang dibeku waktu
biar nanti tegas kudapati: ketiadaanmu bukanlah mimpi ku

dan esok kubersungguh memindahkan namamu,
ke dalam doaku: seperti pintamu

balikpapan, 24feb08

Popularity: 50% [?]

[Sanjak] Sehelai Daun Yang Gugur

daengrusle February 13th, 2008

seumpama pohon, kami adalah yang rindang dedaunnya
pokoknya kokoh dengan kulit keras karena tempaan hidup
hujan, angin dan rayap kadang menggerus tiada henti, dan selimut hidup kami tentu mengeras,
seperti menikmati, kami merasakan bahwa cinta lah yang menyatukan

di rindang pohon, sepuluh bebatang merimbunkan dengan dedaun yang segar
laksana benteng yang kukuh, kami saling mendekap, melindungi dengan kasih yang tak terukur
setiap batang adalah jiwa bagi batang yang lain, seperti itu kami saling memaknai
seumpama ada yang tergores, patah, atau goyah karena deras, desir dan gesekan
maka kami sepuluh bebatang merapatkan reranting yang kami punyai
dan menyalurkan semangat agar tetap kuat sekokoh benteng

seumpama dedaunan hijau di setiap ranting dan cabang,
maka kami adalah sepuluh dedaun segar yang basah oleh seringai tawa
dalam masa bersama, kami saling menyejuki hingga semangat seperti berkobar kembali
dalam masa yang sedih, kami seumpama titian yang menyeberangkan setiap duka
menjadi optimisme untuk melalui jurang yang curam, dalam dan mematikan
dan kami selalu bersama, selamat dan bersenyum bersama
setiap saat kami selalu berbagi kecup, peluk dan keharuan
seperti rimbunnya dedaunan berbagi embun yang dimandikan pagi

diatas kebersamaan kami, kecintaan dan keharuan, ada Tuhan Yang Maha Menyayangi
Rahman RahimNya membelai kami hingga ke sumsum yang tak terjangkau
mengusap sulbi yang tak terlihat, meresapkan rencana yang terbaik untuk kami lalui
rencana yang baik, semua baik, dan kami senantiasa mengikhlaskan diri untuk menyerap sepenuhnya

seumpama sepuluh dedaun yang hijau segar di ranting kokoh,
maka kami adalah sekumpulan hamba yang sadar dan saling menyadarkan
bahwa ada saat tertentu kala hujan, angin atau rayap yang jauh lebih kuat
akan mampu merubuhkan bebatang kami

sesadar kami bahwa Tuhan dengan Rahman RahimNya
telah memberi garis yang pasti, jelas dan tak terbantahkan
seperti janji dari kawan setia

bahwa ada saat kami mesti melepas satu satu dedaun itu,
hingga waktu merubuhkan bebatang kami
sehelai, dua helai, hingga helai kesepuluh sampai kami dipisahkan
dan dipertemukan di kehidupan yang lain, selanjutnya,
dan membangun pohon yang lain, lebih kokoh dan indah tentu

sehelai daun yang gugur kemaren, adalah helai terindah dalam pepohon kami
batang terkeras, ranting terbaik,
dan kami yang tersisa seperti ranting yang lapuk tertinggal, lemas terkulai

helai daun yang gugur itu, seperti semangat besar yang membuncah,
namun kemudian terkelupas
menggerus kambiun cinta milik kami satu-satunya, menebang ranting bahagia

sehelai daun yang gugur seperti menghentikan waktu, dan kami adalah detik yang terkulai
gelap, tanpa daya dan tak tahu bagaimana menghidangkan masa
kami seperti menjelma menjadi hujan, larut dan terbenam dibawah akar hidup

sehelai daun yang gugur, seumpama paria yang mengajukan kepahitan tertahan
namun kami memamahnya sebijak genta yang setia berdentang,
ada panggilan, ada pemaknaan hakiki dibaliknya
derita akan hujan angin dan rayap mungkin hilang sudah, dan dedaun gugur itu terbebas sudah
menyatu pada tanah, mendekap pertiwi, bahkan bersama hujan, angin dan rayap
menjadi pemupuk kesuburan dan pastinya melempangkan jalan
untuk kami berikutnya

selamat jalan, kakanda,
selamat jalan, kekasih abadi kami
engkau tak pernah mati di hati
sebagaimana jiwamu, yang ‘hanya’ berpindah

selamat jalan, kakanda rusdiana tersayang..

kami bersepuluh ketika rustam dan diana nikah

foto diatas ketika acara mappacci dan akad nikah kakanda Rusdiana yang acaranya dilangsungkan bersamaan dengan mappacci Rustam. Continue Reading »

Popularity: 47% [?]

[sanjak] Pertemuan yang tak dikehendaki

daengrusle January 28th, 2008

:: kakakku, rusdiana

apa yang hendak kukata, perempuan yang kini matanya menerawang lamat
saat kulihat jejari yang menggapit lunglai memanggilku mendekat, dengan hela nafas yang berat
sekadar mendenguskan kehadiranku yang sedang tercabik oleh haru dan duka yang sangat
oleh melihatmu seperti melempar diriku ke telaga sembab yang meluap hebat

dunia seakan berhenti memainkan waktu, kenangan tentangmu silih berganti menempati ruang
setiap kata yang diam, dan tersembul seperti merapal ribuan doa, shalawat dan nama-Mu
kami adalah kelingking yang kecil, tercabik kulitnya oleh gelisah dan pertarungan harapan
kami tahu Kau akan menang, tapi kami sungguh tak akan berhenti memperbaiki nasib, seperti janji-Mu

pertemuan ini sungguh tak kukehendaki, perempuan yang hatinya sekokoh gunung
sungguh tak ada dalam notesku, tak kuinginkan, apalagi kurencanakan
walau pernah bayangan yang muram dilintaskan oleh tubuhmu yang ringkih
namun sayangku padamu membuatku melemparinya sejauh mungkin, sampai hilang

dari selang dan kabel berinduk pada layar monitor yang tak henti menjamahmu
kusaksikan uratmu menyembulkan semangat, dengan senyum dan mata nanar yang menyisakan api
tak henti kulihat geliat hidup yang menuntunku berharap berganti peran
walau kusadar mungkin tak sanggup aku menahan seberat yang kau mampu pikul

Tuhan, Ya Rahman Ya Rahiim
Kasih Sayang-Mu melebihi Amarah-Mu, itu janji-Mu, kan?

Popularity: 33% [?]

[sanjak] kakakku

daengrusle January 23rd, 2008

:: kakakku tersayang yang sedang berjuang

aku ingat wajahmu yang teduh mengecup dahiku dengan bangga
dan aku tak akan lupa membalas dengan kecupan juga di dahimu
dan memberi tambahan sebuah pelukan erat hangat beberapa jenak

sore ini aku dihantam kabar tangis tentang ketakberdayaanmu di sana
dan aku membalasnya dengan rinding dan haru yang kemudian tumpah sesaat
bahkan doa pun sampai lupa kupanjatkan, hanya mengingat kecup di dahimu sungguh

malam nanti aku mungkin meraung memohonkan Tuhan memberimu yang terbaik
ah tidak, Tuhan tak perlu aku suruh macam-macam, aku hanya hendak memuji Nya
semoga dengan itu Dia akan menurunkan karuniaNya kepadamu, sungguh

ah, kakakku
betapa kini mata menjadi lembab karena kecup mu itu seperti menyerbu masuk
ke hatiku… Continue Reading »

Popularity: 38% [?]

[sanjak] Samudera Kosong

daengrusle January 23rd, 2008

samudera kosong
:: pemuja pesisir, daeng nuntung

aku ingat saat tongkat mulai membelah samudera, dan kita menapak cemas di tengahnya
di tengahnya yang kosong, hanya ada nafas kita yang saling memburu
dan mata gelisah mencari ujung pantai yang diselimuti halimun kelam dan pelangi muram
dinding air yang bergolak marah, membilas rasa kecut hingga ke sumsum
kubekap tubuhmu dan kuhembuskan separuh semangat, kita akan sampai, tenanglah!

aku ingat saat kaki yang telanjang menapak pada hamparan reruncing cadas
dan titik-titik darah mulai mengalir dari pori-pori kulitmu yang halus
kutawarkan lenganku untuk menjauhkan mu dari pedih yang menyerbu
kau katakan iya, sangkutkan aku di dadamu, tolonglah
aku cemas, dengan separuh semangat yang tersisa, akankah aku mampu merobek halimun?

samudera itu terbelah oleh rasa pongah kita, bahwa cinta adalah bekal sungguh, dan hanya perlu itu
tapi reruncing cadas mengingatkan kita, bahwa ada labirin muram yang pedih padanya
kita mesti menapaknya, meski dengan kelam, dan ujung pantai adalah halimun yang mengejek
semangat yang kita pompa semenjak dulu, saat janji mulai dirajut dan tekad dipasakkan
mungkin belum cukup membawa kita sepenuhnya berdendang riang

ya, ada samudera kosong terbelah dengan reruncing cadas diantaranya.
tapi kita akan sampai, tenanglah!

pasir ridge, 23januari08

Popularity: 28% [?]

ini seperti janji

daengrusle January 16th, 2008

ini seperti janji
::rara

nelayan dan dua anaknya menggapit sampan di tepian telaga
sampan yang terbelah pada lunasnya,
cadik yang patah dan layar sobek sisa badai

dongengkan aku tentang badai semalam, wahai nelayan
Continue Reading »

Popularity: 27% [?]

Bosan

daengrusle January 16th, 2008

::kepada bosan yang datang bertamu

terima kasih
silahkan menunggu di luar saja

[dia diam, tapi dia tetap masuk. bebal]

terima kasih
silahkan duduk
dan tunggu saya selesai
dengan semua yang tak terselesaikan

[dia memeluk, bau badannya bikin mual]

Continue Reading »

Popularity: 27% [?]

Sejatinya adalah Romantisme

daengrusle January 16th, 2008

Romantism:
:: intan baiduri

pada tigabelas ketukan sitar di tepi malam yang senyap
ada rembulan meliukkan siluet senyum dan tangis
menghantar aku pada diam yang hinggap
di satu noktah waktu - kenangan
Continue Reading »

Popularity: 24% [?]

[Foto] Terik di Pusat Balikpapan

daengrusle January 11th, 2008

Di suatu waktu di penghujung tahun,
kucoba mengeja geliat kota minyak yang sedang dilanda sakit krisis energi.
Sepanas apa ia di pusaran
ataukah hanya sehangat dedaun yang didera asap ribuan knalpot?

Topi hitam,
bersama kamera yang setia menemani kala mata mulai lupa merekam waktu
di pusat kota ini, kurebahkan diri mencari pojok yang sejuk
dan menata bangunan laksana arkitek mencari bentuk yang paling klop

tapi tidak, saya hanya menemukan bangunan-bangunan tinggi menjulang
sedikit pongah, dan menantang untuk dikuliti.
selepas menghantar sang penyapu yang acuh dibilas kamera
saya berjalan menghampir pantai yang berubah menjadi ladang crane-tower
pantai yang dulu tempat kanak-kanak hitam dan ceria itu berenang
kini dibungkus seng aneka warna, dan dijaga satpam yang pura-pura sangar

kususuri jembatan mewah yang melintang riang diseberangnya,
inilah kiranya titian kebanggaan warga
ketika terakhir kudatangi kota ini, dua tahun silam,
jembatan ini hanya sebatas mimpi
kini dia menjelma menjadi konektor dari segala penjuru
menjadi tanda bahwa Balikpapan sebentar lagi dewasa
sama seperti kota lainnya, yang sudah digulung peradaban
dan tak lupa bencana yang silih berganti

ini lah hasil jepretannya:
 bc-yang-terik.JPG
Photo-1: BC Yang terik. Lanjutkan untuk foto-foto lainnya: Continue Reading »

Popularity: 44% [?]

Surat Cinta untuk Aji-ku

daengrusle December 21st, 2007

Untuk Aji-Makkunrai-ku 

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar dirimu hari ini Aji. Tentu baik, dan semoga iya. Mungkin dirimu sedang masyuk berwukuf di Arafah sana. Semoga kedekatanmu dengan makam Rasulullah SAW memberikan limpahan rahmat dan kebahagiaan di hatimu. Hanya itu yang ingin kudengar; kabarmu yang terbaik, tersehat dan terbahagia. Bukan yang lain. Tak perlu kau jawab langsung Aji, cukup ukir senyum di wajahmu dan ucapkan amin dalam hati, seperti malaikat Tuhan yang setia. Seperti katamu dulu Aji, doa adalah untai kata yang paling tulus dari hambaNya, karena dimohonkan dari hati yang dalam dan lirih, dan tertuju hanya padaNya saja. Tuhan tentu mendengar. Setiap kali ada waktuku menghadapNya, selalu kurapalkan sholawat dan tujuh ayat fatehah untuk sehatmu dan segala yang baik yang dikau perlukan untuk melanjutkan hari yang mungkin terasa semakin melambat.

ajiku.JPGAjiku sayang. Hari ini kucoba singkirkan jauh semua ingatan tentang sakitmu, tulang yang keropos digerus usia. Aku tak ingin mengingatnya, apalagi kutahu dari dokter bahwa sakit itu adalah bawaan karena melahirkan diriku dulu. Perih seperti jarum yang ditusukkan ke belulangmu itu selalu membuatmu menangis, seperti menghadirkan kenangan perih di malam kau menghantar tubuhku keluar dari sulbimu. Aku tak ingin mengingatnya Aji, karena kenangan itu hanya melahirkan sembab di mataku, dan juga perih di dadaku. Biarkan ia menjadi sesal yang kini kucoba tebus dengan apapun asal bisa menghadirkan sejuta senyum di wajahmu yang kini ramai dibalut keriput, mengisi sepi mu di usia senja.

Aji, ku tahu duniamu hanyalah dunia dengan keterbatasan seorang ibu. Tentu dunia yang tak lebih luas dari dunia anak-anakmu. Ketika anak-anakmu menggapai dunia dan menyusuri negeri-negeri nun jauh; engkau mungkin hanya diam termangu mendoakan kami di duduk sila mu, sambil memilin benang dan manik-manik di jemari renta mu, tanpa tahu negeri apa gerangan yang telah mengangguk hormat pada anak-anakmu di benakmu. Hanya keselamatan dan kenangan masa kecil kami yang kau hamparkan sebagai kota kecil di dalam surga impianmu. Continue Reading »

Popularity: 11% [?]

« Prev - Next »