daengrusle January 11th, 2008
Di suatu waktu di penghujung tahun,
kucoba mengeja geliat kota minyak yang sedang dilanda sakit krisis energi.
Sepanas apa ia di pusaran
ataukah hanya sehangat dedaun yang didera asap ribuan knalpot?
Topi hitam,
bersama kamera yang setia menemani kala mata mulai lupa merekam waktu
di pusat kota ini, kurebahkan diri mencari pojok yang sejuk
dan menata bangunan laksana arkitek mencari bentuk yang paling klop
tapi tidak, saya hanya menemukan bangunan-bangunan tinggi menjulang
sedikit pongah, dan menantang untuk dikuliti.
selepas menghantar sang penyapu yang acuh dibilas kamera
saya berjalan menghampir pantai yang berubah menjadi ladang crane-tower
pantai yang dulu tempat kanak-kanak hitam dan ceria itu berenang
kini dibungkus seng aneka warna, dan dijaga satpam yang pura-pura sangar
kususuri jembatan mewah yang melintang riang diseberangnya,
inilah kiranya titian kebanggaan warga
ketika terakhir kudatangi kota ini, dua tahun silam,
jembatan ini hanya sebatas mimpi
kini dia menjelma menjadi konektor dari segala penjuru
menjadi tanda bahwa Balikpapan sebentar lagi dewasa
sama seperti kota lainnya, yang sudah digulung peradaban
dan tak lupa bencana yang silih berganti
ini lah hasil jepretannya:

Photo-1: BC Yang terik. Lanjutkan untuk foto-foto lainnya: Continue Reading »
Popularity: 45% [?]
daengrusle December 21st, 2007
Untuk Aji-Makkunrai-ku
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Apa kabar dirimu hari ini Aji. Tentu baik, dan semoga iya. Mungkin dirimu sedang masyuk berwukuf di Arafah sana. Semoga kedekatanmu dengan makam Rasulullah SAW memberikan limpahan rahmat dan kebahagiaan di hatimu. Hanya itu yang ingin kudengar; kabarmu yang terbaik, tersehat dan terbahagia. Bukan yang lain. Tak perlu kau jawab langsung Aji, cukup ukir senyum di wajahmu dan ucapkan amin dalam hati, seperti malaikat Tuhan yang setia. Seperti katamu dulu Aji, doa adalah untai kata yang paling tulus dari hambaNya, karena dimohonkan dari hati yang dalam dan lirih, dan tertuju hanya padaNya saja. Tuhan tentu mendengar. Setiap kali ada waktuku menghadapNya, selalu kurapalkan sholawat dan tujuh ayat fatehah untuk sehatmu dan segala yang baik yang dikau perlukan untuk melanjutkan hari yang mungkin terasa semakin melambat.
Ajiku sayang. Hari ini kucoba singkirkan jauh semua ingatan tentang sakitmu, tulang yang keropos digerus usia. Aku tak ingin mengingatnya, apalagi kutahu dari dokter bahwa sakit itu adalah bawaan karena melahirkan diriku dulu. Perih seperti jarum yang ditusukkan ke belulangmu itu selalu membuatmu menangis, seperti menghadirkan kenangan perih di malam kau menghantar tubuhku keluar dari sulbimu. Aku tak ingin mengingatnya Aji, karena kenangan itu hanya melahirkan sembab di mataku, dan juga perih di dadaku. Biarkan ia menjadi sesal yang kini kucoba tebus dengan apapun asal bisa menghadirkan sejuta senyum di wajahmu yang kini ramai dibalut keriput, mengisi sepi mu di usia senja.
Aji, ku tahu duniamu hanyalah dunia dengan keterbatasan seorang ibu. Tentu dunia yang tak lebih luas dari dunia anak-anakmu. Ketika anak-anakmu menggapai dunia dan menyusuri negeri-negeri nun jauh; engkau mungkin hanya diam termangu mendoakan kami di duduk sila mu, sambil memilin benang dan manik-manik di jemari renta mu, tanpa tahu negeri apa gerangan yang telah mengangguk hormat pada anak-anakmu di benakmu. Hanya keselamatan dan kenangan masa kecil kami yang kau hamparkan sebagai kota kecil di dalam surga impianmu. Continue Reading »
Popularity: 12% [?]
daengrusle December 18th, 2007
::daengnuntung,
sebuah sanjak balasan
Daeng
coba tebas dahan masa
yang kita tanam di halaman belakang
beberapa tahun lampau
adakah dia mengeluarkan darah
atau getah yang menetes kencang
pada setiap sayat yang terpapar
darah itu daeng,
atau mungkin berbentuk getah
adalah rongga
rongga kala yang mencair
mencari cara ‘tuk membatu
menjadi fosil
hanya untuk menghentikan waktu
dan membiarkan kita menikmati
pertemuan ini, sekali lagi
sampai ada datang masa
ketika kita terpekur
dan mengulang lagi pembacaan kita
mungkin nikmat itu sirna sudah
terhempas kala
saat sekian kali kita menjamahnya
darah itu daeng,
adalah darah yang mengental
seperti dirapal oleh Sawerigading
menikam sukma langit diatas kayuh wallenrang
menyumpahi tomanurung
yang menciptakan waktu dan tanah
memisahkannya dengan sang kekasih
tak peduli siapa nama yang disebut
We Cudai atau Tenriabeng
dahan yang tersayat
adalah kala yang diputuskan
darah yang tersembur
adalah cinta yang dipendam
lantas,
apa maksud Tuhan menciptakan kala diantara kita, daeng?
bukankah Dia menciptakan pula cinta yang ruah
bukan untuk dibebat pada luka rasa yang kian perih
daeng,
dahan yang terlepas
atau kala yang terputus
dan semua yang menjadi perih
adalah pesona
bahwa pertemuan itu ditakdirkan ada
pada kala
Popularity: 8% [?]
daengrusle December 13th, 2007
sehabis mandikan malam
:: daengRusle
written by my lovely brother from his far-away desk.
ada yang lupa kucerita padamu tentang waktu dan kegelisahan
tentang malam riuh
yang terlewati pagi buta
kemarin
ketika dia, memang menangis sejadinya
dan sebenarnya
sambil memukulkan telapak di tepi peraduannya yang berbisik karat keropos
menghentakkan kakinya
pada ubin yang yang retak satu satu
pada malam yang bermandikan cahaya bulan, seperti memantul dari bulir keringatnya
yang menjejakkan kehampaan
tidak lama lagi, ketika embun menjejak bumi, begitulah galaunya
mencari celah di bilik kamarnya yang pengap karena janji yang selalu bersolek
yang tak jarang membelainya sepanjang hari, penuh harap
eh, tahukah engkau
di dini hari itu, senyumnya meredup
menutup seperti putri malu
dan juga ada yang mau kucerita
tentang testimoni
tentang saksi hening
tentang yang membakar jiwanya
untuk bersih bersih
untuk berdoa yang kesekian kalinya, sepanjang malam ini
Banda Aceh, 10-12-07
Popularity: 7% [?]
daengrusle November 29th, 2007
apa yang kau pinta hari ini nak?
sepagi ini matamu melempar binar
membilas rumah dengan celoteh
ada yang harus dirayakan
bukan sekedar peluk dan cium
akankah kau meminta sesuatu?
selepas berbulan tahun
menjadi lentera mata
menjadi telaga hati
dunia mu dan celoteh itu
dan semua yang kau hadirkan
ada arti, dan banyak
semua kumpul jadi tujuan
apa yang kau pinta hari ini nak?
dan kami seperti tak bersesuatu
mencari timpal yang setara
bahkan tuk mengganti binar mata itu
tapi cukupkah sedikit ini anakku?
semangat di pundakmu
dan darah penahan badai di jantungmu
telah kami selipkan
semenjak lahirmu
saat azan dan iqamah kami bisikkan
diantara tangismu yang keras itu.
cukupkah itu anakku?
semoga
@ balikpapan 29nov07
— dipersembahkan untuk Om Aa —
Popularity: 11% [?]
daengrusle November 19th, 2007
Karya ytc Luna Vidya, dipersembahkan untukku seorang..hihihi.
Ada angin membawa layang putus.
Koyak dua sisinya
Coklat warna benangnya
Menyangkutkannya di tali-tali jemuran
Di balik jendela kaca
Aku tahu di luar
Angin mati.
Tak ada hembus, tak ada tiup.
Sejak kapan ia mencari angin disitu?
Ada yang menggelepar di dalamku?
Koyak layang-layang
Adalah cerita riang kita menjelang petang
Dari tanah lapang, atau dari jalanan
Cerita cagak-cagak panjang
Yang ditusuk-tusukan ke langit untuk rasa senang.
Benang adalah perjalanan
Dari rasa terbuang , ketika sore datang
Dan kita berusaha saling melupakan sepanjang malam
Benangku ada pada gelisah
Yang lahir waktu subuh
Ketika kutunggu pagi lahir dengan getir.
Kutunggui hari,
“dendam akan mengering.”
Gumam angin
Sambil mengantungkan kelu di tali-tali jemuran.
Pada waktu
Aku dan layang-layang itu
Telah saling memahami,
setiap dendam butuh waktu.
Popularity: 10% [?]
daengrusle November 12th, 2007
silesureng, mohon doanya.
cerita siang ini
tentang sejuk yang masih mendekap
pada bantal, jalan, dan pohon
dan sejuk pula kah yang menemani perempuanku
yang kini bertaruh hidup meretas waktu
menghitung darah yang ditebus dengan janji
meraup keringat yang ditukar dengan tangis
dan jiwa
siang ini siang yang debar
dan waktu yang menjadi diam
seperti terik yang lupa pada sengatnya
angin yang malas menerbangkan debu
dan debu abai memasang sayap
bersama lambai daun
dan bunyi ombak di seberang sana
daku merapal mantra
mencari jalan lempang
semoga, hari ini
kumenuai janji
membisik azan dan iqamah di dua pintu dengarmu
putriku.
tsummassabyila yassarahu*
kemudian Dia memudahkan jalannya…Amin!
* QS:80:20
Popularity: 12% [?]
daengrusle November 9th, 2007
kutunggu, kutunggu kau putriku
membilas heningku
pada sebuncah tangis bermakna rindu
datanglah, datanglah putriku
telah kusiapkan telaga
untuk menggenang semua tumpah
tsummassabyila yassarahu*
kemudian Dia memudahkan jalannya…Amin!
* QS:80:20
Popularity: 6% [?]
daengrusle November 5th, 2007
untuk the “J” yang sedang ultah
sedari subuh aku sudah berdiri depan kotakmu temang
coba mencari jendela berkusen semangat
yang pernah kau kapuri dengan renyah tawamu
dulu di Puntondo
aih rupanya aku agak sial pagi ini
hanya kudapat dengkuran pagi yang berat
dan remah putu cangkir pada keyboard yang berhiaskan sendutan rokok
dan sebuah puisi tentang cara membunuh lupa
yang mungkin telah diakhiri oleh kantuk
pada pejam matamu yang berbau bantal itu
kulemparkan dua tanya untuk kau jawab di mimpi pagi mu ini.
umur berapa kau pagi ini, jimpe?
adakah seperti pagi yang lain
memamah janji memilin waktu dan mengakrabkannya dengan kertas dan pena
ataukah umur hanya seperti dentum suara balok
pada mesin tenun dikolong rumah seperti yang kujumpai di Sempangnge
datar, dan hanya berarti bahwa pagi sudah datang
dan tangan-tangan perempuan ber-cello itu ramai mengisi umur
dengan nyanyi sanjak pattirosompe menunggu para lelaki bersarung pulang
berapa sisa umurmu pagi ini, jimpe?
sudahkah kau hitung berapa bait puisi yang kau bagi untuk teman2 kecilmu
yg sedang mengayuh rindu pada sepetnya bau kertas beraroma tengik
bertuliskan nomor hape penjual ikan di Karuwisi
atau bisa jadi seorang remaja puber yang mencari cinta di Pasar Terong
sudah puaskah kau menyeruput kopi di cangkir setiap siang kala terbangun
dan memandangi selokan yang bersampah,
sampah yang didandani bau busuk
seperti yang kupelihara bersama lalat di Pannampu itu.
maafkan aku tak menghadiahkan kecupan pagi, teman
untuk hari dimana kau mungkin sedang berbahagia
dilumuri ucapan dan kecupan (punna upa’) selamat
ini hanya pusaran kata yang mungkin nirmakna bagimu
atau mungkin cuman ocehan yang berlalu seperti angin
hilang, selepas nafas memburu segar
atau hujan mencari dedaun untuk dimandikan
atau seperti telaga yang tumpah mencari selokan
atau seperti pesisir yang kehilangan nyiur dan sampan para nelayan
atau seperti bapak yang sedang menunggu putri yang dijanjikan
semua hanya mungkin, seperti ucapmu dulu.
selamat ulang tahun teman.
Popularity: 5% [?]
daengrusle October 26th, 2007
Untuk my Daeng Nuntung
Surat untuk adam marina pada masa disaat mata telah tertutup
usapkan rinduku pada pesisir di Galesong, anakku
seperti desir dedaun kelapa yang mengirim lambai
pada ombak yang mencium pasir dan menyanyikan gemuruh
sangkutkan pula cintaku pada laju perahu, anakku
yang membawaku pada lautan jiwaku yang kutanam
saat merapalkan lagu patorani
pada geliat sunyi di dua tepi malam
kirimkan rindu berkendara doa untukku
sekuat janji tak melarung kenangan tentangku ke samudera lupa
bahkan kepada tanah tempat jejak pernah diderap
di kota tempat Tuhan membangun serambiNya
ketika huruf mulai terhapus dari pusara yg kautanam
oleh rinai hujan dan angin yang membekap
cukuplah genapkan celengan yang tak penuh kuwariskan
menggenapi maafku, anakku.
Pasir Ridge, 2007
Popularity: 8% [?]