<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.2.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>daengrusle.com</title>
	<link>http://daengrusle.com</link>
	<description>[dan bebaris kronik yang diwariskan]</description>
	<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 15:19:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>In Memoriam: Mammi Hj Ramlah</title>
		<link>http://daengrusle.com/2008/07/02/in-memoriam-mammi-hj-ramlah/</link>
		<comments>http://daengrusle.com/2008/07/02/in-memoriam-mammi-hj-ramlah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 15:19:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.com/2008/07/02/in-memoriam-mammi-hj-ramlah/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika manusia berpindah ke alam baka, ke tempat mana semua kebaikannya akan bersemayam? Kitab suci mengajarkan kita bahwa ia akan ditulis abadi dalam Kitab Kebaikan, Lauh Mahfudz. Namun orang-orang bijak zaman dahulu mengajarkan hal yang lebih praktis dan menurut saya sangat romantis; ia bersemayam dengan nyamannya di sebuah bilik di hati manusia lainnya dalam bentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika manusia berpindah ke alam baka, ke tempat mana semua kebaikannya akan bersemayam? Kitab suci mengajarkan kita bahwa ia akan ditulis abadi dalam Kitab Kebaikan, Lauh Mahfudz. Namun orang-orang bijak zaman dahulu mengajarkan hal yang lebih praktis dan menurut saya sangat romantis; ia bersemayam dengan nyamannya di sebuah bilik di hati manusia lainnya dalam bentuk yang indah dan sulit tergeser kecuali oleh penyakit alzheimer: kenangan.</p>
<p>Kenangan, mengabadikan semua kronik hidup manusia di kepala manusia lainnya. Ketika ia meninggal, maka sesungguhnya jiwanya, dalam bentuk yang lain, hidup terus dalam kenangan manusia lainnya sampai kemudian beberapa generasi setelahnya. Beberapa manusia mencoba mengabadikan &#8216;kenangan&#8217; ini dengan menorehkannya dalam bentuk tertulis, hingga kemudian menjadi abadi sepanjang sejarah manusia sampai kemudian musnah bersama sejarah itu sendiri.</p>
<p>Saya sesungguhnya tak pernah siap memindahkan orang-orang yang dekat dengan saya, terutama jenis yang teramat saya cintai, ke dalam kotak &#8216;kenangan&#8217; di kepala saya. Karena kenangan ini hanya bisa kita panggil dalam bentuk yang imajiner, dengan membayang-bayangi sosoknya yang hidup dalam perenungan. Sungguh meski indah, namun tak begitu terasa terutama bagi kita yang terbiasa bersentuhan fisik.</p>
<p>Mammie, yang hingga pusaranya tegak berdiri diatas makamnya tak pernah sekalipun saya mengenal panggilan lain atau nama aslinya, adalah salah satu sosok orang tua yang sangat membekas dalam kehidupan saya, terutama saat masih SMA. Suara beratnya lebih sering terdengar sebagai suara seorang yang cemas yang tak menginginkan hal lain selain kebaikan buat anak-anaknya, juga buat kami yang sudah merasa sebagai anak-anak kandungnya sendiri. Hidupnya yang sepenuhnya dihabiskan sebagai seorang guru tentu secara formal sudah membentuk laku nya yang digariskan pada sesuatu yang semua orang mungkin akan iri melihatnya; teladan dan cermin sempurna kesabaran. Ia adalah pusaran yang menarik semua energi yang membiak tak terarah yang kemudian luluh masuk ke dalam inti hidup itu sendiri; seperti apa anda hendak menjadi? Setiap memandangnya, atau acap kali bertegur sapa dengannya, maka saya hanya bisa cemas merenungi diri sendiri. Kesalahan apa lagi yang harus saya entaskan hari ini. Begitulah saya melihat Mammie setiap saat. Penuh kecemasan, karena diri yang tak pernah mampu menjadi cermin sempurna.</p>
<p>Rumah keluarga nya di Tinumbu, berhadap-hadapan dengan sebuah Panti Asuhan, seperti menjadi rumah kami juga. Keakraban saya dan teman-teman dengan keluarga ini terjalin akrab saat masih sama-sama belajar di SMA Negeri 1 Makassar, saat Dedy Babhe dan Yayu menjadi bagian yang mengisi masa remaja kami dan kemudian menjadi sebuah monumen sejarah dalam kronik hidup kami setelahnya. Mammie sudah mengakrabi kami sedemikian rupa hingga terasa bahwa tak ada beda antara kami dan anak-anak kandungnya sendiri. Suara baritonnya terdengar khas dan bersahabat saat menyapa kami yang kadang tak pernah malu menyambangi rumah itu hingga larut malam; makan, ribut, belajar, tidur hingga bermain domino atau yoker tanpa terbebani oleh rasa bersalah. Mungkin di rumah itu tidak mengenal istilah sungkan, hingga kemudian semua keluarga Mammie menjadi keluarga kami sendiri, dari Tante Siah hingga Uddin dan Om Juna&#8217;. Sari dan Budi Ciu menjadi saudara kami juga. Bahkan hingga kemudian ketika kami kembali dipertemukan di Jakarta. Rumah kontrakan Dedy Babhe di Pisangan, yang setiap saat ramai dikunjungi oleh Mammi, Pappi, dan seluruh kerabat kembali menjadi tempat kami berkumpul. Apalagi sebahagian dari kami tak punya keluarga di ibu kota ini, dan mereka menjadi keluarga terdekat yang kami miliki. Setiap kami dikabari bahwa Mammi dan Pappi datang berkunjung dari Makassar, tak elok rasanya tak menampakkan muka di hadapan mereka, dan kemudian dengan hangat mencium punggung tangannya. Saya, Alfian, Daus, Fajri, Onte, Culli, One, Faskan dan semua teman-teman yang pernah &#8216;terlunta&#8217; di Jakarta tentu memiliki sebuah &#8216;kotak rindu&#8217; khusus untuk Mammie, dan karenanya, kami membuatkannya surga kenangan di kepala kami masing-masing. Hingga kemudian kami akan membukanya tepat di hadapan Mammi saat perjumpaan kelak di alam yang sama. Insya Allah.</p>
<p>Di pertengahan Mei 2008, setelah hampir lima tahun tak bersua, saya kembali bertemu Mammi dalam kondisi yang sungguh tidak saya harapkan. Di sebuah ruang ICU di Rumah Sakit Akademis Makassar. Hati saya berat untuk menatap tubuh Mammie yang terbaring lemah, seakan bayangan sedih kakak saya yang baru saja berpulang kembali muncul. Saya dan teman-teman; Faskan, Langgau, Upphy, yang kebetulan berkumpul sepulang dari pesta pernikahan Onte, hanya berusaha berdoa dan mencoba menanamkan rasa ikhlas kepada saudara saya Babhe, Irzal dan Yayu. Ikhlas bukanlah sebuah tanda menyerah kepada nasib, namun sejatinya adalah tanda bahwa kita percaya kepada Yang Maha Memiliki, bahwa apapun yang terbaik bagi bagiNya tentu terbaik pula untuk hambaNya. Hampir tiga minggu di ruang ICU, saat pagi di hari Sabtu penghujung Mei 2008 , saat baru semalam saya tiba dari Balikpapan, kabar duka itu kemudian tiba dalam sebuah pesan singkat. Mammi telah &#8216;berangkat&#8217; ke alam yang dijanjikan. Dan kami tak kuasa menahan pendar haru yang keluar dari kotak rindu kami untuk Mammi. Kematian adalah janji yang pasti, dan kami seperti tertagih olehnya. Tertagih akan kecemasan, bahwa kami tak akan pernah lagi menemukan kehangatan dibalik suara beratnya, selain menjadikannya kenangan yang akan kami bawa kelak, hingga perjumpaan kembali dengannya.</p>
<p>Selamat jalan Mammie, mohon maaf atas semua salah kami dulu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.com/2008/07/02/in-memoriam-mammi-hj-ramlah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[Euro2008] Mengapa Turkiye dan Russian Gagal ke Final?</title>
		<link>http://daengrusle.com/2008/06/29/euro2008-mengapa-turkiye-dan-russian-gagal-ke-final/</link>
		<comments>http://daengrusle.com/2008/06/29/euro2008-mengapa-turkiye-dan-russian-gagal-ke-final/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 05:11:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>

		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.com/2008/06/29/euro2008-mengapa-turkiye-dan-russian-gagal-ke-final/</guid>
		<description><![CDATA[Tahu kenapa Turkiye dan Russian gagal melenggang ke Final Euro2008?
Berikut alasannya, tapi jangan berharap berikut ini adalah ulasan teknis dan strategy . 
Turki:
Wilayah Turki yg termasuk Eropa hanya 3% sahaja, selebiuhnya yakni 97% termasuk Asia.
Nah, kalau Turki masuk final dan kemudian menjadi Juara, nah,&#8230;aneh kan, Juara Eropa tapi negaranya terletak di Asia&#8230;hehee
(Turkey is a transcontinental[54] Eurasian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tahu kenapa Turkiye dan Russian gagal melenggang ke Final Euro2008?</strong></p>
<p><strong>Berikut alasannya, tapi jangan berharap berikut ini adalah ulasan teknis dan strategy . </strong></p>
<p><strong>Turki:</strong></p>
<p>Wilayah Turki yg termasuk Eropa hanya 3% sahaja, selebiuhnya yakni 97% termasuk Asia.</p>
<p>Nah, kalau Turki masuk final dan kemudian menjadi Juara, nah,&#8230;aneh kan, Juara Eropa tapi negaranya terletak di Asia&#8230;hehee</p>
<p>(Turkey is a <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Transcontinental_country" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Transcontinental country">transcontinental</a><sup><a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Turkiye#cite_note-53" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"><font color="#606420">[54]</font></a></sup> <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eurasia" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Eurasia">Eurasian</a> <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Country" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Country">country</a>. <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Asia" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Asia">Asian</a> Turkey (made up largely of <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anatolia" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Anatolia">Anatolia</a>), which includes 97% of the country, is separated from <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Europe" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Europe">European</a> Turkey by the <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bosporus" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Bosporus">Bosporus</a>, the <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sea_of_Marmara" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Sea of Marmara">Sea of Marmara</a>, and the <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dardanelles" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Dardanelles">Dardanelles</a> (which together form a water link between the <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Black_Sea" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Black Sea">Black Sea</a> and the <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mediterranean" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Mediterranean">Mediterranean</a>). <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/European_Turkey" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="European Turkey">European Turkey</a> (eastern <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Thrace" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Thrace">Thrace</a> or <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rumelia" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Rumelia">Rumelia</a> in the <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Balkans" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Balkans">Balkan</a> peninsula) includes 3% of the country)</p>
<p><strong>Russia:</strong></p>
<p>Wilayah Rusia hanya 40% yang masuk benua Eropa, selebihnya 60% termasuk Asia.</p>
<p>(At 17,075,400 square kilometres (6,592,800 sq mi), Russia is by far the <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_and_outlying_territories_by_total_area" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="List of countries and outlying territories by total area">largest country in the world</a>, covering more than an eighth of the Earth&#8217;s land area; with 142 million people, it is the <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_population" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="List of countries by population">ninth largest</a> by population. It extends across the whole of northern Asia and 40% of <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Europe" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Europe">Europe</a>, spanning 11 time zones and incorporating a great range of environments and landforms. Russia has the world&#8217;s largest mineral and energy resources,<sup><a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Russia#cite_note-8" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"><font color="#606420">[9]</font></a></sup> and is considered an <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Energy_superpower" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" title="Energy superpower">energy superpower</a>. It has the world&#8217;s largest forest reserves and its lakes contain approximately one-quarter of the world&#8217;s unfrozen fresh water.<sup><a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Russia#cite_note-loc-9" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"><font color="#606420">[10]</font></a>)</sup></p>
<p>Nah, kalau keduanya kemudian bertemu di Final Euro2008 dan salah satunya menjadi Juara, maka Eropa akan ditertawakan. Mereka butuh negara yang mayoritas areanya terletak di benua Asia untuk mengankat tropy Euro tersebut&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.com/2008/06/29/euro2008-mengapa-turkiye-dan-russian-gagal-ke-final/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hening</title>
		<link>http://daengrusle.com/2008/06/28/hening/</link>
		<comments>http://daengrusle.com/2008/06/28/hening/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 08:19:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.com/2008/06/28/hening/</guid>
		<description><![CDATA[Kala blog-ku tiada bertulis&#8230;keheningan&#8230;merasuk hati&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kala blog-ku tiada bertulis&#8230;keheningan&#8230;merasuk hati&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.com/2008/06/28/hening/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo Ikut! Proyek Buku Komunitas AM kerjasama dengan Penerbit Gradien Mediatama</title>
		<link>http://daengrusle.com/2008/05/29/ayo-ikut-proyek-buku-komunitas-am-kerjasama-dengan-penerbit-gradien-mediatama/</link>
		<comments>http://daengrusle.com/2008/05/29/ayo-ikut-proyek-buku-komunitas-am-kerjasama-dengan-penerbit-gradien-mediatama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 08:23:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Angingmammiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.com/2008/05/29/ayo-ikut-proyek-buku-komunitas-am-kerjasama-dengan-penerbit-gradien-mediatama/</guid>
		<description><![CDATA[Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri (www.angingmammiri.org) bekerja sama dengan Penerbit Gradien Mediatama (www.gradienmediatama.com), menyelenggarakan seleksi karya terbaik anggota blogger Makassar untuk dibukukan menjadi kompilasi kisah nonfiksi dengan tema tertentu yang telah ditetapkan.
Penerbit Gradien—salah satu penerbit terkemuka di Yogyakarta dan menjadi bagian dari Agromedia Grup—telah menerbitkan sejumlah buku yang diangkat dari blog serta karya kompilasi Blogger di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri (www.angingmammiri.org) bekerja sama dengan Penerbit Gradien Mediatama (www.gradienmediatama.com), menyelenggarakan seleksi karya terbaik anggota blogger Makassar untuk dibukukan menjadi kompilasi kisah nonfiksi dengan tema tertentu yang telah ditetapkan.</p>
<p>Penerbit Gradien—salah satu penerbit terkemuka di Yogyakarta dan menjadi bagian dari Agromedia Grup—telah menerbitkan sejumlah buku yang diangkat dari blog serta karya kompilasi Blogger di Komunitas Blogfam, memberikan peluang bagi anggota Blogger Makassar melalui sebuah kerja sama konstruktif dengan menerbitkan buku hasil karya anggota komunitas Anging Mammiri dengan syarat sebagai berikut:</p>
<p><strong>1. Tema: Pengalamanku yang paling gokil selama hidup</strong></p>
<p>- Tema utama adalah “pengalamanku yg paling gokil selama hidup” bergenre cerita komedi non fiksi.<br />
- Kami tidak menerima cerita yang mengandung pornografi, erotis, ataupun mengandung pelecehan SARA.<br />
- Tim editor Angingmammiri.org/Gradien akan memilih 15 cerita terpilih untuk dibukukan.</p>
<p><strong>2. Syarat Penulisan</strong></p>
<p>- Terbuka untuk seluruh member Angingmammiri.org (termasuk Admin dan Moderator)<br />
- Memakai Bahasa Indonesia (boleh menggunakan ungkapan2 bahasa Makassar, dengan catatan diberikan catatan kaki pada halaman cerita)<br />
- Maksimal 1,500 kata (atau kurang lebih 6-7 halaman A4), diketik dalam spasi ganda dan type font Times New Roman 12 pt<br />
- Sama sekali belum pernah dibukukan, dimuat di media cetak dan media online (selain blog pribadi).<br />
- Setiap penulis boleh mengirim naskah sebanyak-banyaknya (tidak dibatasi). <a href="http://daengrusle.com/2008/05/29/ayo-ikut-proyek-buku-komunitas-am-kerjasama-dengan-penerbit-gradien-mediatama/#more-388" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.com/2008/05/29/ayo-ikut-proyek-buku-komunitas-am-kerjasama-dengan-penerbit-gradien-mediatama/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ole-ole dari Makassar: Bassang Tak Sampai</title>
		<link>http://daengrusle.com/2008/05/27/ole-ole-dari-makassar-bassang-tak-sampai/</link>
		<comments>http://daengrusle.com/2008/05/27/ole-ole-dari-makassar-bassang-tak-sampai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 14:49:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[Angingmammiri]]></category>

		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<category><![CDATA[Aku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.com/2008/05/27/ole-ole-dari-makassar-bassang-tak-sampai/</guid>
		<description><![CDATA[Prolog: Ole-ole, bukan oleh-oleh, adalah segala sesuatu yang dihadiahkan kepada rekan, keluarga atau siapa saja dari seseorang yang baru saja bepergian. Ole-ole dari Makassar yang lazim dibawa adalah: Minyak Tawon, Juice Markisa, Kacang Disko, Replika Rumah Tongkonan, Otak-otak, Sarung Sutra, Songkok Bone, Dange, Roti Maros, Coto, Konro…halah….!
Apa ole-ole nya dari Makassar? Saya sendiri bingung ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Prolog</em>: Ole-ole, <em>bukan oleh-oleh</em>, adalah segala sesuatu yang dihadiahkan kepada rekan, keluarga atau siapa saja dari seseorang yang baru saja bepergian. Ole-ole dari Makassar yang lazim dibawa adalah: Minyak Tawon, Juice Markisa, Kacang Disko, Replika Rumah Tongkonan, Otak-otak, Sarung Sutra, Songkok Bone, Dange, Roti Maros, Coto, Konro…halah….!</p>
<p><em>Apa ole-ole nya dari Makassar?</em> Saya sendiri bingung ketika di&#8217;tagih&#8217; beberapa kenalan di Balikpapan. Bingung karena pertama, memang saya tidak bawa ole-ole yang biasanya orang suguhkan sepulang bepergian. Kedua, karena memang saya tidak punya (dan tidak mau punya) kebiasaan membawa ole-ole itu. Selain mungkin karena saya rada pelit, juga sebagian besar karena saya kikuk dalam urusan ole-ole ini. Kikuk menentukan apa yang pantas untuk dibawa. Kalau beli sesuatu, takutnya kurang atau berlebih. Berlebih kan mubazir. Terkadang juga pernah saya mencoba menjadi teman yang baik, membelikan ole-ole. Tapi rupanya respon mereka biasa-biasa saja, kadang malah tidak menyentuh yang saya bawa. Nah, dari pada kikuk - juga karena memang saya pelit - saya ambil saja jalan mudahnya. Tidak bawa ole-ole. Simpel tapi pasang muka tembok, ha3!</p>
<p>Tapi <em>tundulu</em>, kawan. Ini Rusle, bung. Tak elok rasanya kalau ada perjalanan yang tidak diabadikan dalam tulisan. Nah, sebagai pengganti ole-ole (sebenarnya hanya justifikasi kepelitan saja), maka tulisan inilah yang menjadi ole-ole ku dari Makassar.</p>
<p><strong>Jalan Tol: Menyedihkan</strong><br />
Ungkapan ketus dan sinis pertama yang saya lontarkan ke Makassar ini adalah Jalan Tolnya yang saat ini sedang diperpanjang, perlebar, perkeras, permak, perbodden, perdomes, persetan deh!<br />
&#8220;Masya Allah. Sudah macet berat, jalan rusak poranda, debu seperti halimun gunung, panas melelehkan keringat, eh disuruh bayar pula! Kenyamanan apa yang mereka berikan sampai kita harus membayar?<br />
Jalan tol (tanpa jalur alternative) di Makassar ini sebenarnya pendek sahaja. Tidak heran kalau bayarnya pun murah sahaja, Rp 1,500 (kalo ndak salah). Tapi perjalanan melintasi jalan tol dari pertigaan Sudiang-Mandai ini betul-betul seperti neraka.<br />
Dan biarlah saya merasa tak ikhlas membayar tol nya itu.</p>
<p><strong>Poster Para Pembual</strong><br />
Nah, inilah kesinisan saya yang kedua. Sejak memasuki jalan tol yang menyedihkan itu, saya disuguhi banyak bualan berbentuk sampah poster. Seperti biasa, para tim sukses para pembual ini rupanya tidak begitu cakap melakukan house keeping di kota sendiri. Ribuan poster para kandidat calon walikota yang belum resmi benar bisa bertarung dalam pilwalkot Makassar ini memenuhi nyaris di semua riang public dengan kondisi awut-awutan. Masing-masing seperti berlomba membualkan diri, hanya mereka yang mampu menaikkan harkat Makassar (dari titik apa). Ada yang merasa pe-de mengaku sukses membangun Makassar di jabatan sekarang (padahal masih fresh kita ingat Daeng Basse yang mati kelaparan di kota ini), ada juga yang menyuarakan antitesisnya: Tidak Akan Membiarkan Rakyat Makassar Miskin dan Kelaparan! Ada yang memasang senyum di sana sini dengan yakinnya (padahal kata temanku dia punya seabrek kasus menunggu di pengadilan). Ada juga yang dengan sangat narsis mengumandangkan: Dia Datang Membawa Perubahan. Ada yang juga dengan congkaknya mengaku sebagai New Solution for Makassar. Ambe&#8217; mua mi ces!<br />
Tak kurang dari sepuluh pembual yang menjajakan dagangannya di Makassar saat ini. Tentu saja nanti akan mengerucut sekiranya sudah ada koalisi yang tetap untuk mengusung calon dan wakilnya nanti. Tapi yang jelas, kota Makassar yang kotor itu makin kotor dengan sampah bualan.</p>
<p><strong>Kopdar Komunitas Angingmammiri</strong><br />
Kali ini bukan sinism yang saya angkat. Tapi semangat komunitas di komunitas blogger Angingmammiri. Saya sempat mengikuti satu kopdar dari tiga kopdar yang diadakan rekan-rekan AM. Alhamdulillah bisa ketemu mereka, bisa bincang-bincang langsung. Kopdar kali ini saya membawa si kecil Mahdi yang serta merta menjadi pusat perhatian mereka.<br />
Suasana kopdarnya sendiri bisa dibaca di blog beberapa rekan berikut.</p>
<ul>
<li><a href="http://napunyafoto.multiply.com/photos/album/30/Teman_Baruuuuu_Baju_Baruuuuu_dan_Buku_Baruuuuu">Temen Baruuu, Baju baruuuu dan Buku baruuuu @ Multiply</a></li>
<li><a href="http://nanie.orangbiasa.com/2008/05/18/teman-baruuuuu-baju-baruuuuu-dan-buku-baruuuuu/" target="_blank">Temen Baruu, Baju Baruu</a></li>
<li><a href="http://ungatawwa.wordpress.com/2008/05/19/unga-palinlup/#more-148">Unga palinlup</a></li>
<li><a href="http://kotaksurat.wordpress.com/2008/05/18/kopdarrrr/">kOpDaRRRR !!!</a></li>
<li><a href="http://www.baidoeri.com/2008/05/kopdar-dan-buku/#respond">kopdar dan buku</a></li>
</ul>
<p>namun ada yang tersisa dari kopdar ini dan menyedihkan buat saya. tak bisa ketemu si <a href="http://daenggassing.com" target="_blank">sohib</a>. padahal sudah bela-belain saya bawakan dampo dan amplang pesanannya&#8230;:(<br />
 <a href="http://daengrusle.com/2008/05/27/ole-ole-dari-makassar-bassang-tak-sampai/#more-387" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.com/2008/05/27/ole-ole-dari-makassar-bassang-tak-sampai/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[Sanjak] Supaya tetap ada yang bangun</title>
		<link>http://daengrusle.com/2008/05/09/sanjak-supaya-tetap-ada-yang-bangun/</link>
		<comments>http://daengrusle.com/2008/05/09/sanjak-supaya-tetap-ada-yang-bangun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 00:48:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>

		<category><![CDATA[Aku]]></category>

		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.com/2008/05/09/sanjak-supaya-tetap-ada-yang-bangun/</guid>
		<description><![CDATA[tidak ada perhentian di dunia ini sebenarnya,
kalo merujuk ke Heraclitus (540SM) dari Miletus, alam ini, termasuk isinya adalah sekumpulan turbulensi abadi&#8230;semuanya bergerak dan dengan demikian berubah&#8230;
yang ada dianggap diam hanyalah konstanta bilangan&#8230;itupun masih akan selalu direvisi&#8230;
nah bukankah revisi adalah juga manifestasi ketidakberhentian&#8230;?
supaya tetap ada yang bangun
::
sehabis melarung arung yang bertarung dalam sarung di benak
tiba saatnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tidak ada perhentian di dunia ini sebenarnya,<br />
kalo merujuk ke Heraclitus (540SM) dari Miletus, alam ini, termasuk isinya adalah sekumpulan turbulensi abadi&#8230;semuanya bergerak dan dengan demikian berubah&#8230;</p>
<p>yang ada dianggap diam hanyalah konstanta bilangan&#8230;itupun masih akan selalu direvisi&#8230;<br />
nah bukankah revisi adalah juga manifestasi ketidakberhentian&#8230;?</p>
<p><strong>supaya tetap ada yang bangun<br />
</strong>::</p>
<p>sehabis melarung arung yang bertarung dalam sarung di benak<br />
tiba saatnya menelungkup belikat pada diam yang ditanak,<br />
sedikit saja, dan tanak yang gelisah kita angkat menyalak<br />
bangun, setegap saja, kita bisa toreh semua gairah yang tertalak</p>
<p>bukan kita sebangsa manusia kalau dipaku mati pada penat<br />
sebab gairah tidak pernah henti menampar kuat<br />
di kepala, jantung dan hati kita sama rekat erat<br />
bahwa semua waktu adalah saat kita menghitung semangat</p>
<p>supaya tetap ada yang bangun, kawan<br />
tidak untuk menunjukkan aku kita kepada lawan<br />
hanya sekedar bersyukur pada diri dan sang maha rahman<br />
bahwa tetap bahagia memegang amanah hingga di akhir jalan</p>
<p>pasir ridge, di tengah penat&#8230;<br />
May 09, 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.com/2008/05/09/sanjak-supaya-tetap-ada-yang-bangun/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>neraka berbau amis</title>
		<link>http://daengrusle.com/2008/05/03/neraka-berbau-amis/</link>
		<comments>http://daengrusle.com/2008/05/03/neraka-berbau-amis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 15:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.com/2008/05/03/neraka-berbau-amis/</guid>
		<description><![CDATA[dan mengapa, ketika bibir dan zikirku sedang berpekur mencari-Mu di sela pesiar pikirku
di beranda, ada segerombolan orang bergamis dan berkopiah,
dengan rambut lebat di dagunya berseru murka
seakan neraka ada di balik mimbar, di antara shaf-shaf yang tertata rapi
atau ditumpukan kitab yang lusuh 
dan mengapa, kemudian surga dan neraka menjadi properti yang diperjual belikan
ketika mulut kyai berbau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dan mengapa, ketika bibir dan zikirku sedang berpekur mencari-Mu di sela pesiar pikirku<br />
di beranda, ada segerombolan orang bergamis dan berkopiah,<br />
dengan rambut lebat di dagunya berseru murka<br />
seakan neraka ada di balik mimbar, di antara shaf-shaf yang tertata rapi<br />
atau ditumpukan kitab yang lusuh </p>
<p>dan mengapa, kemudian surga dan neraka menjadi properti yang diperjual belikan<br />
ketika mulut kyai berbau amis oleh tiga kata angker; sesat, haram dan neraka</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.com/2008/05/03/neraka-berbau-amis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[percik] sedikit ber-filsafat soal keyakinan yang memuaskan</title>
		<link>http://daengrusle.com/2008/04/28/percik-sedikit-ber-filsafat-soal-keyakinan-yang-memuaskan/</link>
		<comments>http://daengrusle.com/2008/04/28/percik-sedikit-ber-filsafat-soal-keyakinan-yang-memuaskan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 01:59:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>

		<category><![CDATA[Aku]]></category>

		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.com/2008/04/28/percik-sedikit-ber-filsafat-soal-keyakinan-yang-memuaskan/</guid>
		<description><![CDATA[Ada yg mengatakan bahwa keyakinan itu batas nya hanya persoalan kepuasan belaka. ketika keyakinan itu mampu menjawab mayoritas pertanyaan substansial seseorang ttg kehidupan secara memuaskan, maka ia menjadi &#8216;keyakinan&#8217; yang dibawa selama hidup&#8230;
Namun ketika ada keyakinan lain yang datang dan memberi jawaban yang relatif &#8216;lebih&#8217; memuaskan, maka ia boleh berpindah&#8230;makanya kemudian kita banyak menyaksikan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-384" href="http://daengrusle.com/2008/04/28/percik-sedikit-ber-filsafat-soal-keyakinan-yang-memuaskan/mahdi-membangun-menara-kotakjpg-2/" title="mahdi-membangun-menara-kotak.JPG"><img align="right" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/04/mahdi-membangun-menara-kotak.JPG" alt="mahdi-membangun-menara-kotak.JPG" title="mahdi-membangun-menara-kotak.JPG" /></a>Ada yg mengatakan bahwa keyakinan itu batas nya hanya persoalan kepuasan belaka. ketika keyakinan itu mampu menjawab mayoritas pertanyaan substansial seseorang ttg kehidupan secara memuaskan, maka ia menjadi &#8216;keyakinan&#8217; yang dibawa selama hidup&#8230;</p>
<p>Namun ketika ada keyakinan lain yang datang dan memberi jawaban yang relatif &#8216;lebih&#8217; memuaskan, maka ia boleh berpindah&#8230;makanya kemudian kita banyak menyaksikan orang <em>convert their faith to another one</em>&#8230;</p>
<p>Makanya dalam jagad alam pikiran seseorang, sesuatu yang bersifat dogmatis, doktrin - yg wajib terima - dan sebagainya, ter-negasikan karena persoalan kemampuan menjawab permasalahan substansial manusia tidak mewujud secara rasional&#8230;.</p>
<p>Dalam permasalahan tertentu yang tidak ada jawaban exactnya, maka pendekatan2 semi rasional dan rasional dikemukakan oleh para filsof dari masing2 ranah keyakinan&#8230;nah, jawaban2 mana yang lebih memuaskan, berpulang kepada pendekatan subyektif penerima nya&#8230;</p>
<p>Wallahu &#8216;alam bis showab</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.com/2008/04/28/percik-sedikit-ber-filsafat-soal-keyakinan-yang-memuaskan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[Buku] The Perfect Guys dan Ayat-Ayat Cinta</title>
		<link>http://daengrusle.com/2008/04/19/buku-the-perfect-guys-dan-ayat-ayat-cinta/</link>
		<comments>http://daengrusle.com/2008/04/19/buku-the-perfect-guys-dan-ayat-ayat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 11:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<category><![CDATA[Aku]]></category>

		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.com/2008/04/19/buku-the-perfect-guys-dan-ayat-ayat-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Apa salahnya menjadi the perfect guys? Ada salahnya. Di tengah masyarakat yang serba tak sempurna, serba kompromi kepada ke-terbatas-an Anda akan divonis berada hidup di awang-awang, dengan menjadi manusia &#8216;aneh&#8217;. Kalau anda merasa orang yang sadar dan normal, maka ketika Anda berada di dalam quadran masyarakat yang serba tak sempurna, maka Anda adalah setitik noktah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="right" width="235" src="http://daengrusle.com/wp-content/uploads/2008/04/ayat-ayatcinta1.jpg" alt="Ayat-Ayat+Cinta" height="345" />Apa salahnya menjadi <em>the perfect guys</em>? Ada salahnya. Di tengah masyarakat yang serba tak sempurna, serba kompromi kepada ke-terbatas-an Anda akan divonis berada hidup di awang-awang, dengan menjadi manusia &#8216;aneh&#8217;. Kalau anda merasa orang yang sadar dan normal, maka ketika Anda berada di dalam quadran masyarakat yang serba tak sempurna, maka Anda adalah setitik noktah koordinat yang tidak bersinggungan dengan garis linear apapun, kecuali di interpolasi sedemikian rupa hingga seolah-olah Anda berada di dalam struktur dan sistem nya, hanya karena keberadaan fisik Anda diakui dalam bentuk statistik. Ya, Anda adalah manusia sinting di tengah masyarakat waras. Masyarakat yang waras yang lebih suka berdalih bahwa kemanusiaan itu berarti ketidaksempurnaan. Lihatlah pemeo masyarakat &#8220;rocker juga manusia, presiden juga manusia, artis juga manusia, hingga ulama juga manusia&#8221;. Semuanya adalah penegasan atas sikap permisif atas ketidak sempurna-an kapasitas moralitas seseorang. Namun di saat yang lain, masyarakat jenis ini mudah dihinggapi sikap munafik, karena masih saja menyenangi menggunjingkan kebobrokan dan kemerosotan moral perilaku manusia di dalam nya.</p>
<p>Apa salahnya menjadi the perfect guys? Ada salahnya. Siap-siap saja menjadi bahan cemoohan oleh orang-orang yang tak sanggup menjadi sempurna, meski sangat berkeinginan untuk itu. Anda akan dinegasikan sedemikian rupa sehingga semua opini yang Anda lontarkan akan menjadi bumerang - <em>back fire</em> yang akan menghancurkan diri Anda sendiri.</p>
<p>Apa untungnya menjadi the perfect guys? Banyak sekali. Konsistensi Anda akan membawa Anda kepada kepuasan pribadi, ketika jalan yang lurus dibentang, dan Anda termasuk salah seorang dari sedikit yang berhasil berada di jalur yang penuh barokah itu.</p>
<p>Anda ingin menjadi the perfect guys? Bacalah Ayat-ayat Cinta. Anda yang sudah terlalu lapuk hidup di tengah masyarakat buta akan mendapatkan kenyataan ironis. Pilihannya hanya dua; Anda bisa mencemooh pribadi seorang Fahri, atau memujanya.</p>
<p>Pilihannya, kalau Anda memilih yang pertama. Berarti Anda benar2 sudah terlalu busuk dalam ketidak sempurnaan. Maka, beristighfarlah.</p>
<p> <img src='http://daengrusle.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.com/2008/04/19/buku-the-perfect-guys-dan-ayat-ayat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>gerundel koddala</title>
		<link>http://daengrusle.com/2008/04/19/lelaki/</link>
		<comments>http://daengrusle.com/2008/04/19/lelaki/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 09:25:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daengrusle</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daengrusle.com/2008/04/19/lelaki/</guid>
		<description><![CDATA[terlalu sulit saat ini untuk mencoba memberi garis yang jelas,
antara keinginan untuk mengerjakan sesuatu dan
ritme hidup yang berkejaran seperti tak ada habis nafasnya.
garis yang jelas, malah semakin mengabur.
saya rindu pada sesuatu yang aku tak perlu sebutkan disini,
tapi terpampang jelas pada setiap rekreasi hati yang saya lakukan
larut dalam pembacaan buku yang saya sempatkan membuat saya kadang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>terlalu sulit saat ini untuk mencoba memberi garis yang jelas,<br />
antara keinginan untuk mengerjakan sesuatu dan<br />
ritme hidup yang berkejaran seperti tak ada habis nafasnya.<br />
garis yang jelas, malah semakin mengabur.<br />
saya rindu pada sesuatu yang aku tak perlu sebutkan disini,<br />
tapi terpampang jelas pada setiap rekreasi hati yang saya lakukan<br />
larut dalam pembacaan buku yang saya sempatkan membuat saya kadang bersedih,<br />
sejauh mana saya sudah berada di garis yang jelas itu?<br />
sementara ranah waktu yang di dalamnya saya sudah terpaku dengan semua konsekuensi<br />
membuat saya sedikit menyesal, tak adakah teorema yang mengijinkan<br />
sebuah upaya untuk kembali; mengambil peta mundur dan melakukan restorasi yang mungkin?</p>
<p>tidak ada. hukum alam tidak pernah kompromi pada penyesalan.<br />
semua adalah pilihan yang baik, tidak ada yang salah.<br />
kita berpacu pada perubahan demi perubahan, dan jangan sekalipun<br />
perubahan itu merubah sesuatu yang ada dalam kepala kita.</p>
<p>tapi saya hendak kembali.<br />
kembali ke mana? ah, itupun saya tak tahu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daengrusle.com/2008/04/19/lelaki/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
