Tips Memilih Headphone Bluetooth Berkualitas Untuk IOS Dan Android

Ya, Bluetooth berkembang pesat di dunia audio portabel saat ini. Mengacu pada sejarahnya, teknologi nirkabel ini dipelopori oleh perusahaan Swedia Ericsson pada tahun 1989, memungkinkan pengguna untuk menikmati audio atau bahkan membuat panggilan lebih mudah dengan bergerak bebas tanpa kekacauan atau panjang kabel yang terbatas.

Saat ponsel menjadi lebih tipis dan mengorbankan jack headphone 3.5mm, seperti yang dilakukan Apple dengan iPhone 7, trennya mengarah ke headphone Bluetooth yang lebih besar dan lebih besar.

Kini berbagai produsen audio telah menawarkan produk nirkabel untuk bersaing di pasar. Dengan semakin beragamnya merek headphone Bluetooth serta desainnya dan tentunya kisaran harganya, terkadang konsumen bingung mau membeli apa. Berikut adalah tips untuk memilih headset Bluetooth berkualitas tinggi. Silakan lihat!

Pertama, perhatikan codec audio

Apa ini? Di dunia audio, codec mengacu pada perangkat komputer atau program yang dapat menyandikan atau mendekode konten kode saat memutar data audio digital.

Saat memilih headset, lebih baik jika produk dengan jelas menunjukkan dukungan codec tertentu. Hal ini dikarenakan produk tersebut mampu menghadirkan kualitas suara yang maksimal dengan kejernihan yang lebih bersih secara keseluruhan.

Saat ini, ada dua platform smartphone yang populer, yaitu iOS dan Android. Masing-masing dari mereka memiliki pengalaman sendiri dalam dunia audio coding.

iOS berjalan pada codec yang disebut Advanced Audio Coding (AAC), sementara Android menggunakan apt-X Qualcomm. Keduanya menghasilkan suara fidelitas tinggi, kualitas yang sama seperti suara CD.

Oleh karena itu, dengan memperoleh informasi tentang dukungan codec tertentu, pengguna dapat memilih perangkat audio Bluetooth yang kompatibel dengan sistem smartphone yang mereka gunakan.

Namun, kurangnya informasi tentang dukungan kedua codec di atas bukan berarti headset Bluetooth tidak dapat digunakan. Ini hanya mempengaruhi kualitas, yang tidak akan didengar secara kualitatif.

Karena selama ini output audio nirkabel masih dalam pengembangan, namun belum mampu mengungguli kualitas suara yang dihasilkan oleh perangkat audio berkabel meski dalam kisaran harga yang sama.

Kedua, perhatikan cara Anda menggunakannya.

maksudnya itu apa? Seperti yang disebutkan sebelumnya, tampilan headphone Bluetooth kini beragam.

Beberapa terlihat seperti headphone yang menggantung di leher Anda seperti ‘U’ terbalik, yang lain lebih kompak dan memiliki kabel untuk menghubungkan dua headphone, bahkan benar-benar terpisah, seperti yang telah diadaptasi oleh AirPods Apple.

Jadi, Anda sebagai pengguna dapat memilih model yang Anda inginkan dan menyesuaikan saat menggunakannya.

Baca Juga: Headphone Bluetooth Terbaik Di Bawah Rp 100.000

Ketiga, perhatikan bahan-bahannya

Selain fakta di atas, penggunaan busa pada headphone dapat memiliki keunggulan dibandingkan bahan karet atau silikon tradisional.

Memberikan insulasi suara yang lebih baik dengan busa. Ini karena sifat busa lebih cocok dengan berbagai bentuk saluran telinga. Namun, masa manfaatnya relatif singkat.

Secara kasar, zat berbusa ini baru bisa berfungsi maksimal setelah sekitar dua bulan.

Lihat juga: Cara menggunakan headset Bluetooth di smartphone Android

Perhatikan juga: Cara menyimpannya

Bagian konduktif, dari kabel ke telepon atau dari kabel ke steker, adalah yang paling berbahaya.

Jadi, kemas headphone atau earphone Anda tanpa memberi tekanan yang tidak semestinya pada area ini. Jika memungkinkan, simpan di kotak yang aman.

memahami?

Leave a Reply

Your email address will not be published.